gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Nyobain Stranger Than Heaven – Pertarungan Brutal Jadi Daya Tarik Utama

Taufik by Taufik
July 22, 2026
in Konsol, PC, PlayStation 5, Review, Xbox Series S, Xbox Series X
0
Stranger Than Heaven jadi salah satu game yang paling menarik perhatian dari Ryu Ga Gotoku Studio. Simak impresi hands on kami!

Stranger Than Heaven jadi salah satu game yang paling menarik perhatian dari Ryu Ga Gotoku Studio. Simak impresi hands on kami!

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Stranger Than Heaven jadi salah satu game yang paling menarik perhatian dari Ryu Ga Gotoku Studio. Dalam sesi hands-on kali ini, demo memang sengaja difokuskan untuk memperlihatkan sistem pertarungannya, dengan total tiga stage yang mengambil latar tiga era dan kota berbeda. Stage pertama berlangsung di Kokura, Fukuoka tahun 1915 sebagai tahap perkenalan, lalu berlanjut ke Kure, Hiroshima tahun 1929 dengan tingkat kesulitan menengah, dan ditutup di Minami, Osaka tahun 1943 yang jauh lebih menantang.

Menurut informasi dari sang developer, cerita utama Stranger Than Heaven sendiri akan berlangsung selama 50 tahun. Selain tiga kota yang ada di demo, versi penuh nantinya juga akan menghadirkan Atami, Shizuoka tahun 1951 serta Shinjuku, Tokyo tahun 1965. Stranger Than Heaven benar-benar merupakan IP baru yang sepenuhnya terpisah dari seri Like a Dragon. Sistem pertarungan, karakter, hingga cara berceritanya dibuat berbeda.

Karakter utamanya adalah Daito Makoto, seorang keturunan Jepang-Amerika yang harus menghadapi diskriminasi karena darah campurannya. Setelah menyelinap ke Jepang dengan menumpang kapal secara ilegal, dirinya kemudian terseret ke dalam kisah panjang dunia yakuza yang berlangsung selama beberapa dekade. Mari simak preview kami!

Tiap Era Punya Nuansa Visual yang Berbeda

Salah satu hal yang langsung terasa selama mencoba demo adalah bagaimana setiap era memiliki tampilan visual yang berbeda. Ryu Ga Gotoku Studio menggunakan pencahayaan dan filter yang disesuaikan dengan gambaran orang-orang terhadap periode waktu tersebut.

Hasilnya, masing-masing kota dan era terasa memiliki identitas yang kuat. Pergantian warna, pencahayaan, hingga atmosfer membuat perpindahan waktu benar-benar terasa dan membantu pemain lebih mudah tenggelam dalam suasana setiap zaman.

Interface Simpel dengan Sistem Stamina yang Unik

Secara keseluruhan, tampilan UI atau antarmuka Stranger Than Heaven terlihat bersih dan mudah dipahami. Di bagian kiri bawah terdapat indikator kesehatan berbentuk lingkaran yang menyerupai piringan hitam. Di sekelilingnya terdapat efek menyerupai gelombang suara yang ikut bergerak mengikuti setiap aksi karakter.

Bagian tersebut berfungsi layaknya stamina di game aksi pada umumnya, tetapi tidak menggunakan bar yang terus berkurang. Sebagai gantinya, sistem ini memakai perubahan warna. Awalnya indikator berwarna putih. Setelah menerima serangan berturut-turut atau berhasil melakukan block beberapa kali, warnanya berubah menjadi kuning. Jika berhenti menerima serangan, warnanya perlahan kembali menjadi putih.

Apabila indikator berubah menjadi merah lalu kembali terkena serangan, karakter utama akan langsung roboh karena kehabisan tenaga. Dalam kondisi tersebut pemain hanya bisa berguling atau melakukan block tanpa bisa melakukan parry sampai karakternya pulih.

Musuh juga memiliki sistem yang serupa, hanya saja fungsinya lebih mirip Stagger Bar. Saat indikator mereka berubah menjadi merah, pemain bisa langsung melakukan eksekusi.

Sistem Pertarungan yang Membagi Kontrol Kiri dan Kanan

Hal paling unik dari Stranger Than Heaven tentu datang dari sistem pertarungannya. Game ini membagi kontrol tubuh bagian kiri dan kanan menjadi input yang berbeda. Tombol LB dan LT mengendalikan tangan atau kaki kiri, sedangkan RB dan RT digunakan untuk sisi kanan. Menekan tombol secara singkat menghasilkan serangan ringan, sementara menahan tombol akan mengeluarkan serangan berat. Menekan kedua trigger secara bersamaan akan memicu aksi grab atau eksekusi.

Di atas kertas konsep ini memang terdengar sederhana, tetapi saat dimainkan ternyata butuh waktu untuk membiasakan diri. Kebiasaan bermain game action lain justru sering membuat jari salah menekan tombol. Niat melakukan block malah berubah menjadi pukulan, atau ingin menyerang justru tanpa sengaja melakukan dodge. Setelah mulai terbiasa, sistem ini terasa jauh lebih masuk akal dan memberikan sensasi bertarung yang berbeda dibanding game action pada umumnya.

Untuk senjata, pemain dapat menggantinya menggunakan tombol Y atau △. Demo menyediakan dua pilihan, yaitu pisau dapur yang cepat tetapi memiliki jangkauan pendek, serta linggis yang jauh lebih lambat namun memiliki area serangan luas.

Keduanya punya fungsi masing-masing. Linggis sangat efektif menghadapi banyak musuh karena satu ayunan bisa mengenai beberapa lawan sekaligus. Sebaliknya, pisau dapur jauh lebih cocok dipakai saat menghadapi musuh kuat dalam pertarungan satu lawan satu.

Selama demo tidak terlihat adanya sistem durability maupun senjata yang bisa rusak. Menurut pengembang, versi penuh nantinya akan menghadirkan hingga 12 jenis senjata berbeda.

Menariknya lagi, begitu karakter mulai menggunakan senjata, nuansa pertarungan langsung berubah drastis. Bobot setiap serangan terasa jauh lebih berat. Desain senjatanya pun dibuat menyerupai alat-alat yang benar-benar digunakan pada masa itu, seperti pisau dapur atau palu besar, bukan sekadar senjata bergaya khas video game.

Serangan Lanjutan dan Sistem Bertahan yang Menantang

Selain serangan biasa, pemain juga bisa melanjutkan serangan setelah berhasil menjatuhkan lawan. Karakter akan menaiki tubuh musuh dan menghajarnya dengan pukulan bergantian menggunakan tangan kiri dan kanan. Sementara itu, musuh yang berada di bawah juga akan mencoba menahan pukulan menggunakan tangan yang sesuai dengan arah serangan.

Menariknya, pemain tidak selalu harus menghabiskan Stagger Bar lawan untuk menjatuhkannya. Beberapa serangan dengan dampak besar, seperti tendangan charge, juga mampu langsung membuat musuh terjatuh.

Sistem bertahan terdiri dari dodge dan block. Dodge memiliki dua jenis, yaitu dodge biasa dan perfect dodge. Jika berhasil melakukan perfect dodge, waktu akan melambat sesaat sehingga pemain mendapat kesempatan melancarkan serangan balasan dengan damage yang lebih besar dibanding serangan normal.

Sementara itu, block bisa dilakukan menggunakan tangan kosong maupun senjata. Namun pemain tidak bisa menahan serangan musuh yang menggunakan senjata apabila bertarung tanpa senjata. Block juga menghabiskan stamina sehingga tidak bisa digunakan terus-menerus. Jika stamina sudah berada di kondisi merah lalu menerima serangan lagi, karakter akan langsung terjatuh dan berada dalam posisi yang sangat rentan.

Game ini juga memiliki sistem parry. Caranya adalah menahan block, membaca arah datangnya serangan musuh, lalu menekan serangan ringan pada sisi yang sesuai. Jika berhasil, lawan akan mengalami stagger besar sekaligus menerima damage tinggi. Hanya saja timing untuk melakukan parry sangat sempit sehingga membutuhkan latihan agar bisa dilakukan secara konsisten.

Ada satu mekanik lain yang cukup menarik. Jika salah satu tangan karakter ditangkap musuh, pemain cukup memukul menggunakan tangan yang masih bebas untuk melepaskan diri. Tidak ada adegan menekan tombol QTE secara berulang seperti yang sering ditemui di banyak game action lainnya.

Duel yang Benar-Benar Menguji Kemampuan

Demo juga menghadirkan pertarungan melawan lawan kuat yang menggunakan pedang. Duel ini menjadi salah satu bagian paling sulit selama sesi hands-on.

Untuk mengalahkannya dibutuhkan beberapa kali percobaan, memanfaatkan parry secara presisi, melakukan grab di waktu yang tepat, menggunakan serangan berdampak besar untuk menjatuhkan lawan, lalu mengakhirinya dengan serangan lanjutan saat musuh sudah berada di tanah. Ritme pertarungannya benar-benar menegangkan dari awal sampai akhir.

Kesimpulan

Setelah mencobanya secara langsung, Stranger Than Heaven jelas bukan game action yang mengejar combo panjang dengan tempo super cepat. Sistem pertarungannya justru lebih lambat, penuh perhitungan, dan mengajak pemain membaca setiap gerakan lawan sebelum mengambil keputusan.

Setiap aksi terasa memiliki bobot yang besar dan sangat cocok dengan suasana dunia yang keras serta penuh kekerasan di era tersebut. Pemain juga tidak bisa mengandalkan satu strategi dari awal sampai akhir karena harus terus berganti antara menyerang, bertahan, melakukan counter, hingga memanfaatkan setiap celah yang muncul.

Memang masih ada beberapa bagian yang terasa perlu dipoles sebelum versi final dirilis. Namun arah desain pertarungan yang berbeda dari kebanyakan game action saat ini sudah berhasil meninggalkan kesan yang sangat kuat, sekaligus membuat Stranger Than Heaven menjadi salah satu game yang semakin layak untuk dinantikan.

Stranger Than Heaven akan dirilis pada 15 Januari 2027.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id
Tags: Hands-OnPreviewRGG StudioRyu Ga Gotoku StudioStranger Than Heaven
ShareTweetShare
Previous Post

Sankei Digital Umumkan Kerjasama Strategis dengan Agensi Spesialis Gaming Eliphant

Next Post

Wawancara STRANGER THAN HEAVEN – Intip Lebih Dalam Apa yang Paling Membedakannya dari Seri Yakuza!

Related Posts

NVIDIA membagikan lebih banyak detail soal DLSS 5 setelah fitur ini sempat jadi perbincangan sejak pertama kali diperkenalkan.
Berita

NVIDIA Pamer Kontrol DLSS 5 untuk Developer, Tegaskan AI Tetap Jaga Visi Artistik

July 22, 2026
Simak impresi awal kami setelah menjajal versi demo Persona 4 Revival di markas utama SEGA
Konsol

Nyobain Persona 4 Revival – Upgrade Murni di Hampir Segala Sisi!

July 22, 2026
Rangkuman wawancara terbaru kami dengan Yokoyama Masayoshi dari RGG Studio yang membahas lebih dalam soal STRANGER THAN HEAVEN
Konsol

Wawancara STRANGER THAN HEAVEN – Intip Lebih Dalam Apa yang Paling Membedakannya dari Seri Yakuza!

July 22, 2026
BlackJack Studio berbagi ragam detail baru Langrisser: Sea of Sword termasuk penampakan gameplay perdana yang memukau
Android

Game Gacha ‘Langrisser: Sea of Sword’ Bagi Detail dan Penampakan Gameplay Perdana

July 22, 2026
Namun, mantan penulis Valve yang ikut mengerjakan Left 4 Dead, Chet Faliszek, punya pandangan yang cukup berbeda.
Berita

Mantan Karyawan Valve Sebut PlayStation Tinggalkan Disc Fisik Bukan Salah Sony, Tapi Karena Pilihan Pemain

July 22, 2026
Call of Duty: Modern Warfare 4 bakal menggelar open beta pertamanya mulai Agustus mendatang. Open beta gratis.
Berita

Gratis, Open Beta Call of Duty: Modern Warfare 4 Dimulai Agustus

July 21, 2026
Next Post
Rangkuman wawancara terbaru kami dengan Yokoyama Masayoshi dari RGG Studio yang membahas lebih dalam soal STRANGER THAN HEAVEN

Wawancara STRANGER THAN HEAVEN - Intip Lebih Dalam Apa yang Paling Membedakannya dari Seri Yakuza!

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Snowbreak Kembali Vakum Tanpa Kabar Soal Update Baru dan Perayaan Anniversary

Snowbreak Kembali Vakum Tanpa Kabar Soal Update Baru dan Perayaan Anniversary

by Fadhil
July 17, 2026
0

Snowbreak masih dirundungi banyak masalah sejak berakhirnya fase maintenance panjang yang membuat banyak fans khawatir soal masa depannya.

Neverness to Everness (NTE) terus mencatat performa yang luar biasa sejak dirilis pada 29 April lalu. Dapat 3 triliun Rupiah.

NTE Raup Pendapatan Lebih dari 3,3 Triliun Rupiah Hanya dalam Dua Bulan

by Taufik
July 17, 2026
0

Neverness to Everness (NTE) terus mencatat performa yang luar biasa sejak dirilis pada 29 April lalu. Setelah berhasil membukukan pendapatan...

BlackJack Studio resmi mengumumkan Langrisser: Sea of Sword untuk platform Android, iOS, PC, dan platform lain yang belum dikonfirmasi

Langrisser: Sea of Sword Diumumkan Sebagai Game Gacha RPG Baru untuk Franchisenya

by Fadhil
July 16, 2026
0

BlackJack Studio resmi mengumumkan Langrisser: Sea of Sword untuk platform Android, iOS, PC, dan platform lain yang belum dikonfirmasi.

Di artikel ini, kamu bakal nemuin panduan tier list Ragnarok The New World paling update dan terbaik untuk menjadi guide kamu.

Ragnarok The New World Tier List – Pilih Class Terbaik

by Taufik
July 16, 2026
0

Lagi cari tier list Ragnarok The New World terbaru buat tahu class paling kuat dan meta saat ini? Di artikel...

Developer Arknights Endfield menyampaikan permintaan maaf kepada komunitas pemain di Korea Selatan melalui Naver Lounge resmi.

Arknights Endfield Minta Maaf ke Pemain Korea Karena Animasi Gestur “Cubit”

by Taufik
July 16, 2026
0

Developer Arknights Endfield menyampaikan permintaan maaf kepada komunitas pemain di Korea Selatan melalui Naver resmi. Permintaan maaf ini muncul setelah...

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd