Sesi livestream Day of the Devs: 2025 The Game Awards Edition telah berakhir dan sama seperti tahun lalu, kali ini ada begitu banyak kejutan menarik yang dibagi, khususnya bagi kamu yang termasuk para penggemar game indie. Selain showcase dari game yang sudah diumumkan hingga kepastian jadwal rilis, ada beberapa world premiere untuk beberapa game terbaru yang sangat menarik.
Bagi kamu yang mungkin masih asing dengan Day of the Devs, mereka adalah organisasi bentukan Double Fine Productions dan iam8bit yang telah dibentuk sejak 2012 lalu. Dari tahun ke tahun mereka telah mengadakan berbagai sesi showcase digital dalam upaya mendukung para developer indie dalam mempromosikan proyeknya. Mereka sudah beroperasi sebagai organisasi non-profit yang mengandalkan donasi, tapi meski begitu mereka punya besar untuk terus memberi suguhan showcase menarik seperti yang baru saja diadakan hari ini.
Kembali ke presentasinya sendiri, total ada pameran 21 game dengan 7 di antaranya yang merupakan judul terbaru. Lewat artikel ini kami sudah memberi highlight untuk semua world premiere serta link yang bisa kamu cek untuk game-game menarik lainnya yang ikut dipamerkan.
CorgiSpace
Developer: Adam Atomic (Adam Saltsman)
Publisher: Finji

Inti dari CorgiSpace sebenernya berkutat pada game dengan skala kecil yang bisa dinikmati hanya dalam waktu singkat, tapi apa yang membuatnya menarik adalah bagaimana pihak developer mengemasnya dalam bentuk bundle berisi banyak game sekaligus. Dalam CorgiSpace kamu bisa menikmati beragam game skala kecil yang berfokus pada berbagai macam jenis gameplay mulai dari action, adventure, arcade, roguelike, hingga puzzle. Pihak developer ingin bisa memberikan beragam pengalaman bermain dalam satu paket yang tidak memakan banyak waktu, tapi bisa memberi kesan adiktif dan pastinya cocok untuk gamer kasual.
Frog Sqwad
Developer: Panic Stations
Publisher: Skeleton Crew
Dengan fokus pada gameplay berbasis co-op multiplayer, Frog Sqwad hadir dengan premis untuk memberi keseruan bermain antar teman lewat gameplay penuh kekacauan dan momen penuh gelak tewa. Keunikan gamenya ada di penerapan gameplay dengan fokus pada physic di mana kamu hingga tujuh teman lain dalam skuad bisa berinteraksi dengan lingkungan sekitar sebagai katak. Kamu bisa menggunakan lidah lengket dari si katak sebagai alat platforming, pemecahan puzzle khusus, melemparkan sesama teman, dan beragam aksi tidak terduga lainnya. Setiap sesi match yang kamu mainkan selalu memberi sensasi berbeda, apalagi berkat aspek gameplay berbasis physic di mana kamu juga harus selalu bisa beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang berubah.
Lucid Falls
Developer: Eldamar Studio
Publisher: Eldamar Studio
Beralih ke genre physchological horror, Lucid Falls yang langsung menarik perhatian berkat kualitas visual menawan dan atmosferik karena pengembangannya dengan Unreal Engine 5. Dalam game ini karaktermu terjebak dalam sebuah lucid dream yang menempatkannya dalam skenario mengerikan, dan bagaimana dia harus bisa bertahan hidup dari sekian banyak bahaya misterius di Lucid Falls. Selain harus berhadapan dengan makhluk mengerikan lewat sistem combat realistis, kamu juga bisa melakukan eksplorasi dengan elemen reality bending yang unik layaknya memang berad di dunia mimpi sembari memecahkan puzzle.
Mirria
Developer: Carl Burton
Publisher: Mografi

Bagi para penggemar genre puzzle, Mirria adalah game baru yang bisa langsung memikat perhatian lewat pengalaman eksplorasi atmosferik untuk menambah kenyamanan bermain. Mengambil latar di dunia misterius yang seolah berada di antara realita dan mimpi, kamu akan diminta untuk memecahkan misteri lewat investigasi serta peninggalan memori yang menyimpan petunjuk penting. Ini adalah game puzzle yang cocok untuk pemain kasual, tapi di saat bersamaan tetap memberi keseruan bermain apalagi lewat sensasi atmosferik saat menjelajah dunia misteriusnya.
Scramble Knights Royale
Developer: Funktronic Labs
Publisher: Funktronic Labs
Seperti yang mungkin bisa ditebak dari judulnya, Scarmble Knights Royale memang menghadirkan fokus gameplay battle royale, tapi dengan banyak elemen menarik terutama lewat inspirasi utamanya yang diambil dari seri klasik The Legend of Zelda. Dalam game ini 32 pemain akan terlibat dalam petualangan epik di sebuah arena besar yang terdiri dari pulau dengan perkotaan, dungeon untuk dijelajah, bahkan hingga quest yang kaya dengan sensasi ala game retro. Jadi daripada hanya sekedar terlibat dalam pertempuran frontal, kamu bisa melakukan banyak hal untuk memperkuat karakter layaknya sedang memainkan sebuah game petualangan, sehingga setiap sesi match selalu terasa fresh dan tidak repetitif.
Un:Me
Developer: Historia
Publisher: Shueisha Games
Un:Me bisa dibilang ini adalah salah satu game paling menarik di sepanjang sesi presentasi termasuk yang paling kami sukai. Selain dari kualitas production value yang lumayan mengesankan untuk sebuah game indie, premisnya pada tema pschological horror berhasil diperlihatkan dengan sangat baik, di mana gamenya menempatkan sang protagonis dalam sebuah rumah sakit yang dipenuhi anomali, makhluk misterius, bahkan hingga momen di mana dia seperti kehilangan akal sehat. Melihat trailernya justru hanya memberi kami lebih banyak tanda tanya, dan aspek penuh misteri yang kuat tersebut bisa jadi resep jitu dalam membuat cerita engaging.
Virtue and a Sledgehammer
Developer: Deconstructeam, Selkie Harbour
Publisher: Devolver
Kolaborasi antar dua developer berbakat serta bantuan Devolver sebagai publisher tentu sudah lumayan memberi spotlight pada game ini, tapi Virtue and a Sledgehammer memang terbukti cukup unik dibanding kebanyakan game indie lainnya. Meski terlihat seperti game action adventure dengan pendekatan style retro ala era PS1 terutama pada model karakternya, ada banyak pesan tersembunyi yang berusaha diperlihatkan lewat trailernya. Ini adalah game yang pada intinya menaruh fokus pada cerita mengenai bagaimana seseorang tidak lagi bisa hidup di tempat mereka dibesarkan, tapi ide ini direalisasikan lewat dua elemen yang lebih didramatis lewat eksistensi robot serta sledgehammer sebagai senjata serta alat navigasi pemain.
Selebihnya berikut ini adalah list dari game-game indie menarik lain yang ikut dipamerkan di eventnya:
- Astromine
- Awaysis
- Beastro
- Big Hops
- Demon Tides
- Dogpile
- Find Your Words
- Into the Fire
- Moomintroll: Winter’s Warmth
- ROCKBEASTS
- SOUNDGRASS
- Stretchmancer
- The Dungeon Experience
- Unshine Arcade
Sekedar reminder kalau The Game Awards 2025 akan segera diadakan pada 12 Desember mendatang dan kemungkinan akan berlangsung selama kurang lebih tiga jam seperti tahun-tahun sebelumnya. Kamu bisa menontonnya secara live lewat channel YouTube dan Twitch resmi mereka, atau bahkan langsung datang ke eventnya di Peacock Theater, Los Angeles. Tim GamerWK tentunya juga bakal adain livestream nobar seperti biasa semisal kamu tertarik untuk ikut berpartisipasi.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post