Dengan persiapan rilisnya expansion Endless Ragnarok yang semakin dekat, komunitas Granblue Fantasy: Relink tidak kekurangan pertanyaan mengenai ekspansi tersebut, dan Cygames siap memberikan jawabannya.
Selain wawancara eksklusif kami, Cygames juga membuka sesi media yang lebih luas di mana Creative Director Tetsuya Fukuhara dan Director Endless Ragnarok Sanshiro Hidaka menjawab pertanyaan dari berbagai media di seluruh wilayah.
Percakapan tersebut mencakup berbagai topik, mulai dari absennya karakter-karakter favorit fans hingga bagaimana tim developer menyeimbangkan permainan solo dan co-op. Pembahasannya menyentuh berbagai hal yang kemungkinan besar pernah dipikirkan oleh hampir setiap pemain Granblue Fantasy Relink setidaknya sekali. Berikut adalah beragam highlight dari sesi tersebut.

Apa yang Diajarkan Pemain ke Developer
Setelah Relink dirilis, komunitas tidak membutuhkan waktu lama untuk membongkar berbagai sistem dalam game, menemukan build yang optimal, serta menemukan mekanik yang tidak sengaja muncul dan bahkan tidak sepenuhnya diperkirakan oleh para developer sendiri.
Ketika ditanya apakah pemain akhirnya mengajarkan sesuatu yang mengejutkan kepada tim mengenai game mereka sendiri, Fukuhara sudah memiliki jawabannya. “Hal yang paling melekat bagi saya adalah serangan segitiga milik Lancelot. Semua orang mulai menggunakannya jauh lebih sering daripada yang kami perkirakan, dan hal tersebut benar-benar mengejutkan. Namun kami tahu kalau kami perlu melakukan penyesuaian terhadapnya untuk Endless Ragnarok.”
Hidaka menjelaskan kalau penemuan semacam ini sebenarnya bukan sesuatu yang asing dari sisi pengembangan. “Developer kami sebenarnya sudah cukup ahli dalam merusak game mereka sendiri, jadi mereka juga bisa menemukan hal-hal seperti itu.” Tapi melihat komunitas berinteraksi dengan game pada tingkat tersebut memberikan dampak langsung terhadap bagaimana Endless Ragnarok dirancang dan diseimbangkan.
Gameplay Solo, AI Companion, dan Balancing Co-Op
AI companion dalam Granblue Fantasy: Relink mendapatkan banyak pujian karena membuat permainan solo terasa memungkinkan dan menyenangkan. Tim developer juga menghabiskan banyak usaha untuk memastikan kalau AI tersebut tetap mampu mengikuti mekanik yang lebih kompleks dalam Endless Ragnarok.
Hidaka mengatakan: “Kami mendapatkan banyak masukan positif mengenai companion yang dikendalikan AI di Relink, jadi kami benar-benar ingin mempertahankan companion yang stabil untuk Endless Ragnarok. Karena itu, kami melakukan banyak pekerjaan untuk menyesuaikan mereka agar mereka bisa mengikuti konten baru.”
AI memang tidak akan mampu menyamai pemain manusia yang terampil dalam hal damage mentah. Tapi AI tetap memiliki keunggulan di beberapa aspek lain. Fukuhara menjelaskan perbedaan utamanya: “Pemain akan menggunakan combo yang sudah dioptimalkan dan mereka bisa terus menyerang dengan cara yang optimal. Namun CPU akan melakukan satu aksi atau beberapa aksi, lalu mungkin harus berhenti untuk menghitung apa yang harus dilakukan setelah itu.”

“Jadi pemain bisa terus memberikan damage sepanjang waktu. CPU memiliki total damage yang tinggi, tetapi ada celah di mana pemain akan tampil lebih baik.” Untuk sisi pertahanan, bagaimanapun juga CPU terkadang bisa mengungguli pemain manusia yang belum memahami pola serangan bos tertentu.
Hal ini karena AI jauh lebih konsisten dalam melakukan dodge dan block. Hidaka memberikan satu contoh: “Jika kalian mati tergeletak di tanah, CPU sebenarnya jauh lebih cepat dibandingkan pemain sungguhan dalam menyadari hal tersebut dan menghidupkan kalian kembali.”
“Bahkan ketika mereka sedang menghidupkan kalian, mereka sangat bagus dalam menghindari serangan dan kembali ke posisi aman. Sementara pemain sungguhan mungkin memiliki kepentingan lain selain menghidupkan kalian.”
Enam Karakter Baru dan Alasan Pemilihannya
Endless Ragnarok menambahkan enam karakter baru yang bisa dimainkan ke dalam roster. Alasan di balik pemilihan masing-masing karakter ternyata lebih dipikirkan daripada yang mungkin terlihat. Fukuhara secara terbuka mengatakan kalau pemilihannya berasal dari kombinasi berbagai faktor.
“Ada sedikit dari semuanya yang menjadi pertimbangan dalam memilih karakter-karakter ini.” Gallanza dan Maglielle sebagian dipilih karena permintaan fans. Tapi pihak tim juga memiliki keinginan sendiri untuk melihat mereka beraksi bersama karakter Id.
Beatrix dan Eustace dipilih untuk melengkapi kelompok Society, yang sebelumnya sudah memiliki Zeta dan Vaseraga di game utama. Fukuhara menjelaskan: “Bahkan dalam game kami yang lain, jika kalian memiliki Zeta atau Vaseraga, para fans kami mungkin juga berharap kalau keempat karakter tersebut akan menjadi karakter utama dalam game dan kelompok tersebut menjadi lengkap.”
Fraux dan Fediel dipilih sebagian karena mereka belum muncul dalam Granblue Fantasy Versus. Pemilihan tersebut memberikan kesempatan bagi pemain yang lebih mengenal franchise ini melalui game konsol untuk bertemu dengan karakter yang mungkin belum pernah mereka temui sebelumnya.
Fukuhara menambahkan: “Kami merasa mereka akan sangat menarik untuk diekspresikan dalam dunia game ini. Selain itu, kami juga merasa memasukkan karakter-karakter tersebut akan menjadi kejutan yang menyenangkan bagi para fans.”
Desain Boss dan Dari Mana Tantangan Itu Berasal
Ketika para fans menyebut Lucilius sebagai salah satu bagian terbaik dari Relink dan bertanya apa yang bisa mereka harapkan dari Endless Ragnarok dalam hal tersebut, Fukuhara menjelaskan kalau filosofi tim mengenai tingkat kesulitan boss telah mengalami perubahan.
Fukuhara mengatakan: “Untuk Relink, terutama dengan Lucilius, dia benar-benar menguji refleks kalian. Jadi, dari situlah sumber tantangannya berasal. Namun, dalam tingkat kesulitan baru ini, ada mekanik baru yang lebih berfokus pada ingatan, strategi, atau kemampuan melihat informasi visual dan bereaksi terhadap informasi tersebut, dibandingkan hanya mengandalkan insting murni.”

Perubahan tersebut memang disengaja. Membuat setiap pertarungan memiliki tingkat tuntutan seperti Lucilius akan membuat sebagian besar pemain tidak bisa mengakses konten tersebut sama sekali. Fukuhara kemudian menjelaskan: “Jika kami menambahkan boss yang tingkat kesulitannya sama seperti Lucilius, hal tersebut benar-benar membatasi jumlah pemain yang bisa memainkan konten tersebut. Jadi kami ingin menciptakan lingkungan di mana pemain bisa memainkan cerita Endless Ragnarok hingga akhir tanpa harus menghadapi sesuatu seperti Lucilius.”
Tapi hal tersebut bukan berarti batas tingkat kesulitannya diturunkan. Dengan adanya Master Traits yang meningkatkan kekuatan karakter ke tingkat baru, ekspansi ini tetap memiliki konten yang bahkan lebih sulit daripada Lucilius bagi pemain yang ingin mencarinya. Fukuhara memastikan: “Kami sudah menyiapkan beberapa tantangan yang sesuai setelah kredit selesai untuk Endless Ragnarok.”
Alasan Kehadiran The World Sebagai Boss
Masuknya The World sebagai salah satu boss awal dalam ekspansi juga memiliki alasan khusus. Selain karena dia merupakan karakter populer dari game mobile, dia memiliki hubungan cerita langsung dengan karakter baru, Fraux.
Fukuhara berkata: “Karena kami memiliki Fraux, kami tahu kalau kami perlu memasukkan The World.” Expansion ini juga memperkenalkan boss yang sepenuhnya baru, termasuk kepiting raksasa yang ditampilkan dalam demo hands-on, serta Ragnalia, kelompok musuh yang dibuat sepenuhnya khusus untuk Endless Ragnarok.
Masuk ke Dalam Game, Baik Sebagai Pemain Baru Maupun Pemain Lama
Salah satu pertanyaan yang lebih praktis dalam sesi tersebut adalah bagaimana pemain baru bisa mengejar konten Endless Ragnarok tanpa adanya fitur skip. Fukuhara memastikan kalau memang tidak ada jalan pintas langsung. Tapi dia menunjuk Conflux sebagai jalur paling efisien.
Fukuhara mengatakan: “Jika kalian benar-benar ingin mencapai konten Endless Ragnarok sebagai pemain yang benar-benar baru, kalian bisa memainkan The Conflux berulang kali. Itu adalah cara tercepat untuk mengejar ketertinggalan.”
Mode tersebut juga menyediakan material yang bisa mempercepat perkembangan senjata dan karakter, dan menyelesaikannya seharusnya membuat pemain berada dalam kondisi yang cukup baik untuk menghadapi quest dengan tingkat kesulitan lebih tinggi seperti Maniac dan Proud di Relink.
Hidaka menambahkan kalau sistem Backup Character memberikan lapisan bantuan tambahan bagi pemain baru. Pemain bisa meminjam karakter yang sudah dikembangkan sepenuhnya dari roster pemain lain dan membawanya ke dalam party mereka sendiri. Dengan begitu, pemain baru bisa memanfaatkan progres pemain veteran untuk menyelesaikan konten dengan lebih nyaman sambil tetap membangun karakter mereka sendiri.
Untuk Pemain Lama yang Ingin Menikmati Cerita Tambahan

Bagi pemain lama yang ingin menikmati bagian cerita baru yang ditambahkan ke game utama, Fukuhara menyarankan untuk melanjutkan dari save data lama daripada memulai ulang. Bagian cerita baru yang ditambahkan ke bagian awal game akan aktif secara otomatis ketika pemain menggunakan save lama, sehingga tidak ada risiko melewatkannya.
Fukuhara mengatakan: “Tapi jika kalian ingin menikmatinya dalam urutan kronologis yang benar-benar sempurna, akan lebih ideal untuk memainkan ulang game dari awal.” Sementara itu, pemain Switch 2 yang datang ke game melalui platform baru tetap akan memulai dari awal.
Mengenai Mini-game di Conflux
Mengenai mini-game dalam Conflux, Fukuhara menjelaskan kalau memilih mini-game dibandingkan pertarungan biasa tidak memberikan keuntungan khusus yang berarti.
Fukuhara mengatakan: “Tidak ada keuntungan khusus. Salah satu cara melihatnya adalah terkadang mini-game lebih cepat dibandingkan pertarungan, jadi bagi orang yang ingin menyelesaikannya lebih cepat, itu bisa menjadi salah satu cara.”
“Tujuan utamanya adalah memberikan variasi bagi orang-orang yang menyukai mini-game.” Tapi mini-boss memang memberikan hadiah yang lebih besar bagi pemain yang bersedia menghadapi pertarungan yang lebih sulit.
Progression Setelah Melewati Level Cap
Bagi pemain yang sudah memaksimalkan karakter mereka dalam Granblue Fantasy: Relink dan bertanya seberapa jauh mereka masih bisa berkembang, Hidaka menjelaskan seberapa banyak sistem baru yang telah ditambahkan. Batas level asli yaitu level 100 tetap ada.
Tapi setelah itu ada sistem Master Level yang terbuka. Sistem ini memberikan akses kepada Master Traits dan meningkatkan kekuatan karakter secara signifikan. Selain itu, senjata baru, sistem upgrade Transcendence, dan mastery tambahan juga ditambahkan di atas sistem progression yang sudah ada sebelumnya.
Hidaka mengatakan: “Semua elemen progression telah diperluas.” Bahkan pemain yang mencapai tingkat tertinggi dalam sistem Master Level dan memaksimalkan gaya bertarung mereka masih tetap memiliki perkembangan yang bisa dikejar. Hidaka kemudian menambahkan: “Jika kalian berada di tahap late game yang benar-benar akhir, masih tetap ada progression yang bisa diperoleh bahkan di tahap permainan paling akhir.”
Pesan ke Komunitas Global dan Masa Depan Granblue Fantasy: Relink
Kedua director mengatakan kalau mereka tidak memisahkan masukan pemain berdasarkan negara atau wilayah. Mereka memperlakukan seluruh basis pemain sebagai satu komunitas yang sama. Hidaka menjelaskan kalau pendapat yang mereka terima ternyata sangat konsisten, tidak peduli dari mana asalnya.
Hidaka mengatakan: “Pendapat pemain Jepang sangat mirip dengan pendapat pemain Amerika, yang juga sangat mirip dengan pendapat pemain Asia Tenggara, dan tampaknya juga serupa dengan pendapat pemain Eropa. Jadi komunitas kami tampaknya cukup bersatu.”
Fukuhara juga membahas arti penting bagi Cygames dalam memperluas kehadiran mereka di dunia game konsol. Dia mengatakan kalau kesempatan untuk terhubung dengan media dan pemain dari seluruh dunia adalah sesuatu yang sedang secara aktif mereka manfaatkan. Dia menambahkan: “Melalui Endless Ragnarok, kami berharap semakin banyak fans menemukan game ini. Dan itulah yang benar-benar ingin kami capai.”

Dia juga menyampaikan harapannya kalau fitur baru Assist Mode bisa membantu menarik pemain yang mungkin biasanya menghindari game action. Dengan adanya fitur tersebut, mereka bisa memiliki cara untuk bermain bersama teman-teman mereka dan ikut bergabung dalam dunia Relink.
Ketika membahas apa yang akan terjadi setelah Endless Ragnarok, Fukuhara memberikan jawaban yang cukup hati-hati mengenai masa depan Granblue Fantasy: Relink. Expansion dengan skala yang sama seperti Endless Ragnarok bukan sesuatu yang bisa dikonfirmasi oleh tim saat ini.
Tapi dia juga tidak menutup kemungkinan tersebut. Fukuhara mengatakan “Bisa saja itu menjadi ekspansi besar lain seperti Endless Ragnarok, bisa juga menjadi sebuah sekuel penuh. Kemungkinan tersebut benar-benar bergantung pada apa yang terjadi setelah kami meluncurkan game ini dan melihat bagaimana respons para pemain.”
Hidaka juga menyampaikan hal yang serupa. Dia menekankan kalau hubungan antara developer dan komunitas pemain tetap menjadi bagian utama dalam menentukan bagaimana tim akan bergerak ke depan. Hidaka mengatakan: “Kami masih memiliki lebih banyak fitur yang ingin diumumkan. Jadi saya tidak sabar agar semua orang bisa mencoba game ini, dan saya juga tidak sabar mendengar pendapat mereka. Mainkan gamenya, berikan kami masukan, dan ceritakan sebanyak yang kalian mau. Hal tersebut secara langsung berhubungan dengan bagaimana kami mengembangkan game.”
Granblue Fantasy: Relink – Endless Ragnarok akan dirilis pada 9 Juli 2026. Kamu bisa kunjungi situs resminya DI SINI untuk berbagai informasi lebih lanjut.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post