Game baru MONGIL: STAR DIVE langsung kena sorotan hanya beberapa jam setelah rilis resminya. Game buatan Netmarble ini tiba-tiba jadi bahan perbincangan karena adanya gesture jari yang dianggap sensitif, khususnya di Korea Selatan.
Tidak butuh waktu lama, Netmarble langsung melakukan maintenance dadakan untuk memperbaiki berbagai hal. Menariknya, bukan cuma bug teknis yang diperbaiki, tapi juga animasi gesture jari dalam salah satu cutscene yang jadi sumber kontroversi. Dalam patch note resminya, mereka hanya menyebutkan perbaikan “animasi jari yang terlihat tidak natural” tanpa menjelaskan detail lebih jauh.

Buat pemain di luar Korea, gesture tersebut mungkin terlihat biasa saja dan tidak punya arti khusus. Namun di Korea Selatan, simbol seperti itu sudah lama dianggap sensitif karena sering digunakan sebagai bentuk sindiran tertentu. Bahkan beberapa brand besar seperti Apple dan Renault pernah kena protes karena kemiripan gesture yang sama.
Industri game sendiri juga sudah beberapa kali kena kasus serupa. Salah satu yang cukup ramai adalah Goddess of Victory: Nikke, di mana developer harus mengganti artwork dan menghadapi reaksi keras dari komunitas. Bahkan ada juga kasus di mana artist game mendapat tekanan hanya karena satu frame animasi yang dianggap mengandung makna tersembunyi.

Dalam kasus NIKKE waktu itu, developer Shift Up sampai meminta maaf secara terbuka dan menjelaskan bahwa ilustrasi tersebut dibuat oleh pihak eksternal tanpa maksud tertentu. Mereka juga merilis revisi serta memberikan kompensasi ke pemain, meskipun kontroversinya tetap cukup lama dibahas di komunitas.
Sementara itu, Netmarble memilih pendekatan yang lebih singkat dengan langsung memperbaiki tanpa membahas kontroversinya secara terbuka. Sebagai kompensasi maintenance, pemain mendapatkan Starlight Crystal x100. Saat ini, MONGIL: STAR DIVE sendiri sudah bisa dimainkan di platform Android, iOS, dan juga PC.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post