CEO baru Xbox, Asha Sharma, kembali memberikan sinyal bahwa pendekatan Xbox ke depan akan berbeda dari era sebelumnya. Jika sebelumnya Xbox sempat menggambarkan konsol generasi berikutnya sebagai perangkat premium dan kelas atas, Sharma kini mengakui bahwa harga hardware yang terus naik menjadi masalah besar bagi industri.
Dalam wawancara terbarunya, Sharma berbicara cukup terbuka mengenai kondisi pasar hardware saat ini. Menurutnya, biaya produksi perangkat gaming terus meningkat dengan sangat cepat. Ia bahkan menyebut industri konsol sedang berada dalam situasi yang cukup sulit karena biaya yang biasanya turun seiring umur generasi konsol justru melonjak jauh lebih tinggi dari yang diharapkan.

“Untuk hardware, saat ini kita sedang menghadapi krisis. Seluruh industri juga merasakannya,” ujar Sharma. Ia menjelaskan bahwa biaya yang biasanya berada di sekitar 50% dari biaya saat peluncuran kini meningkat hingga 2,75 kali lipat. Karena itu, menurutnya menaikkan harga bukan satu-satunya solusi yang bisa dilakukan.
Sharma mengatakan Xbox sedang mempertimbangkan berbagai model bisnis baru untuk masa depan. Ia bahkan mengaku sulit membayangkan gamer dalam jumlah besar mau atau mampu mengeluarkan ribuan dolar hanya untuk membeli satu generasi konsol baru. Karena alasan itulah, Xbox mulai memikirkan pendekatan yang berbeda dibanding sekadar membuat konsol paling kencang dan paling premium di pasar.

Meski begitu, Sharma memastikan bahwa proyek konsol generasi berikutnya yang saat ini dikenal dengan nama Project Helix tetap akan menghadirkan berbagai fitur yang sebelumnya sudah dibahas, seperti kompatibilitas dengan game PC, backward compatibility, serta performa yang sangat tinggi. Namun menurutnya, Xbox juga harus membuat perangkat tersebut menarik dari sisi lain, bukan hanya soal spesifikasi.
Sebelumnya, pernyataan mantan petinggi Xbox seperti Sarah Bond yang menyebut konsol baru Xbox akan menjadi perangkat “sangat premium” sempat memicu kekhawatiran di kalangan gamer. Banyak yang merasa harga konsol generasi berikutnya bisa menjadi terlalu mahal.
Saat ini bukan hanya Xbox yang menghadapi masalah tersebut, karena hampir semua produsen hardware juga mengalami kenaikan biaya produksi, termasuk Nintendo yang akan menaikkan harga Nintendo Switch 2 pada September mendatang. Meski belum menjelaskan detail rencananya, pernyataan Sharma setidaknya menunjukkan bahwa Xbox sadar pendekatan baru dibutuhkan agar konsol masa depan tetap terjangkau bagi lebih banyak pemain.
Sumber: Fortune
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id













Discussion about this post