Mega Man Dual Override jadi seri utama klasik baru setelah Mega Man 11, dan kali ini ada beberapa hal menarik yang disiapkan untuk petualangan sang Blue Bomber. Mulai dari dua karakter playable dengan pengalaman bermain berbeda sampai sistem Custom Chip dan Override, tim developer ingin memberi pemain lebih banyak pilihan dalam menghadapi tantangan. Meski begitu, rasa puas setelah berhasil melewati bagian sulit tetap jadi pengalaman yang ingin mereka pertahankan.
Di Gamescom 2026, kami mendapat kesempatan ngobrol dengan tiga sosok di balik game ini, yaitu Shinya Ikuta selaku Director Mega Man Dual Override, Hiroyuki Minamitani selaku Producer Mega Man Dual Override, dan Shingo Izumi selaku Producer seri Mega Man. Obrolannya mencakup alasan di balik arah gameplay yang diambil, kehadiran Proto Man, desain boss dari fans, sampai rencana menjadikan game ini bagian dari perayaan ulang tahun ke-40 Mega Man.
Tetap Menantang, tapi Cara Melewatinya Makin Bebas

Bagi Shinya Ikuta, salah satu pengalaman paling penting dalam Mega Man ada pada siklus menghadapi tantangan, berhasil melewatinya, lalu merasakan kepuasan dari keberhasilan tersebut. Hal itulah yang ingin tetap dijaga sebagai inti permainan di Dual Override. Jadi, meskipun ada sistem baru yang memperluas pilihan pemain, rasa pencapaian setelah menaklukkan rintangan masih menjadi bagian utama dari pengalaman yang ingin diberikan tim developer.
“Menurut saya, salah satu pengalaman paling penting di Mega Man adalah menghadapi tantangan, berhasil melewatinya, lalu merasakan kepuasan setelahnya. Siklus itulah yang ingin kami pertahankan sebagai inti pengalaman bermain,” ujar Shinya Ikuta.

Bagian lain yang nggak kalah penting adalah mendapatkan Special Weapon setelah mengalahkan boss. Senjata baru ini memberi pemain cara tambahan untuk menghadapi tantangan berikutnya, sehingga kebebasan bermain terasa makin luas seiring progres. Ikuta ingin sensasi tersebut tetap ada di Dual Override, dengan pemain yang perlahan punya lebih banyak pilihan untuk menentukan pendekatan mereka sendiri ketika menjelajahi stage dan menghadapi rintangan.
Dari situ, Custom Chip dan Override diperkenalkan untuk memperluas cara menikmati Mega Man. Buat fans lama, keduanya diharapkan bisa memberi variasi tambahan dalam bermain, sementara pemain baru bisa memanfaatkan fitur seperti Custom Chip untuk membantu melewati stage yang terasa sulit. Tujuan akhirnya adalah memberi lebih banyak kebebasan sekaligus menjadikan Dual Override sebagai pintu masuk bagi orang yang baru pertama kali ingin mencoba seri ini.
Custom Chip buat Persiapan, Override buat Momen Sulit

Meski sama-sama menawarkan pilihan tambahan, Ikuta menjelaskan bahwa Custom Chip dan Override punya fungsi berbeda. Custom Chip lebih berfokus pada persiapan sebelum masuk ke stage. Di versi penuh, pemain bisa memilih dari kumpulan Chip yang sudah didapatkan, lalu menyusun konfigurasi berdasarkan gaya bermain favorit dan stage yang akan dihadapi. Artinya, ada unsur strategi dalam menentukan bekal yang dirasa paling cocok sebelum mulai beraksi.
Hal ini juga membedakan versi penuh dengan demo yang diperlihatkan. Dalam demo, pemain hanya bisa memilih tiga konfigurasi Chip yang sudah disiapkan, tetapi batasan tersebut memang khusus untuk versi demo. Nantinya, pemain bebas memilih sendiri dari Chip yang telah dikumpulkan dan menentukan pendekatan untuk setiap stage. Jadi, tiga pilihan yang tersedia di demo belum menggambarkan seluruh kebebasan kustomisasi yang disiapkan untuk game lengkapnya.
“Custom Chip lebih berfokus pada strategi dan persiapan. Sementara itu, Override bisa diaktifkan saat bermain setelah gauge-nya penuh, untuk memperkuat kemampuan sementara dan membantu pemain melewati situasi sulit,” ujar Shinya Ikuta.

Kalau Custom Chip dipikirkan sebelum memasuki stage, Override digunakan langsung ketika bermain. Setelah gauge terisi penuh, pemain bisa mengaktifkannya untuk meningkatkan kemampuan sementara, terutama saat terjebak dalam situasi sulit atau menghadapi bagian yang cukup menantang. Lewat dua fungsi berbeda ini, tim ingin memperluas kebebasan pemain sambil tetap mempertahankan inti gameplay Mega Man. Khusus buat pendatang baru, sistem tersebut juga diharapkan membantu mereka memperkuat kemampuan dan mencoba konten yang awalnya terasa susah.
Proto Man Bikin Stage yang Sama Punya Rasa Berbeda

Pemilihan nama Dual Override, alih-alih langsung menggunakan Mega Man 12, ternyata berkaitan dengan pengalaman bermain yang ingin ditawarkan. Hiroyuki Minamitani menjelaskan bahwa kata “Dual” mewakili beberapa hal, tetapi yang paling utama adalah gameplay dengan dua karakter, yaitu Mega Man dan Proto Man. Keduanya dirancang untuk menawarkan pengalaman berbeda, dan lewat nama tersebut, tim ingin menunjukkan bahwa cara menikmati permainan bisa berubah tergantung karakter yang digunakan.
“‘Dual’ mewakili beberapa hal, tetapi yang paling utama adalah gameplay dengan dua karakter. Lewat nama Dual Override, kami ingin menyampaikan bahwa pemain bisa menikmati game dengan cara berbeda tergantung karakter yang digunakan,” ujar Hiroyuki Minamitani.

Ikuta juga menyinggung trailer yang ditampilkan di The Game Awards dan setelahnya, yang sudah memperlihatkan karakter playable baru tersebut. Menurutnya, Proto Man merupakan karakter yang sudah lama ditunggu banyak fans. Sayangnya, tim belum bisa membagikan terlalu banyak detail mengenai perannya maupun gameplay-nya saat ini. Hal yang bisa mereka pastikan adalah memainkan stage yang sama menggunakan Mega Man dan Proto Man akan memberikan pengalaman yang sangat berbeda.
Perbedaan itu memang menjadi salah satu tujuan saat mendesain game ini. Tim ingin pemain mencoba ulang seluruh stage dengan kedua karakter dan menemukan keseruan masing-masing, termasuk setelah sebelumnya menyelesaikan sebuah stage menggunakan Mega Man. Dengan begitu, memainkan stage tersebut lagi sebagai Proto Man diharapkan tetap terasa berbeda. Untuk sekarang, pemain masih harus menunggu penjelasan lebih jauh soal mekaniknya, tetapi Ikuta berharap mereka nantinya mau mencoba keduanya dan merasakan sendiri perbedaannya.
Desain Boss dari Fans dan Bekal Pengalaman Mega Man 11

Selain sistem dan karakter playable, Dual Override juga melibatkan ide komunitas lewat kontes desain boss, dengan konsep terpilih dijadikan boss resmi di dalam game. Ketika ditanya seberapa banyak ide awal peserta yang akan dipertahankan, Minamitani menjelaskan bahwa desainnya tentu perlu sesuai dengan dunia dan konten permainan. Meski ada kebutuhan penyesuaian tersebut, tujuan tim tetap mempertahankan sebanyak mungkin konsep asli yang dikirimkan oleh pembuatnya.
“Kami ingin menghargai ide para kreator dan membawa sebanyak mungkin visi asli mereka ke dalam game,” ujar Hiroyuki Minamitani.

Untuk urusan tampilan, Dual Override menggunakan karakter dan lingkungan 3D sambil tetap mempertahankan gameplay side-scrolling. Saat membahas bagaimana pendekatan ini diterapkan agar platform, bahaya, dan serangan musuh tetap bisa terbaca dengan jelas tanpa membatasi desain stage, Ikuta menjelaskan bahwa tim sudah punya bekal dari pengerjaan Mega Man 11. Pengalaman tersebut membuat mereka nggak menemui kesulitan yang terlalu besar kali ini, karena sudah memahami cara menggunakan model 3D untuk menghadirkan pengalaman Mega Man side-scrolling.
Perayaan 40 Tahun yang Juga Mengajak Pemain Baru

Jadwal rilis Dual Override yang bertepatan dengan ulang tahun ke-40 Mega Man ternyata memang sudah direncanakan secara sengaja. Shingo Izumi mengonfirmasi bahwa tim menargetkan perilisan tersebut untuk ikut merayakan pencapaian seri ini. Harapannya, Dual Override bisa menjadi bagian dari perayaan yang memuaskan orang-orang yang mencintai Mega Man, sekaligus tetap bisa dinikmati pemain yang sama sekali belum pernah menyentuh game-nya.
“Kalau game ini bisa menjadi perkenalan pertama seseorang dengan Mega Man dan membuat mereka jadi fans seri ini, kami akan sangat senang,” ujar Shingo Izumi.
Sepanjang pengembangan, tim memberikan banyak perhatian agar game ini bisa dinikmati fans lama maupun pendatang baru. Menutup wawancara dengan pesan untuk fans Asia Tenggara, Ikuta mengingatkan bahwa Mega Man Dual Override dijadwalkan rilis pada 2027 sebagai bagian dari perayaan ulang tahun ke-40 tersebut. Ia percaya kedua kelompok pemain akan menemukan sesuatu yang bisa dinikmati, dan berharap orang-orang yang belakangan mulai tertarik pada Mega Man juga ikut mengikuti perkembangan game ini.

Minamitani turut mengajak pemain yang belum pernah mencoba Mega Man 1 sampai Mega Man 11 untuk memanfaatkan kesempatan ini buat mengenal sejarah serinya sekaligus mengasah kemampuan bermain game action 2D. Ia berharap para fans menantikan Dual Override dan timnya bisa mendapat kesempatan bertemu fans di Asia Tenggara pada masa mendatang. Pesan tersebut ditutup dengan ucapan terima kasih atas dukungan yang terus diberikan kepada Mega Man.
Mega Man: Dual Override akan dirilis pada tahun 2027 untuk PlayStation 5, Xbox Series, Switch, dan juga PC. Kamu bisa kunjungi situs resminya DI SINI untuk berbagai informasi lebih lanjut.
@gamerwk_id













Discussion about this post