Kepala dari Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat baru saja minta Nintendo buat pemeriksaan ulang paten yang mereka daftarkan di bulan September. Paten ini mengatur mekanik gameplay memanggil karakter lain buat bertarung atas nama pemain, yang jelas langsung bikin banyak orang mikir ke gameplay ala Pokémon.
Masalahnya, ada paten lama dari Konami dan juga paten lain milik Nintendo sendiri yang punya konsep mirip. Karena itu, direktur USPTO, John A Squires, turun langsung dan merasa ada pertanyaan besar soal keabsahan paten baru ini. Intinya, mekanik karakter pendamping yang bisa bertarung otomatis atau manual ternyata sudah pernah dipatenkan sebelumnya.

Squires bilang ada dua paten penting yang jadi rujukan, yaitu paten Yabe dari Konami yang terbit tahun 2002, dan paten Taura dari Nintendo tahun 2020. Dua paten ini sama sama menjelaskan soal karakter pendukung yang bisa bertarung otomatis atau manual, jadi ada kemungkinan paten baru Nintendo ini sebenarnya bukan hal baru. Katanya sih, langkah pemeriksaan ulang kayak gini jarang banget dilakukan tanpa campur tangan pihak lain.
Banyak yang khawatir paten ini bakal bikin Nintendo rajin gugat developer lain yang punya fitur summon di game mereka. Tapi beda sama trademark, paten tidak mengharuskan pemiliknya selalu menggugat untuk mempertahankan haknya. Jadi Nintendo sebenernya bebas mau ngejar pelanggaran atau tidak, tergantung mereka merasa IP mereka terancam atau tidak.

Kasus Palworld jadi contoh nyata, di mana Nintendo dan The Pokémon Company berani menuntut karena merasa ide dan mekaniknya terlalu mirip Pokémon. Menariknya, minggu kemarin Nintendo juga ditolak patennya di Jepang untuk mekanik tangkap monster, karena dinilai sudah ada konsep mirip di game lain seperti Ark, Craftopia, Monster Hunter, dan Pokémon Go. Jadi drama paten monster dan summon kayaknya bakal terus panjang.
Sumber: Games Fray
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id











Discussion about this post