Tidak bisa dipungkiri kalau Atlus termasuk salah satu developer Jepang dengan rilis game-game yang sangat berkualitas terutama dari genre JRPG. Kesuksesan mainstream yang berhasil dicapai Persona apalagi menempatkannya sebagai salah satu franchise prioritas bagi perusahaan induknya yaitu SEGA. Meski begitu, mereka memiliki tren untuk merilis versi definitive atau upgrade yang sudah diterapkan ke banyak game-gamenya terutama selama satu dekade terakhir, dan ini memang membawa dampak negatif tersendiri.
SEGA bahkan mengakuinya lewat bagian Q&A mengenai laporan keuangan terbaru mereka, di mana ada pertanyaan dari investor yang terutama penasaran dengan penurunan peforma penjualan untuk periode kali ini. Dari penjelasan yang dibagi, SEGA berpikir kalau banyak gamer sengaja menanti adanya rilis versi definitive untuk game mereka, sehingga ada penurunan minat beli untuk keluaran game pertamanya.

Ini lumayan terefleksi di performa Metaphor: ReFantazio, yang mana meski gamenya berhasil mencapai penjualan fantastis di lebih dari 1 juta copy dalam kurang dari satu hari, tapi milestone penjualan di 2 juta copy baru berhasil dicapai pada bulan Juli lalu. Sebuah perbandingan yang sangat drastis memang, dan SEGA merasa kalau faktor penurunan penjualan tersebut memang karena banyak yang menunggu semisal gamenya akan mendapat versi Definitive di masa depan.
Meski tidak bisa dibilang sebagai faktor utama, tapi yang jelas kasus ini memang sangat masuk akal dan bisa dimengerti. Apalagi jika melihat game-game mereka selama satu dekade terakhir seperti Shin Megami Tensei IV, Tokyo Mirage #FE, Persona 5, Catherine, hingga Shin Megami Tensei V, semua game ini pada akhirnya berujung dirilis ulang dalam versi yang lebih superior. Karena itu jelas ada ekspektasi kalau mereka mungkin masih akan menerapkan praktik serupa untuk Metaphor: ReFantazio atau game-game baru lainnya di masa depan termasuk Persona 6.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post