The Game Awards menghadirkan kejutan besar bagi penggemar Tomb Raider dengan mengumumkan dua proyek sekaligus. Crystal Dynamics resmi memperkenalkan Tomb Raider: Legacy of Atlantis dan Tomb Raider: Catalyst sekalian. Keduanya menawarkan pendekatan yang berbeda, namun sama-sama memperluas petualangan Lara Croft. Satu game soal nostalgia, sementara yang lain melanjutkan kisah Lara yang baru.

Tomb Raider: Catalyst mengambil arah berbeda dari Legacy of Atlantis dengan melanjutkan cerita setelah Tomb Raider: Underworld (2008). Pada game ini, Lara sudah menjadi petualang veteran setelah kisah origin di trilogi reboot 2013. Kata game director Will Kerslake, Catalyst dibuat sebagai bab baru standalone. Artinya, pemain tidak perlu memainkan seri lama untuk bisa paham ceritanya, jadinya lebih mudah diakses oleh orang baru.
Ceritanya mengisahkan Lara yang dipanggil ke India Utara untuk menyelidiki reruntuhan misterius yang baru terungkap. Ia pun harus berhadapan dengan pemburu artefak lain sambil mengungkap makna di balik bangunan kuno tersebut. Gameplay klasik seperti teka-teki, tembak-tembakkan, dan eksplorasi tetap menjadi inti permainannya.
Crystal Dynamics menegaskan bahwa dua proyek ini menunjukkan arah masa depan Tomb Raider yang ambisius. Legacy of Atlantis akan mengisi waktu penggemar pada 2026, sementara Tomb Raider: Catalyst dijadwalkan menyusul pada 2027. Kombinasi remake dan kelanjutan cerita ini memperkuat posisi Lara Croft sebagai ikon game petualangan. Dengan teknologi modern dan pendekatan naratif baru, seri ini siap menarik generasi pemain berikutnya. Tomb Raider pun tampaknya memasuki era baru tanpa melupakan akarnya. Info gamenya ada DI SINI.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post