Ada banyak game co-op yang melemparkan kekacauan ke hadapan pemain lalu menyebutnya sebagai keseruan. Big Walk mengambil pendekatan yang berbeda. Ini adalah game petualangan co-op multiplayer yang menempatkan eksplorasi dan komunikasi sebagai fokus utama.
Big Walk sedang dikembangkan oleh House House, tim di balik Untitled Goose Game. Konsep game ini lahir dari masa lockdown COVID-19 pada tahun 2020, ketika tim pengembang banyak berinteraksi satu sama lain melalui video game dan ingin menciptakan sesuatu yang bisa menangkap perasaan menghabiskan waktu bersama seperti itu. Game ini direncanakan rilis untuk PC dan PlayStation 5, dengan dukungan cross-play antara kedua platform. Jendela rilis yang disebutkan saat ini adalah akhir tahun ini.
Big Walk mendukung hingga 12 pemain. Game ini memiliki tiga konfigurasi permainan: dua pemain, tiga pemain, dan empat pemain atau lebih. Sesi preview yang kami ikuti mencakup area tutorial dan dimainkan bersama lima pemain. Meskipun hanya area tutorial, ukurannya cukup besar sehingga pemain bisa berpencar dan menjelajah ke berbagai arah. Hal ini langsung membuat alat komunikasi terasa sebagai kebutuhan, bukan sekadar fitur tambahan.
Catatan: Sesi ini di-host oleh seseorang di Amerika Serikat, sementara para pemain terhubung dari Asia Tenggara. Karena itu, sesekali terjadi putus koneksi. Namun di luar kendala jarak tersebut, game berjalan dengan baik. Perlu dicatat kalau bermain dengan host dan pemain yang berada di wilayah yang berdekatan kemungkinan akan memberikan pengalaman yang lebih lancar.
Komunikasi dan Eksplorasi
Komunikasi adalah inti dari cara kerja Big Walk, dan game ini menawarkan lebih dari satu cara untuk melakukannya. Proximity voice chat dan text chat sama-sama tersedia dan terasa nyaman digunakan. Proximity text chat memiliki detail menarik: semakin jauh jarak seseorang, semakin sulit teks mereka untuk dibaca. Ini adalah detail kecil, tetapi berhasil memperkuat kesan adanya jarak nyata antar pemain secara alami.
Selain suara dan teks, pemain juga bisa menggerakkan tangan mereka ke berbagai arah sebagai cara untuk memberi sinyal kepada pemain lain. Kedengarannya sederhana, tetapi ternyata sangat berguna, terutama saat menyelesaikan puzzle yang membutuhkan koordinasi. Ketika pemain tersebar di area peta yang lebih luas, alat seperti laser pointer dan teropong menjadi penting untuk membantu mengarahkan rekan tim menuju tujuan yang tidak mudah mereka lihat atau capai sendiri.

Papan tulis juga diperlihatkan selama sesi preview sebagai lapisan tambahan untuk membantu navigasi. Fungsinya tampak praktis dalam membantu pemain menemukan jalan, dan dari apa yang diperlihatkan, kemungkinan juga memiliki peran dalam beberapa puzzle.
Puzzle dalam game ini dibangun di sekitar mekaniknya sendiri. Gestur tangan, proximity chat, dan berbagai alat yang tersedia bagi pemain semuanya berkontribusi pada cara puzzle diselesaikan, sehingga sistem komunikasi dan desain puzzle terasa saling terhubung, bukan terpisah. Selain itu, kemungkinan ada beberapa puzzle yang secara khusus dirancang dengan komunikasi yang dibatasi, di mana pemain mungkin kehilangan kemampuan untuk berbicara satu sama lain sepenuhnya dan harus mengandalkan gestur atau cara alternatif lainnya untuk menyelesaikan tantangan.

Selama sesi preview, game ini juga menampilkan siklus siang dan malam, dan fitur tersebut bukan hanya untuk menciptakan suasana. Pada malam hari, pemain harus mengambil bola-bola bercahaya dan membawanya untuk menerangi jalur di depan mereka. Mekanik sederhana ini memengaruhi cara pemain bergerak menjelajahi dunia dan membuat mereka terus memperhatikan lingkungan sekitar, bukan sekadar terus berjalan maju. Alat lain yang diperlihatkan adalah kembang api, yang bisa membantu pemain berkomunikasi atau bernavigasi dalam jarak jauh pada malam hari tanpa harus berada berdekatan satu sama lain.
Dibandingkan game co-op lain dalam genre yang sama yang sering mengandalkan kekacauan atau mekanik unik untuk menciptakan hiburan, Big Walk menempatkan eksplorasi dan pemecahan puzzle melalui kerja sama sebagai fokus utamanya. Unsur kocaknya tetap ada, tetapi muncul dari interaksi antar pemain, bukan dari sistem yang sengaja dirancang untuk menciptakannya.
Desain Map dan Style Visual
Desain petanya tampak dibangun dengan mempertimbangkan alur pergerakan pemain. Selama sesi preview, kelompok kami menjelajah ke arah perairan dan berakhir di lokasi yang berpotensi membuat pemain terjebak. Namun, kami bisa melompat dan kembali ke jalur sebelumnya tanpa kesulitan. Ini menunjukkan kalau tim developer telah memikirkan cara agar pemain tidak terjebak di jalan buntu yang tidak bisa mereka tinggalkan. Hal ini mungkin terdengar sederhana, tetapi sangat penting dalam game yang mendorong eksplorasi bebas.

Berdasarkan desain petanya, pemain memang didorong untuk berpencar. Beberapa tantangan dirancang agar kelompok-kelompok kecil menyelesaikan puzzle yang tersebar di area yang berjauhan, dan beberapa alat dalam game memang hadir khusus untuk membantu pemain tetap terhubung meskipun terpisah. Kelompok bisa berpisah, menyelesaikan tantangan masing-masing, lalu berkumpul kembali untuk berbagi informasi yang mereka temukan.
Karakter dalam game bergerak dengan cara yang lucu dan ekspresif, sesuai dengan nuansa keseluruhan yang ingin dibangun. Penampilan mereka menyerupai burung, meskipun hal tersebut tidak pernah dijelaskan atau dikonfirmasi secara resmi selama sesi preview. Desain tersebut sejalan dengan gaya visual ringan dan ceria yang jelas ingin dihadirkan oleh game ini. Animasinya menambah kesenangan saat melihat anggota kelompok bergerak dan berinteraksi dengan dunia di sekitar mereka, sesuatu yang terasa disengaja mengingat aktivitas menghabiskan waktu bersama memang menjadi bagian penting dari identitas Big Walk.

Pemain bisa mengambil dan berinteraksi dengan berbagai objek di dunia permainan, serta menendangnya ke sana kemari. Ini mungkin fitur kecil, tetapi membantu menciptakan kesan kalau dunia game ini memang dirancang untuk dimainkan dan dieksplorasi, bukan sekadar dilalui.
Game ini juga memiliki berbagai elemen interaktif kecil yang tersebar di berbagai lokasi, seperti stasiun musik dan beragam alat serta mainan yang bisa digunakan untuk bersenang-senang. Elemen-elemen ini tidak terkait dengan objektif utama, melainkan hadir untuk memberi pemain sesuatu yang bisa dilakukan saat berpindah dari satu area ke area lainnya.
Apa yang Menanti di Masa Depan?

Setelah sesi preview ini berakhir, terungkap jelas memang kalau masih ada area yang jauh lebih besar di luar wilayah yang diperlihatkan. Area tutorial saja sudah cukup luas dan memberikan banyak hal untuk dieksplorasi selama sesi berlangsung, sehingga mengetahui kalau masih ada area yang lebih besar setelahnya memberikan gambaran tentang seberapa besar skala game ini nantinya.
Big Walk tampaknya merupakan game yang menemukan nilai utamanya dari waktu yang dihabiskan bersama orang-orang yang bermain denganmu. Puzzle memberikan tujuan untuk dicapai, berbagai alat membantu pemain tetap terhubung, dan dunia permainannya menyediakan ruang untuk sekadar menikmati kebersamaan. Entah sedang memecahkan puzzle atau mencuri barang milik teman lalu menendangnya ke laut, kombinasi pengalaman inilah yang tampaknya menjadi inti dari Big Walk.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post