Setelah harga resmi dan sistem reservasi Steam Machine akhirnya diumumkan, Valve mulai lebih terbuka membahas berbagai hal terkait perangkat barunya tersebut. Salah satu topik yang paling sering muncul tentu saja soal harga, karena banyak gamer merasa Steam Machine dibanderol cukup mahal dibanding konsol generasi saat ini, 1,049 USD atau sekitar 18 Jutaan Rupiah untuk termurahnya.
Valve mengakui bahwa harga Steam Machine memang lebih tinggi dari yang mereka harapkan. Menurut perusahaan, situasi ini bukan sepenuhnya kesalahan mereka. Sejak beberapa tahun terakhir, industri hardware terus dihantam krisis komponen akibat lonjakan kebutuhan AI. Dalam beberapa kasus, masalahnya bahkan bukan sekadar harga yang mahal, melainkan komponen tertentu memang sulit didapatkan di pasar.
Engineer Valve, Yazan Aldehayyat, mengatakan kepada Rock Paper Shotgun bahwa Steam Machine memang “lebih mahal dari yang diharapkan.” Meski begitu, ia menilai harga perangkat tersebut masih masuk akal jika dibandingkan dengan biaya merakit PC gaming dengan spesifikasi serupa. Namun ia juga mengakui bahwa tidak semua orang akan mampu menjangkaunya.
Menurut laporan IGN, Valve sebenarnya sempat berharap Steam Machine bisa dijual di kisaran harga yang mendekati Steam Deck. Sebagai perbandingan, model Steam Deck termurah saat ini dibanderol sekitar 789,99 USD. Sayangnya, harga final Steam Machine ternyata lebih dari 30% lebih tinggi dari target awal yang mereka inginkan.

Lalu kenapa Valve tidak melakukan subsidi seperti yang sering dilakukan produsen konsol? Dalam pernyataannya kepada The Verge, Valve menjelaskan bahwa menjual hardware di bawah biaya produksi tidak sesuai dengan filosofi mereka. Perusahaan percaya sistem yang lebih terbuka jauh lebih baik bagi pelanggan maupun industri dalam jangka panjang.
Valve juga menegaskan bahwa mereka melihat Steam Machine sebagai perpanjangan dari ekosistem PC gaming, bukan konsol tradisional. Menurut mereka, praktik menjual perangkat dengan harga rugi atau membeli konten eksklusif biasanya dilakukan untuk menciptakan ekosistem yang lebih tertutup. Karena itu, meski sadar harga Steam Machine cukup tinggi dan bisa membuat sebagian gamer mundur, Valve memilih tetap mempertahankan pendekatan mereka.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id













Discussion about this post