Kami mendapat kesempatan untuk memainkan dan menyelesaikan Marvel’s Wolverine lebih awal untuk review. Setelah menghabiskan cukup banyak waktu bersama Logan, kami akhirnya bisa melihat lebih jelas bagaimana Insomniac membawa karakter ini ke dalam game yang memang dibuat khusus untuk gaya bertarung dan ceritanya sendiri.
Dalam review ini, kami akan membahas pengalaman selama memainkan Marvel’s Wolverine, mulai dari cerita, combat, eksplorasi, progression, visual, sampai berbagai hal kecil yang menurut kami cukup menarik sepanjang permainan. Mari simak artikelnya!
Cerita yang Lebih Fokus ke Sosok Logan

Marvel’s Wolverine tidak membuang terlalu banyak waktu untuk memperkenalkan Logan sebagai seorang superhero. Ceritanya justru terasa jauh lebih personal karena fokus utamanya ada pada sosok di balik Wolverine dan berbagai kenangan yang terus menghantuinya. Sepanjang permainan, cerita akan melompat ke beberapa momen berbeda dalam hidup Logan, termasuk masa lalunya bersama Team X, sambil perlahan membuka apa yang sebenarnya terjadi kepadanya dan orang-orang di sekitarnya.
Hal yang paling kami suka adalah bagaimana ceritanya bisa menyeimbangkan dua sisi Logan yang sangat berbeda. Ketika bertarung, Logan benar-benar brutal dan bisa mencabik musuh tanpa banyak ragu. Tapi di luar pertarungan, kita juga diperlihatkan sisi dirinya yang jauh lebih tenang dan rentan, terutama dalam beberapa chapter tertentu. Momen-momen yang lebih pelan seperti ini memberikan lebih banyak ruang bagi para karakter untuk berbicara dan membuat Logan terasa seperti manusia sungguhan, bukan sekadar pria pemarah dengan cakar.
Sejauh ini, ceritanya punya misteri yang cukup kuat mengenai masa lalu Logan, hubungannya dengan beberapa karakter, dan apa sebenarnya yang terjadi selama dirinya bersama Team X. Tentu saja kami tidak bisa bicara terlalu banyak tanpa masuk ke wilayah spoiler, tapi beberapa jam awal permainan sudah memberikan cukup banyak alasan untuk terus mengikuti ceritanya sampai selesai.

Aksi memang jadi salah satu bagian terbesar dari Marvel’s Wolverine, tapi cukup mengejutkan karena keinginan untuk mengetahui lebih jauh soal Logan sendiri justru menjadi salah satu alasan paling menarik untuk terus mengikuti ceritanya.
Pacing keseluruhannya sebenarnya cukup simpel dan straightforward, tapi Insomniac cukup pintar dalam terus mengubah suasana sepanjang permainan. Ada saat di mana kalian menghabiskan waktu untuk eksplorasi, kemudian langsung dilempar ke pertarungan besar, lalu dilanjutkan cutscene yang lebih tenang ketika Logan hanya berbicara dengan karakter lain. Setelah itu kembali lagi ke eksplorasi, pertarungan brutal berikutnya, sampai akhirnya berhadapan dengan boss.
Strukturnya memang cukup standar untuk game action linear, tapi perpindahan antara momen yang tenang dan aksi intens membuat campaign-nya tidak terasa terlalu melelahkan atau repetitif.
Combat Cepat, Brutal, dan Memuaskan

Combat di Marvel’s Wolverine terasa cepat, agresif, dan benar-benar brutal. Logan memang dirancang untuk terus berada dekat dengan musuh, menggunakan serangan cakar dasar, tendangan, parry, dodge, sampai Lunge untuk langsung menutup jarak dengan lawan. Dibandingkan Spider-Man, combat-nya terasa jauh lebih berat. Darah, mutilasi, finishing move, sampai animasi serangan yang kuat membuat hampir setiap pukulan terasa memuaskan.
Sistem Rage juga punya peran besar dalam menjaga tempo combat tetap agresif. Sistem ini memberikan reward ketika kalian terus menyerang dan mempertahankan momentum selama pertarungan, jadi permainan memang mendorong kalian untuk terus maju dan tidak terlalu pasif.
Walaupun begitu, parry dan dodge tetap penting, terutama ketika berhadapan dengan musuh yang lebih kuat. Jadi kalian tetap tidak bisa cuma asal pencet tombol sepanjang pertarungan. Menurut kami, timing parry dalam kondisi default terasa sangat mudah. Untungnya, tingkat kesulitannya bisa dibuat lebih tinggi lewat menu options, ditambah kalian juga bisa menghindari penggunaan perk yang memperbesar window timing parry kalau memang ingin tantangan lebih.
Di sisi lain, fondasi combat-nya masih terasa cukup straightforward dibandingkan Spider-Man dan tidak memberikan ruang sebesar itu untuk bereksperimen atau menciptakan combo sendiri. Sistem progression memang terus memberikan opsi baru seiring permainan berjalan, tapi dasar pertarungannya tetap berfokus pada melee attack, Rage, dan Techniques.
Combat-nya tetap sangat memuaskan dan terasa persis seperti bagaimana sebuah game Wolverine seharusnya dimainkan. Hanya saja, kedalaman untuk jangka panjang memang cukup bergantung pada variasi musuh dan difficulty yang kalian pilih.
Salah satu kekhawatiran terbesar kami sebelum memainkan game linear seperti ini adalah combat-nya mungkin akan mulai terasa repetitif setelah dimainkan cukup lama. Tapi ternyata hal tersebut hampir tidak pernah kami rasakan. Sistem pertarungannya terus berkembang dari satu misi ke misi berikutnya karena Techniques baru diperkenalkan secara rutin bersama tipe musuh baru, sehingga hampir selalu ada sesuatu yang perlu dipelajari sepanjang cerita.
Di awal permainan, misalnya, kalian mungkin hanya mengandalkan combo dasar, parry, dan dodge. Namun perlahan Logan akan membuka Techniques baru yang memungkinkan dirinya menghancurkan musuh dengan cara berbeda.
Variasi musuh juga membantu menjaga combat tetap fresh. Pada awalnya kalian mungkin akan menghadapi The Reavers, kemudian bertarung melawan The Hand ketika berada di Jepang. Saat The Reavers kembali muncul, mereka juga mulai membawa ancaman baru seperti musuh robotik. Kombinasi antara kemampuan baru dan tipe musuh baru ini berhasil menjaga combat tetap seru tanpa terasa terlalu repetitif.
Boss Fight Masih Terasa Standar

Sayangnya, boss fight secara keseluruhan terasa cukup standar. Pertarungannya memang tidak buruk, tapi kami juga tidak bisa menyebutnya sebagai bagian yang benar-benar memorable.
Boss berukuran besar seperti robot raksasa biasanya meminta kalian menyerang titik kelemahan tertentu, menghindari serangan besar, lalu mengakhiri pertarungan lewat sequence QTE yang sinematik.
Boss dengan ukuran manusia seperti Lady Deathstrike memberikan pendekatan yang sedikit berbeda. Kalian harus lebih lincah dan jauh lebih mengandalkan dodge serta parry dengan timing yang tepat.
Walaupun Wolverine punya banyak Techniques yang bisa dimainkan dan semuanya tentu didukung visual serta animasi yang sangat bagus, tidak banyak alasan yang benar-benar mendorong kalian untuk menguasai atau mencampurkan semuanya secara kreatif.
Tidak ada sistem style ranking yang memberikan reward ketika kalian membuat combo kreatif. Karena itu, bermain secara efisien terkadang terasa sama menguntungkannya dengan bermain secara stylish.
Marvel’s Wolverine juga punya dua sequence menggunakan motor, termasuk beberapa adegan kejar-kejaran berkecepatan tinggi yang sangat menyenangkan. Kalian harus menghindari lalu lintas dan berbagai rintangan sambil menyerang musuh di jalan.
Beberapa momen bahkan berubah menjadi adegan di mana Logan melompat ke kendaraan yang sedang bergerak dan langsung bertarung dengan musuh di atasnya. Bagian ini memang cukup straightforward, tapi tetap seru dan memberikan variasi yang bagus dari eksplorasi serta combat biasa dengan berjalan kaki.

Stealth dan Finisher yang Tidak Cepat Membosankan
Ada banyak sekali finishing move berbeda di Marvel’s Wolverine. Melihat Logan menghabisi musuh secara brutal hampir tidak pernah terasa membosankan karena variasi dan kualitas animasinya memang sangat bagus.
Karakter yang sedang menemani Logan bahkan sesekali bisa ikut terlibat. Beberapa karakter seperti Jean atau Sabretooth bisa memberikan finishing move berbeda ketika mereka berada di dekat Logan.
Untuk stealth sendiri sebenarnya cukup straightforward. Tapi hal yang membuatnya memuaskan adalah melihat Logan menghabisi musuh secara brutal tanpa ketahuan. Variasi animasi stealth takedown juga ternyata cukup banyak.
Walaupun melakukan stealth takedown berulang kali, kami hampir tidak pernah bosan melihat Logan menarik musuh dari bayangan dan langsung mencabik mereka.
Eksplorasi Tidak Open World, Tapi Juga Tidak Terlalu Sempit

Marvel’s Wolverine bukan game open world seperti Spider-Man, tapi bukan berarti kalian sepanjang waktu hanya berjalan melewati koridor sempit. Campaign-nya memang mayoritas linear dan story-driven, tetapi beberapa area akan terbuka lebih luas untuk dieksplorasi.
Salah satu contohnya ada di Jepang, di mana kalian bisa menjelajahi beberapa blok kota, mengambil jalur opsional, dan mencari berbagai hal yang berada di luar objective utama.
Eksplorasi juga memberikan beberapa reward yang cukup berguna. Kalian bisa menemukan Whisky Bottles untuk mendapatkan upgrade point, sementara Nightmare Doors yang tersembunyi menawarkan combat serta traversal challenge opsional dan sedikit tambahan informasi mengenai masa lalu Logan.
Skalanya memang tidak sebesar open world Spider-Man, tapi masih ada cukup banyak side content yang membuat eksplorasi di beberapa area terasa cukup berguna.
Traversal juga ternyata jauh lebih menyenangkan dari yang kami kira. Logan bisa sprint, melompat di antara rooftop, menggunakan Lunge untuk melewati celah, sampai memanjat tembok dan bahkan pohon menggunakan cakarnya.
Tentu saja Logan tidak bisa bergerak seperti Spider-Man, tapi dirinya jauh lebih cepat dan lincah dari ekspektasi kami. Animasi pergerakannya juga tetap memberikan bobot yang cukup berat, jadi traversal terasa benar-benar dibuat untuk Wolverine dan bukan sekadar mengambil sistem yang sudah bekerja di Spider-Man.
Sayangnya, Banyak Area Terasa Kosong
Masalahnya, sebagian besar waktu kalian hanya mencari Whisky Bottles, chest yang berisi item untuk upgrade armour, dan Nightmare Doors.
Kami juga merasa sebagian besar collectible tersebut terlalu mudah ditemukan. Hal ini cukup disayangkan karena sebenarnya ada banyak area kosong yang terlihat seperti seharusnya bisa memberikan reward untuk pemain yang benar-benar mau eksplorasi lebih jauh.
Kenyataannya, cukup banyak tempat yang tidak memiliki apa pun untuk ditemukan. Karena itu, eksplorasi terasa seperti salah satu kesempatan yang kurang dimanfaatkan.
Satu hal lain yang perlu disebut adalah hampir tidak adanya puzzle di Marvel’s Wolverine. Kalau kalian berharap ada bagian puzzle atau mini-game berbasis puzzle untuk memecah ritme eksplorasi, kalian tidak akan menemukannya di sini.
Eksplorasi benar-benar sangat straightforward dan hampir tidak pernah meminta kalian berhenti untuk memikirkan bagaimana menyelesaikan sesuatu. Jadi ini jelas bukan tipe game yang membuat kalian harus terlalu banyak berpikir soal harus pergi ke mana atau bagaimana caranya melanjutkan permainan.
Nightmare Doors dan Berbagai Challenge

Sepanjang permainan, kalian akan menemukan challenge bernama Nightmare Doors dalam beberapa misi. Kalian sebenarnya tidak perlu terlalu khawatir bakal melewatkannya karena kebanyakan Nightmare Doors sangat mudah terlihat di sepanjang jalur utama.
Di dalam Nightmare Door, kalian juga bisa mengakses Replay Mission. Fitur ini memungkinkan kalian kembali memainkan misi sebelumnya kalau ada Material Crates atau Whisky Bottles yang terlewat dan kalian ingin mengejar 100% completion.
Sayangnya, fitur ini sekaligus memperlihatkan salah satu masalah eksplorasi di Marvel’s Wolverine. Karena setiap area terikat dengan misi tertentu, kalian tidak bisa sekadar kembali ke lokasi lama kapan saja. Kalau ada sesuatu yang terlewat, kalian harus memainkan ulang misinya, dan hal ini bisa cukup memakan waktu.
Daya tarik utama dari Nightmare Doors sendiri adalah Trials. Di sini Logan akan masuk ke dalam berbagai memori dari masa lalunya sambil menyelesaikan tiga tipe challenge berbeda:
- Combat: Menyelesaikan objective combat tertentu, seperti membunuh musuh tertentu sebanyak tiga kali.
- Traversal: Time trial yang meminta kalian melakukan parkour melewati sebuah area secepat mungkin.
- Gauntlet: Mode bergaya roguelite di mana kalian harus melawan gelombang musuh sambil memilih passive power sepanjang perjalanan.
Semakin cepat kalian menyelesaikan setiap challenge, semakin bagus juga reward yang didapatkan. Reward tersebut termasuk lebih banyak Adaptations untuk membuka perk tambahan. Gauntlet juga menawarkan reward khusus seperti costume piece eksklusif, termasuk beberapa outfit paling keren yang bisa kalian koleksi dalam game.
Secara keseluruhan, challenge-nya cukup seru dan memberikan variasi di luar cerita utama. Traversal dengan mudah menjadi favorit kami karena benar-benar menguji movement dan kemampuan parkour kalian, terlepas dari seberapa kuat Logan yang sudah dibangun.
Sayangnya, Combat dan Gauntlet mulai terasa terlalu mudah setelah kalian membuka lebih banyak Techniques dan Adaptations, bahkan ketika dimainkan pada difficulty paling tinggi.
Progression Simpel, Tapi Bisa Mentok Terlalu Cepat

Progression di Marvel’s Wolverine cukup simpel dan straightforward. Dibandingkan mengumpulkan berbagai jenis senjata, kalian terutama akan membuka Techniques yang memperluas moveset Logan dengan attack dan ability baru.
Ada juga Special Techniques dengan maksimal empat slot yang bisa digunakan dalam satu waktu, sehingga kalian masih punya sedikit kebebasan untuk menentukan cara bertarung yang paling cocok.
Sistem penting lainnya adalah Adaptations yang pada dasarnya bekerja seperti passive perk. Adaptations bisa meningkatkan berbagai aspek seperti Rage generation, parry window, stealth, dan kemampuan combat lainnya.
Jika digabungkan dengan sistem Rage, Logan akan terasa jauh lebih kuat seiring progression berjalan. Kami juga suka karena cukup banyak upgrade benar-benar memengaruhi cara bermain, bukan sekadar menaikkan angka statistik.
Upgrade tersebut bisa didapatkan dengan mengumpulkan Whisky Bottles dan menyelesaikan Trial Challenge. Masalahnya, progression system ini terasa sedikit tidak adil bagi pemain yang suka eksplorasi dan ingin menyelesaikan semuanya secara efisien, terutama kalau memang tidak berencana memainkan New Game+.
Adaptations punya batas maksimal 68/68 atau Level 10. Setelah mencapai batas tersebut, mengumpulkan Whisky Bottles tambahan atau mendapatkan Adaptations dari Nightmare Doors menjadi cukup tidak berguna, kecuali kalian berencana menggunakan sisanya di New Game+.
Kami sendiri sudah mencapai Level 10 ketika story progression baru berada di sekitar 70%. Akibatnya, sebagian eksplorasi yang tersisa terasa sedikit sia-sia.Untuk pemain seperti kami yang memang tidak terlalu tertarik memainkan New Game+, rasanya aneh ketika game sudah berhenti memberikan reward untuk eksplorasi bahkan sebelum cerita utamanya selesai.
Ada juga Material Crates yang berisi material untuk membuka costume dan Gear. Biasanya satu item membutuhkan sekitar 150 sampai 300 material. Mengumpulkan Gear juga bukan sekadar untuk kosmetik. Mencapai milestone Gear tertentu akan meningkatkan Maximum Health Logan, walaupun peningkatannya dibatasi sampai maksimal 200%.
Setelah mencapai batas tersebut, Material Crates tambahan pada akhirnya memang lebih berguna untuk membuka costume saja. Tapi setidaknya sistem ini tidak terasa sesia-sia Adaptations karena ada cukup banyak costume keren yang bisa dikoleksi.
Accessibility yang Sangat Lengkap
Marvel’s Wolverine hadir dengan accessibility package yang ternyata sangat lengkap, dengan lebih dari 100 fitur accessibility yang tersedia.
Pemain bisa mengatur banyak hal yang berhubungan dengan combat, control, visual, audio, sampai gameplay secara keseluruhan. Ini dengan mudah menjadi salah satu accessibility package paling lengkap yang pernah kami lihat dari game single-player modern.
Beberapa accessibility option yang tersedia antara lain:
- Global Game Speed
- High Contrast Visuals
- Audio Descriptions
- Screen Reader
- Subtitle Customisation
- Lock-On Assistance
- Aim Assistance
- Enemy Health Adjustment
- Stealth Awareness Adjustment
- Combat Difficulty Options
- Visual Comfort Settings
- Camera Movement Adjustments
- Strong Haptic Signals
- Controller Vibration Settings
- Hold / Toggle Options
- Simplified Controls
- Navigation Assistance
- Traversal Assistance
- Dynamic Blood Toggle
- Dismemberment Toggle
- Adult Language Filter
- Visual and Audio Cues
- Dan masih banyak lagi
Salah satu opsi yang cukup menarik adalah kemampuan untuk mengurangi darah dan mutilasi. Wolverine jelas merupakan game yang sangat violent, tapi pemain yang mungkin kurang nyaman dengan gore bisa mengurangi tingkat kekerasan visualnya.
Menurut kami, Insomniac benar-benar melakukan pekerjaan yang sangat bagus di bagian ini. Lebih dari 100 accessibility feature memberikan banyak kebebasan kepada pemain untuk menyesuaikan Marvel’s Wolverine dengan kebutuhan dan preferensi masing-masing. Ini dengan mudah menjadi salah satu accessibility package paling kuat yang pernah kami lihat dalam sebuah game single-player besar.
Visual dan Animasi Jadi Salah Satu Highlight

Marvel’s Wolverine terlihat sangat bagus, walaupun menurut kami bukan sebuah lompatan grafis yang sangat besar dibandingkan game-game Insomniac sebelumnya.
Character model terlihat sangat detail, facial animation juga bagus, sementara environment yang lebih gelap berhasil memberikan vibe yang benar-benar berbeda dibandingkan Marvel’s Spider-Man.
Animasi mungkin justru menjadi highlight terbesar dari visualnya. Logan terasa berat dan agresif ketika bergerak maupun bertarung, sementara kamera yang cukup dekat, darah, dismemberment, particle effect, dan finishing move brutal membuat setiap serangan terasa jauh lebih impactful.
Combat memang terkadang bisa terlihat sedikit berantakan ketika terlalu banyak hal terjadi sekaligus di layar. Namun sebagian besar waktu, pertarungannya terlihat sangat keren ketika dimainkan secara langsung.
Detail visual lain yang kami suka adalah bagaimana costume Logan bisa rusak dan robek selama pertarungan. Ketika digabungkan dengan luka yang terlihat pada tubuhnya serta healing factor milik Logan, detail ini menambahkan satu lapisan kecil tapi cukup mengesankan untuk menggambarkan seberapa brutal sebuah pertarungan baru saja berlangsung.
Menurut kami, Marvel’s Wolverine mungkin bukan game paling mengesankan secara teknis yang pernah kami lihat di PS5, tetapi keseluruhan presentation-nya tetap sangat bagus. Yang lebih penting, Marvel’s Wolverine punya identitas visualnya sendiri dan tidak pernah terasa seperti Insomniac sekadar mengambil Spider-Man lalu mengganti karakter utamanya dengan Logan.
Di PS5 standar, kami menghabiskan sebagian besar waktu bermain menggunakan Fidelity Mode. Pengalamannya masih sangat nyaman dengan 30 FPS yang cukup konsisten. Buat kalian yang lebih suka gameplay mulus, Performance Mode menawarkan 60 FPS dan tentu saja terasa jauh lebih enak untuk combat yang cepat. Visual pada Performance Mode juga masih terlihat bagus.
Indonesia Dapat Sorotan

Sebagai gamer dari Asia Tenggara, cukup menarik melihat Indonesia dan Malaysia mendapatkan representasi di Marvel’s Wolverine. Representasinya juga bukan sekadar menggunakan lokasi fiksi yang terinspirasi dari wilayah Asia Tenggara. Ada cukup banyak detail kecil yang bakal terasa familiar bagi kita yang memang tinggal di kawasan ini.
Indonesia langsung mendapatkan sorotan cukup awal ketika Logan pergi ke Telambang untuk menyelamatkan Essex. Telambang memang merupakan pulau fiksi di Indonesia dan secara visual sebagian besar terlihat seperti lokasi tropis pada umumnya. Tapi kalian bisa dengan jelas melihat bendera Indonesia ketika memainkan ulang misi tersebut.
Pengaruh Indonesia justru terasa lebih jelas ketika berada di Madripoor, sebuah kota fiksi yang memang sangat terinspirasi dari Asia Tenggara. Kalian bisa menemukan berbagai toko dan makanan yang terasa familiar, termasuk gorengan dan makanan dari Jawa, bersama bangunan serta berbagai detail budaya lainnya yang cukup mengejutkan karena terasa dekat bagi pemain Indonesia.
Kesimpulan
Marvel’s Wolverine adalah tipe game Wolverine yang memang kami harapkan dari Insomniac. Combat-nya cepat, brutal, dan konsisten terasa memuaskan, sementara Techniques baru, tipe musuh yang terus bertambah, finishing move, serta stealth takedown berhasil menjaga gameplay tetap fresh sepanjang campaign. Lebih penting lagi, ceritanya juga memberikan cukup banyak momen yang lebih tenang dan personal untuk Logan, sehingga dirinya terasa lebih dari sekadar mutan pemarah dengan cakar.
Game ini tentu bukan tanpa kekurangan. Eksplorasinya cukup terbatas dan jarang benar-benar memberikan reward kepada pemain yang penasaran ingin menjelajah lebih jauh. Boss fight juga relatif standar, sementara progression bisa mencapai batas maksimal terlalu cepat kalau kalian rajin eksplorasi dan menyelesaikan challenge. Combat-nya juga tidak memberikan banyak alasan untuk benar-benar menguasai combo kreatif, terutama kalau kalian memang mencari tantangan lebih.
Walaupun punya beberapa masalah tersebut, Marvel’s Wolverine tetap menjadi game action linear yang sangat fun, dengan animasi yang apik, presentation yang kuat, performa solid, dan accessibility option yang sangat lengkap. Game ini memang tidak sepenuhnya menciptakan ulang genre action, tapi Insomniac memahami apa yang membuat Wolverine menyenangkan untuk dimainkan dan, yang lebih penting, berhasil menjaga sensasi tersebut tetap seru dari satu misi ke misi berikutnya.
Marvel’s Wolverine akan dirilis pada 15 September untuk PlayStation 5.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id
The Review
Marvel’s Wolverine
PROS
- Combat brutal dan konsisten terasa memuaskan
- Variasi musuh dan finishing move yang sangat beragam
- Cerita Logan terasa kuat dan lebih personal
- Animasi dan presentasi keseluruhan sangat bagus
- Traversal seru dan ternyata terasa sangat mulus
- Pilihan accessibility sangat lengkap
- Banyak kostum keren yang bisa dibuka
CONS
- Eksplorasi terasa kurang memberikan reward
- Boss fight masih terasa cukup standar
- Progression bisa mentok terlalu cepat
- Combat kurang memberikan alasan untuk menguasai combo yang lebih kreatif
- Tidak ada puzzle atau side activity yang benar-benar menarik













Discussion about this post