Perdebatan soal combat real-time melawan turn-based memang sudah lama jadi topik panas di komunitas gamer RPG. Bahkan sampai sekarang, diskusinya masih terus jalan seperti perdebatan klasik lain di dunia game. Nah, director Final Fantasy 7 Rebirth, yaitu Naoki Hamaguchi, baru-baru ini ikut membahas soal tren tersebut dan memberikan pandangannya tentang arah industri game RPG saat ini.
Dalam wawancaranya dengan Game Informer, Hamaguchi mengatakan kalau genre RPG dan JRPG sekarang mulai dianggap sebagai “legacy genre”, sementara game dengan gameplay action real-time justru makin mainstream. Meski begitu, dia menegaskan kalau sistem turn-based sebenarnya tetap punya nilai yang sangat kuat. Menurutnya, gameplay yang membuat pemain menganalisis situasi, memikirkan strategi, lalu menentukan keputusan tetap terasa sangat manusiawi dan universal.
Walaupun begitu, Hamaguchi merasa tren pemain muda sekarang memang mulai bergeser ke arah pengalaman bermain yang lebih cepat dan responsif. Dia menjelaskan kalau generasi gamer modern sudah terbiasa dengan feedback instan setiap kali menekan tombol atau melakukan aksi di game. Karena itulah banyak pemain muda sekarang lebih nyaman dengan combat real-time yang langsung terasa responsnya dibanding sistem turn-based tradisional yang lebih santai dan taktis.
Hamaguchi juga menyinggung kesuksesan Clair Obscur: Expedition 33 yang mencoba menggabungkan combat turn-based dengan elemen real-time. Menurutnya, pendekatan seperti itu memang terasa masuk akal di era sekarang karena banyak pemain ingin tetap mendapatkan sensasi strategi, tapi juga tetap merasakan aksi yang cepat dan intens. Jadi bukan sekadar memilih salah satu, tapi mencoba mengombinasikan keduanya.
Perubahan arah gameplay ini sebenarnya juga sudah terasa di seri Final Fantasy sendiri. Beberapa game Final Fantasy terbaru makin fokus ke combat action real-time dibanding sistem turn-based klasik yang dulu identik dengan seri tersebut. Hamaguchi mengatakan kalau ketika sebuah sistem terbukti berhasil seperti di Final Fantasy 7 Remake dan Rebirth, tim developer tentu bakal terus memikirkan cara membawa elemen itu ke proyek berikutnya.
Meski begitu, debat soal turn-based vs real-time kemungkinan memang tidak akan pernah selesai. Banyak gamer masih sangat menyukai sistem turn-based, apalagi setelah kesuksesan game seperti Persona 5 atau perubahan besar seri Like a Dragon yang sukses pindah dari action ke turn-based. Di sisi lain, game AAA modern memang sekarang lebih sering identik dengan gameplay action real-time yang spektakuler. Pada akhirnya, semuanya kembali ke bagaimana sistem combat itu cocok dengan desain game yang dibuat.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post