Ada kabar cukup unik sekaligus serius dari game Starseed: Asnia Trigger. Proses penggabungan server yang sebelumnya direncanakan oleh developer akhirnya harus ditunda tanpa batas waktu. Penyebabnya bukan masalah teknis biasa, melainkan serangan virus yang menyerang jaringan internal studio pengembang.
Menurut laporan media Korea, jaringan internal dan komputer milik Mojito Studio yang berada di bawah JoyCity terinfeksi malware yang diduga merupakan ransomware. Akibat insiden ini, berbagai proses internal termasuk sistem build dan server yang digunakan untuk memodifikasi database pemain ikut terdampak.
Awalnya tim developer berencana melakukan penggabungan build dan update besar pada 5 Maret. Proses ini penting karena mereka ingin menyatukan berbagai versi regional dari game tersebut menjadi satu layanan yang lebih terintegrasi. Namun setelah sistem internal terkena virus, seluruh rencana tersebut akhirnya harus ditunda.
Sebelumnya JoyCity sempat mengumumkan kepada komunitas pemain bahwa penundaan dilakukan demi memastikan proses transfer data berjalan aman. Mereka menyebut perlu melakukan pengecekan teknis tambahan agar data pemain tetap terlindungi dan proses migrasi bisa berjalan dengan sempurna.
Menariknya, meskipun jaringan internal studio terkena serangan, layanan game Starseed: Asnia Trigger sendiri tetap berjalan normal. Sampai saat ini juga belum ada laporan resmi mengenai kebocoran data pemain, meskipun investigasi terhadap serangan tersebut masih berlangsung.
Situasi ini datang di tengah perubahan besar yang sedang dilakukan pada proyek tersebut. JoyCity sebelumnya memang sudah berencana menutup server Korea dan global lalu menggabungkannya ke build baru berbasis Jepang. Namun dengan adanya serangan virus ini, proses integrasi tersebut kini harus tertunda sampai waktu yang belum ditentukan.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post