Sudah bukan rahasia memang kalau situasi di industri teknologi sekarang sedang dilanda krisis, khususnya karena kebutuhan RAM yang semakin meningkat pesat dari sekian banyak data center AI. Ini tidak hanya berdampak ke konsumen biasa yang kesulitan mendapat RAM di harga terjangkau, tapi juga ketersediaan stok memori yang membuat banyak perusahaan harus memikirkan ulang strategi mereka. Sony termasuk salah satunya, yang mana menurut klaim dari Bloomberg mereka bahkan tengah mempertimbangkan untuk menunda pemasaran PlayStation 6.
Berdasarkan informasi dari sumber yang familiar dengan perencanaan dan strategi Sony Group, kini perusahaannya mungkin saja akan menunda konsol PlayStation selanjutnya antara tahun 2028 atau 2029. Terlepas dari penundaan yang ada, mungkin banyak yang merasa kalau ini masih terlalu cepat, berhubung generasi PlayStation 5 masih cukup fresh dan minim dengan game yang dapat mendorong performa konsolnya ke titik maksimal. Belum lagi dari fakta kalau PlayStation 4 bahkan hingga tahun ini masih terus kebagian mendapat beberapa rilis game baru, meski frekuensinya memang sudah lumayan menurun.
this RAM crisis feels like it’s going to ruin consumer electronics over the next decade. Bloomberg reports that Sony is considering pushing the PS6 release to 2028 or even 2029 https://t.co/vyvkDH8iPy pic.twitter.com/g0ENxQkMW8
— Tom Warren (@tomwarren) February 16, 2026
Pada laporan serupa dari Bloomberg, mereka juga mengklaim kalau Nintendo berencana untuk menaikkan harga Nintendo Switch 2 di tahun ini karena dampak dari krisis RAM tadi. Tentu saja tren kenaikkan harga konsol ikut dialami Sony dan Microsoft, karena baik PlayStation 5 dan Xbox Series sempat mendapat kenaikkan serupa. Ini memang berkebalikan dibanding konsol terdahulu yang selalu mengalami penurunan harga seiring berjalannya waktu, apalagi saat mendekati peralihan ke generasi selanjutnya.
Satu yang jelas kalau selama krisis RAM atau semacamnya masih belum bisa terkontrol, apalagi dengan perkembangan teknologi serta minat akan AI yang semakin signifikan dari tahun ke tahun, apa yang menanti di masa depan bagi para konsumer tentunya bisa sangat mengkhawatirkan. Efeknya bahkan sudah terasa lumayan cepat, di mana sekitar 6 bulan lalu harga RAM bagi yang ingin merakit PC dengan sistem DDR5 masih relatif normal, tapi sekarang harganya sudah meningkat sampai berkali-kali lipat dan semakin menjadikan PC sebagai luxury item.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post