Salah satu YouTuber dan streamer Monster Hunter Wilds asal Jepang, M Hashi, baru-baru ini minta maaf secara terbuka ke Capcom. Permintaan maaf ini datang setelah sebelumnya ia sempat bilang kalau game Monster Hunter Wilds bikin PC mahalnya—yang nilainya sekitar 800 ribu yen atau 88 Juta Rupiah—jadi rusak total. Karena punya cukup banyak pengikut, pernyataannya ini langsung ramai dan memicu kemarahan netizen Jepang soal buruknya performa Monster Hunter Wilds di PC. Tapi setelah dicek lebih lanjut, ternyata masalah utamanya bukan dari game, melainkan dari pengaturan BIOS di PC.
Awalnya, Hashi juga ngalamin masalah yang mirip kayak banyak pemain lain: game sering crash dan performanya nggak stabil. Demi cari solusi, dia sempat update BIOS dan ubah beberapa pengaturan biar game-nya bisa jalan lebih lancar. Meski sempat berhasil, update selanjutnya dari Monster Hunter Wilds—terutama di Free Update 2—malah bikin masalah itu balik lagi.
Ujung-ujungnya, PC-nya jadi nggak bisa nyala dan harus dibawa ke tempat servis. Di sana, teknisi nemuin kalau setting daya (watt) PC-nya terlalu tinggi, sampai 460 watt, yang bikin suhu komponen melonjak ekstrem. Setelah diturunin, PC-nya bisa jalan normal lagi dan Monster Hunter Wilds bisa dimainkan lebih aman.
PC milik Hashi sendiri termasuk kelas berat: pakai Nvidia RTX 4090, prosesor Intel Core i9-13900KF, dan motherboard ROG Strix Z690-A. Awalnya dia curiga kalau CPU Intel-nya yang jadi penyebab utama, apalagi banyak yang bilang prosesor ini ibarat “bom waktu” karena gampang overheat. Tapi ternyata masalahnya lebih ke update BIOS dari sumber yang nggak jelas. Dan kayak yang banyak gamer tahu, update BIOS asal-asalan itu bisa berisiko besar, apalagi kalau gak ngerti detailnya.

Walaupun ternyata masalah besarnya bukan dari Capcom atau game-nya langsung, Hashi dan banyak pemain lain tetap menyuarakan keluhan soal optimisasi versi PC Monster Hunter Wilds. Waktu PC-nya dites setelah diperbaiki, CPU-nya tetap menunjukkan suhu yang tinggi pas main Wilds, yang bisa jadi penyebab performanya nggak stabil. Yang menarik, Hashi bilang kalau dia nggak ngalamin masalah yang sama pas main game lain, jadi bisa dibilang Monster Hunter Wilds memang ikut memperparah situasi meski bukan penyebab utamanya.
Di sisi lain, Hashi juga ngingetin penontonnya buat tetap rasional dan jangan bawa emosi ke developer. Soalnya, sejak kasus ini mencuat, Capcom ngaku kalau mereka nerima banyak ancaman dan komentar kasar dari netizen—bahkan sampai ada yang ngirim ancaman pembunuhan. Karena situasi makin serius, Capcom sampai batalin salah satu sesi presentasi developer dan sekarang udah siap ambil tindakan hukum sesuai kebijakan Anti-Customer Harassment mereka.
Walau sempat kecewa, M Hashi akhirnya ngaku kalau Capcom nggak sepenuhnya salah. Masalah teknis di PC-nya datang dari setting BIOS yang nggak wajar, bukan karena game-nya “ngancurin” perangkat keras. Dia juga harap kejadian ini bisa jadi pelajaran buat gamer lain biar lebih hati-hati ngoprek sistem, dan buat Capcom juga—biar makin serius menangani masalah optimisasi versi PC
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post