Final Fantasy VII Revelation bakal menjadi penutup dari perjalanan panjang trilogi Remake yang sudah berjalan sejak Final Fantasy VII Remake dirilis sekitar tujuh tahun lalu. Setelah Remake fokus pada cerita yang lebih linear dan Rebirth membuka dunia yang jauh lebih luas, Revelation sekarang datang dengan skala yang lebih besar lagi, karakter playable tambahan seperti Cid dan Vincent, sistem job baru bernama FITS, eksplorasi udara bersama Highwind, sampai berbagai perubahan yang dirancang untuk bikin sistem combat yang sudah ada terasa lebih fresh.

Dalam kesempatan wawancara bersama Yoshinori Kitase selaku Producer dan Naoki Hamaguchi selaku Director, kami membahas cukup banyak hal soal bagaimana Square Enix menutup trilogi ini. Mulai dari tantangan membawa Cid dan Vincent ke dalam sistem combat, alasan munculnya FITS meskipun Materia dan weapon ability sebenarnya sudah fleksibel, desain Highwind dan eksplorasi udara, rating usia, dan hal menarik lainnya. Mari simak artikelnya!
Cid dan Vincent Dibuat Berbeda Tanpa Merusak Combat yang Sudah Ada

Hamaguchi sebelumnya sempat menyebut sistem combat Final Fantasy VII Rebirth sebagai sesuatu yang sudah terasa sangat solid. Masalahnya, Revelation sekarang menambah Cid dan Vincent sebagai karakter playable, sementara masing-masing karakter dalam trilogi Remake memang selalu punya gaya bermain yang benar-benar berbeda. Menurut Hamaguchi, salah satu tantangan terbesar tim adalah menentukan peran masing-masing karakter karena roster dalam game ini sudah sangat banyak.
Untuk Cid dan Vincent, Square Enix bahkan mencoba sesuatu yang cukup berbeda. Cara memainkan keduanya tidak sekadar bergantung pada gaya action RPG biasa, tetapi juga banyak mengandalkan kombinasi serangan serta timing input tombol. Jadi pemain dituntut lebih memahami ritme serangan mereka dibanding cuma menekan ability ketika ATB sudah penuh.
Untuk Cid, tim melihat Red XIII sebagai salah satu referensi, tetapi kemudian membalik konsepnya. Red XIII sangat kuat ketika bermain di darat dan bisa menghasilkan berbagai rangkaian combo. Cid justru dibuat sangat aktif di udara, dengan banyak combo yang bisa dilakukan saat airborne.
Vincent punya pendekatan berbeda lagi. Menurut Hamaguchi, karakter yang paling mendekati gaya bermain Vincent adalah Yuffie karena keduanya bisa berpindah dengan cepat antara pertarungan jarak dekat dan jarak jauh. Vincent bisa langsung masuk ke melee dengan satu input, lalu mundur dan menggunakan senjatanya dari kejauhan. Kurang lebih seperti Yuffie yang bisa melempar shuriken untuk menyerang dari jarak jauh atau memegangnya untuk bertarung dari dekat.

Meski jumlah karakter playable terus bertambah, Square Enix tetap memilih mempertahankan tiga anggota party aktif selama pertarungan. Hamaguchi menjelaskan bahwa keputusan tersebut murni datang dari kebutuhan gameplay. Sistem combat Final Fantasy VII Remake memang sangat aktif karena pemain terus berpindah dari satu karakter ke karakter lainnya, sementara masing-masing karakter memiliki cara bermain berbeda yang harus langsung dipahami ketika berganti karakter.
Menurut Hamaguchi, sistem seperti ini bahkan cukup langka di genre action RPG. Ia melihat kebebasan berpindah karakter secara aktif sebagai salah satu kelebihan terbesar trilogi Remake. Tiga karakter juga terasa lebih sederhana dari sisi kontrol karena pergantian anggota party bisa dipetakan dengan mudah ke tombol kiri dan kanan. Begitu jumlahnya menjadi empat karakter aktif sekaligus, menurut mereka pengalaman tersebut mulai terasa terlalu ramai dan membingungkan.
Square Enix sebenarnya sudah mencoba berbagai format battle sejak mengembangkan Final Fantasy VII Remake. Namun setelah menemukan sistem tiga karakter yang sekarang dipakai dan melihat respons pemain yang sangat positif, mereka merasa tidak ada alasan kuat untuk mengubah jumlah anggota party aktif di Revelation.
FITS Bukan Sekadar Job System Tempelan

Salah satu tambahan terbesar di Revelation adalah FITS, sistem yang sekilas memang terasa seperti job system klasik Final Fantasy. Karena Kitase sebelumnya juga menjadi Producer Lightning Returns: Final Fantasy XIII, sistem ini cukup mudah dibandingkan dengan Schema yang memungkinkan Lightning mengganti role dan kemampuan dengan cepat. Menariknya, Hamaguchi sendiri ternyata juga terlibat cukup besar dalam proyek tersebut.
Walaupun begitu, Hamaguchi mengatakan Lightning Returns bukan inspirasi utama FITS. Schema dirancang untuk memungkinkan pemain beradaptasi dengan situasi secara cepat di tengah pertarungan. FITS justru lahir karena Revelation punya banyak karakter unik yang sudah sangat disukai pemain, sehingga tim ingin memberikan lebih banyak alasan untuk bereksperimen dengan komposisi party dan gaya bermain masing-masing karakter.
Masalah yang ingin mereka hindari adalah kondisi ketika karakter memiliki role terlalu spesifik. Jika setiap karakter terlalu terpaku pada satu peran, pemain biasanya bakal menemukan tiga karakter favorit lalu terus memakai party yang sama. FITS dibuat supaya role tersebut bisa diperluas, sehingga satu karakter punya lebih banyak kemungkinan fungsi tergantung FITS yang dipakai.
Hal ini juga menjadi alasan kenapa sistem baru tetap dibutuhkan meskipun Materia dan weapon ability sebenarnya sudah menawarkan banyak kebebasan sejak Remake dan Rebirth. Bahkan Battle Director Teruki Endo sempat mempertanyakan hal yang sama selama pengembangan. Ketika punya sistem combat yang sudah diterima dengan sangat baik, pertanyaannya adalah apakah sistem tersebut harus dipermudah, dipertahankan, atau justru ditambah tanpa merusak pengalaman sebelumnya.
Pada Rebirth, Square Enix memilih menambahkan Synergy Skills dan Synergy Abilities yang memperluas interaksi antaranggota party. Untuk Revelation, mereka mengambil langkah berikutnya dengan memberikan lapisan kustomisasi role tambahan kepada setiap karakter melalui FITS.
Setiap Karakter Punya Kostum Job Sendiri, Bukan Sekadar Ganti Warna

FITS juga langsung terlihat mencolok karena setiap karakter mendapatkan kostum khusus sesuai job yang digunakan. Dari sisi produksi, Hamaguchi mengakui sebenarnya jauh lebih murah kalau Square Enix membuat satu desain dasar lalu menggunakannya untuk semua karakter. Namun tim sengaja tidak mengambil jalan tersebut.
Setiap FITS dirancang secara khusus agar tetap terasa cocok dengan karakter yang mengenakannya. Tim mencoba menggabungkan identitas visual karakter dengan estetika job yang sedang dipakai, jadi Cloud, Tifa, Aerith, atau anggota party lainnya tidak sekadar memakai pakaian yang sama.
Tifa menjadi salah satu contoh yang sudah diperlihatkan ke publik dan responsnya disebut sangat positif. Hamaguchi bahkan berharap desain tersebut nantinya cukup populer sampai ada pemain yang tertarik melakukan cosplay menggunakan salah satu FITS milik Tifa.
Bukan cuma kosmetik, masing-masing FITS juga punya efek gameplay yang cukup besar. Warrior FITS misalnya bisa menggunakan ATB command tanpa harus menghabiskan ATB gauge seperti biasanya. Black Mage FITS lebih fokus ke spell dan pengelolaan MP, termasuk kemampuan menghemat sedikit penggunaan MP sekaligus mengakses spell kuat yang tidak tersedia bagi karakter tanpa FITS tersebut.
Knight FITS lebih banyak bermain dengan Limit Break gauge. Gauge tersebut tidak cuma dipakai untuk menjalankan Limit Break biasa, tetapi juga bisa digunakan untuk sejumlah serangan lain sekaligus membantu kemampuan defensif anggota party.
Sementara Summoner FITS benar-benar membawa konsep summon lebih jauh. Karakter bisa memanggil summon ke dalam pertarungan lalu bertarung bersama mereka secara langsung. Bahkan tersedia Synergy Ability serta serangan khusus antara karakter dan summon. Square Enix berharap sistem ini bakal mendorong pemain untuk terus mencoba berbagai kombinasi build karakter dan komposisi party selama bermain.
Revelation Dibuat Lebih Vertikal, Bukan Cuma Lebih Luas

Salah satu target terbesar Revelation adalah menaikkan skala trilogi sekali lagi. Remake pada dasarnya sangat story-driven, sementara Rebirth membuka banyak wilayah besar dan memberikan kebebasan eksplorasi yang jauh lebih tinggi. Revelation tidak sekadar membuat map yang lebih luas lagi, tetapi mencoba mengubah bentuk eksplorasinya.
Berbeda dengan Rebirth yang punya hamparan area besar dan terbuka, Revelation menggunakan sejumlah zona yang lebih terfokus tetapi dibuat jauh lebih vertikal. Hamaguchi ingin pemain memperhatikan bagaimana dunia sekarang tidak cuma membentang ke samping, tetapi juga ke atas dan ke bawah.
Hal tersebut berhubungan langsung dengan sistem traversal baru. Pemain bisa melompat dari Highwind lalu terjun bebas menuju area di bawahnya, menggunakan Chocobo untuk bergerak secara vertikal, sampai terbang dengan lebih bebas di dalam dunia game. Jadi eksplorasi tidak lagi hanya soal berjalan atau menaiki kendaraan dari satu titik ke titik lain.
Mekanik terjun dari udara sendiri bakal berkembang mengikuti level pemain. Dalam media build yang sempat kami mainkan, berbagai icon aktivitas masih langsung terlihat ketika karakter sedang turun dari udara. Namun Hamaguchi menjelaskan bahwa kondisi tersebut sebenarnya karena karakter di build tersebut punya level lebih tinggi daripada titik normal pemain pada bagian cerita itu.
Dalam versi final, fitur semacam itu baru terbuka setelah pemain meningkatkan progresnya. Semakin tinggi level, proses parachuting juga bakal semakin praktis. Pada titik tertentu, pemain bahkan bisa mempersingkat proses turun daripada harus mengontrol karakter sepanjang perjalanan menuju tanah.
Ada juga fitur untuk memanggil Chocobo bernama Pico ketika sedang mendarat, sehingga transisi dari udara ke eksplorasi darat bisa berlangsung lebih cepat dan mulus.
Soal apakah pemain bisa langsung menyerang musuh dari udara dan melakukan semacam surprise attack setelah terjun, Square Enix belum mengonfirmasi mekanik spesifik seperti itu. Fokus sistem parachuting sejauh ini memang lebih condong ke traversal dan kenyamanan eksplorasi yang berkembang seiring progres karakter.
Highwind Jadi Rumah yang Terus Berubah Sepanjang Perjalanan

Highwind tentu menjadi salah satu bagian penting Revelation, tetapi jangan terlalu berharap kapal udara tersebut bakal dipenuhi mini-game seperti Gold Saucer versi terbang. Hamaguchi menjelaskan bahwa Highwind lebih berfungsi sebagai semacam portal atau pusat perjalanan pemain untuk mengakses dunia.
Konten utamanya tetap berada di dunia luar, bukan di dalam Highwind. Namun semakin banyak wilayah yang dijelajahi dan aktivitas yang diselesaikan, kondisi di dalam Highwind juga akan ikut berubah. Kapal tersebut menjadi semakin hidup, sementara dialog dari berbagai karakter bakal berubah mengikuti perkembangan pemain.
Dengan begitu, Highwind dibuat sebagai tempat yang menarik untuk terus dikunjungi kembali. Pemain bisa kembali ke kapal hanya untuk melihat apa yang berubah, mendengar percakapan baru, atau melihat bagaimana perkembangan dunia ikut memengaruhi suasana di dalamnya.
Square Enix juga sempat menggoda kemungkinan adanya satu sequence besar yang melibatkan Highwind dan salah satu Weapon. Hamaguchi tidak mau menjelaskan lebih jauh, tetapi ia mengatakan petunjuknya sebenarnya sudah bisa terlihat dari trailer. Bagi pemain yang mengetahui cerita Final Fantasy VII original, kemungkinan besar memang sudah ada gambaran soal momen seperti apa yang sedang mereka maksud.
Revelation Tetap Dirancang Supaya Rating-nya Sama dengan Remake dan Rebirth

Belakangan sempat muncul pembahasan di media sosial mengenai kemungkinan Revelation mendapatkan rating usia yang lebih tinggi dibanding dua game sebelumnya. Hamaguchi mengaku tim mengetahui artikel dan rumor tersebut, tetapi ia menegaskan Square Enix sama sekali tidak punya niat untuk sengaja mengubah rating Revelation menjadi Mature.
Rating resmi memang belum bisa diumumkan karena proses klasifikasi masih berjalan. Namun secara internal, developer sudah melakukan semua yang mereka bisa supaya Revelation tetap berada di kategori rating yang sama seperti Remake dan Rebirth.
Menurut Hamaguchi, sejak awal tim tidak pernah bekerja dengan pemikiran bahwa game ketiga harus dibuat lebih dewasa atau lebih brutal demi mendapatkan rating tertentu. Developer bekerja dengan memahami batas rating yang mereka targetkan, lalu mendesain berbagai adegan di dalam framework tersebut.
Tidak ada situasi di mana developer sengaja mengatakan sebuah momen harus dibuat Mature hanya karena ingin memasukkan sesuatu yang lebih ekstrem. Walaupun begitu, keputusan akhir tetap berada di lembaga rating, sehingga masih ada kemungkinan terdapat bagian tertentu yang nantinya dianggap berada di luar parameter tersebut.
Untuk sekarang, Square Enix tetap membuat Revelation dengan asumsi bahwa game ini akan mendapatkan rating yang kurang lebih sama dengan Remake dan Rebirth.
Pemain Baru Tetap Bisa Masuk, Tapi Remake dan Rebirth Adalah Fondasinya

Karena Final Fantasy VII punya sejarah hampir tiga dekade dengan game, film, spin-off, dan berbagai tambahan lore, Revelation tentu bisa terlihat cukup intimidating bagi pemain baru. Namun Hamaguchi punya definisi tersendiri soal pemain baru. Menurutnya, masing-masing game tetap dirancang agar bisa dimainkan sebagai satu pengalaman tersendiri, walaupun jelas ketiganya tetap saling terhubung.
Revelation adalah finale dari trilogi, sehingga pemain memang masih diperbolehkan langsung masuk dari game ketiga. Namun Remake dan Rebirth pada dasarnya menjadi setup untuk semua kejadian di Revelation. Memainkan keduanya jelas bakal membantu pemain memahami karakter, cerita, serta berbagai payoff yang muncul di game terakhir dengan jauh lebih baik.
Square Enix sendiri sudah mencoba menurunkan hambatan untuk mengejar dua game sebelumnya. Salah satunya melalui berbagai paket bundle seperti Twin Pack dan diskon untuk game sebelumnya. Ada juga streamlined progression system yang memungkinkan pemain melewati game dengan lebih cepat, ditambah kemampuan mempercepat event scene.
Tujuannya simpel, Square Enix ingin sebanyak mungkin orang sudah siap ketika Revelation dirilis. Hamaguchi bahkan cukup bercanda ketika membahas pemain yang selama ini bilang mereka sengaja menunggu sampai seluruh trilogi selesai dulu sebelum mulai bermain.
Menurutnya, sekarang alasan itu sudah tidak berlaku lagi. “Sekarang kalian sudah tidak punya alasan, jadi langsung saja main,” kurang lebih begitu pesan yang disampaikan Hamaguchi kepada mereka yang selama ini menunggu triloginya lengkap.
Bagi pemain lama, tantangannya justru berbeda. Tim harus mencari cara supaya dunia, karakter, dan cerita yang sudah sangat familiar tetap terasa baru. Revelation tidak hanya ingin memberikan akhir cerita, tetapi juga menghadirkan sesuatu yang terasa fresh bagi pemain yang sudah mengikuti Final Fantasy VII selama bertahun-tahun.
Ini Finale Trilogi, Tapi DLC Revelation Sedang Dipertimbangkan Serius

Square Enix cukup tegas soal satu hal, Revelation memang dibuat sebagai finale dari trilogi Final Fantasy VII Remake. Hamaguchi mengatakan tim tidak sedang memikirkan adanya semacam “true ending” tambahan atau game keempat yang diperlukan untuk benar-benar menutup cerita. Sejak awal proyek Remake dimulai, Revelation memang direncanakan sebagai penutup trilogi. Jadi untuk seri Remake itu sendiri, game ini punya finalitas yang jelas.
Namun menariknya, Square Enix tidak sepenuhnya menutup pintu untuk konten tambahan. Setelah Rebirth, respons terhadap INTERmission yang berfokus pada Yuffie ternyata sangat bagus. Setelah Revelation diumumkan, Hamaguchi mengatakan bukan hanya media tetapi juga fans mulai meminta DLC serupa untuk game terakhir tersebut.
Permintaan tersebut ternyata benar-benar didengar. Hamaguchi mengungkap bahwa Square Enix sekarang sedang “serius mempertimbangkan” DLC untuk Revelation dengan konsep yang kurang lebih mirip INTERmission, yaitu fokus lebih dalam pada satu karakter tertentu.
Developer jelas belum mau mengungkap karakter siapa yang sedang mereka pertimbangkan. Namun Hamaguchi menggoda bahwa karakter tersebut kemungkinan bakal membuat banyak fans sangat senang. Kitase kemudian memberi perspektif yang lebih luas. Ia menegaskan bahwa tim saat ini tetap menuangkan seluruh kemampuan mereka ke Revelation dan ingin game tersebut terasa seperti versi terbaik yang bisa mereka hasilkan. Mereka ingin sampai pada titik di mana ketika game selesai, tim benar-benar bisa mengatakan bahwa trilogi Remake sudah selesai.
Namun sejarah Final Fantasy VII sendiri menunjukkan bahwa respons fans kadang bisa mengubah banyak hal. Ketika Final Fantasy VII original selesai dibuat, tim juga merasa ceritanya sudah selesai dan mereka bisa lanjut ke proyek lain. Kenyataannya, popularitas karakter-karakternya terus bertahan begitu lama sampai akhirnya melahirkan proyek tambahan seperti Advent Children dan Crisis Core.
Karena itu, walaupun Revelation memang dengan percaya diri mereka sebut sebagai akhir trilogi, Kitase tetap tidak berani menjamin bahwa karakter dan dunia ini tidak akan pernah muncul lagi. “Siapa yang tahu apa yang akan terjadi dengan respons fans dan bagaimana orang menikmati seri serta finale ini,” kurang lebih menjadi gambaran dari posisi Kitase soal masa depan Final Fantasy VII setelah Revelation.

Setelah wawancara kami, akhirnya perkataan sang developer itu memang benar. Akan ada dua DLC cerita untuk Final Fantasy VII Revelation. DLC tersebut untuk karakter Sephiroth dan juga Vincent yang memang disukai oleh para fans.
Tujuh Tahun Sejak Remake dan Hampir Satu Dekade Pengembangan
Pada akhirnya, Revelation bukan sekadar game ketiga bagi tim pengembang. Proyek ini juga menjadi akhir perjalanan yang memakan sebagian besar waktu satu dekade bagi sebagian orang di Square Enix. Kitase mengatakan tim benar-benar melihat Revelation sebagai kesimpulan yang bermakna untuk trilogi Remake. Mereka percaya level finalitas yang dibawa game ini bakal memberikan kepuasan kepada fans yang sudah mengikuti perjalanan Cloud dan kawan-kawan sejak awal. Ia berharap pemain bisa segera merasakan sendiri bagaimana semua cerita tersebut akhirnya diselesaikan.
Hamaguchi sendiri melihat perjalanan ini dari sisi yang lebih personal. Final Fantasy VII Remake sudah berusia sekitar tujuh tahun sejak peluncurannya, sementara dirinya sudah bekerja di proyek tersebut selama hampir sepuluh tahun. Bisa menjalani perjalanan panjang bersama fans menjadi pengalaman yang sangat spesial untuk tim.
Revelation juga bakal dirilis secara bersamaan di seluruh platform yang tersedia pada hari pertama. Bagi Hamaguchi, hal tersebut membuat momen peluncurannya terasa semakin penting karena fans di berbagai platform bisa mengalami akhir trilogi ini secara bersamaan.
Baik pemain yang sudah mengikuti Final Fantasy VII sejak lama, mereka yang baru mengenalnya lewat Remake dan Rebirth, maupun orang yang benar-benar masuk dengan perspektif baru lewat Revelation, Square Enix sekarang cuma ingin melihat bagaimana masing-masing pemain bereaksi terhadap penutup perjalanan ini. Setelah hampir satu dekade pengembangan, tim akhirnya benar-benar siap membawa trilogi Final Fantasy VII Remake menuju garis akhirnya.
Final Fantasy VII Revelation akan dirilis pada 8 April mendatang untuk PlayStation 5, Xbox Series, Nintendo Switch 2, dan PC melalui Steam. Kamu bisa kunjungi situs resminya DI SINI untuk berbagai informasi lebih lanjut.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id













Discussion about this post