Seorang karyawan senior Ubisoft dilaporkan telah dipecat dari perusahaan setelah secara terbuka mengkritik kebijakan internal. Sosok tersebut adalah David Michaud-Cromp, yang sebelumnya memimpin tim level design di Ubisoft Montreal. Minggu lalu, ia sempat dikenai sanksi disiplin setelah menyuarakan ketidaksetujuannya terhadap kebijakan kembali ke kantor yang mengakhiri sistem kerja jarak jauh / remote.
Menurut laporan Insider Gaming, Michaud-Cromp bukan hanya mengkritik kebijakan work from home. Lewat pesan internal di sistem komunikasi Ubisoft bernama Agora, ia juga menyinggung penutupan sejumlah studio, strategi game as a service yang dinilai terus bermasalah, hingga keputusan manajemen menunjuk Charlie Guillemot sebagai pimpinan Vantage Studios, yang tak lain adalah putra CEO Ubisoft, Yves Guillemot.
Dalam pesannya, Michaud-Cromp menyebut bahwa dampak dari keputusan-keputusan manajemen justru selalu ditanggung oleh karyawan, sementara jajaran eksekutif tetap “berenang dalam jutaan dolar”. Ia juga menegaskan bahwa jika memang perlu penghematan biaya, maka pemangkasan seharusnya dimulai dari level paling atas agar perubahan nyata bisa terjadi.

Nada kritik yang sangat blak-blakan ini rupanya dianggap terlalu frontal oleh Ubisoft. Setelah lebih dari 13 tahun bekerja di perusahaan tersebut, Michaud-Cromp akhirnya diberhentikan. Ia sendiri sempat mengumumkan di media sosial bahwa sanksi awal berupa skorsing tiga hari diberikan karena “komentar publik” terkait kebijakan return-to-office dan dugaan pelanggaran kewajiban loyalitas terhadap perusahaan.
Pihak Ubisoft kemudian mengeluarkan pernyataan resmi terkait kasus ini. Mereka menegaskan bahwa menyampaikan pendapat secara sopan tidak akan berujung pemecatan, namun perusahaan memiliki kode etik yang harus dipatuhi semua karyawan setiap tahun. Jika terjadi pelanggaran, Ubisoft menyebut akan menerapkan prosedur bertahap sesuai tingkat pelanggaran, termasuk sanksi yang lebih berat.
Meski begitu, banyak pihak menilai pesan yang disampaikan Michaud-Cromp sebenarnya mewakili sentimen luas, baik di internal Ubisoft maupun di komunitas luar. Namun transparansi yang terlalu jujur tampaknya menjadi garis merah. Menurut Michaud-Cromp, Ubisoft telah memutuskan bahwa dirinya sudah tidak bisa lagi bekerja di perusahaan, dan pemutusan hubungan kerja pun akhirnya dilakukan.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post