Berawal dari beberapa proyek remaster / remake hingga mendapat ekspansi ke beberapa media lain, upaya Square Enix dalam membangkitkan franchise Mana kini telah membawa mereka pada lahirnya seri mainline baru lewat Visions of Mana. Sejak resmi diumumkan, game ini langsung mendapat sambutan luar biasa dari banyak fans yang masih dibuat takjub terutama dari sisi production valuenya. Apalagi sejak rilisnya versi demo yang cukup mendapat resepsi solid, antusiasme dalam menantikan rilis gamenya minggu ini sudah semakin memuncak.
Mengikuti preview sebelumnya, kami sudah berkesempatan untuk memainkan versi final gamenya selama beberapa minggu terakhir, dan apa yang ditawarkan memang cukup mengesankan. Tidak hanya untuk para fans setia saja, tapi kami juga yakin kalau Visions of Mana bisa menarik perhatian banyak pendatang baru dan membuat mereka jatuh cinta dengan pesona franchisenya. Lalu apakah impresi kami sudah berubah setelah memainkan gamenya lebih jauh? Daripada basa-basi lagi langsung saja simak review lengkapnya di bawah ini!
Jalan Cerita
Salah satu nilai jual terbesar dari sebuah JRPG pasti ada di ceritanya, dan untuk Visions of Mana sendiri masih sangat mengakar kuat pada tema franchisenya yaitu “Tree of Mana”. Pohon besar ini adalah sumber dari Mana yang dibutuhkan demi menjaga kestabilan dunia dan seluruh kehidupan di dalamnya. Dibalik peran sucinya yang sangat penting tersebut, ada sisi tragis juga yaitu bagaimana terkadang dibutuhkan seorang tumbal untuk menjaga siklus energi pohon Mana untuk terus berjalan. Hal yang sama akan langsung kamu dapati di Visions of Mana, karena gamenya menceritakan kisah petualangan seorang pendekar pedang bernama Val yang menuntun para Alm / perwakilan dari tiap elemen untuk menjadi persembahan ke Mana Tree.

Jadi terlepas dari presentasi gamenya yang terlihat menggemaskan dan penuh warna, ada cerita dengan tema berat yang dibawanya, termasuk apakah mempertahankan tradisi untuk mengorbankan tumbal ke Mana Tree adalah jalan yang benar. Gamenya tidak ragu untuk memperlihatkan momen-momen tragis, tapi di saat bersamaan kamu juga akan mendapati interaksi antar karakter yang penuh kehangatan. Jika kamu datang dari kacamata fans veteran, maka ini adalah cerita yang akan langsung membuatmu serasa kembali ke rumah, sementara bagi pendatang baru akan tetap bisa menikmati cerita fantasi klasik yang ringan dan menarik untuk diikuti. Sisi visual yang begitu memanjakan mata terutama sangat berkontribusi dalam membuat penyampaian cerita di gamenya begitu hidup.

Semakin lama kami memainkan gamenya, Visions of Mana bisa dibilang punya kesan nostalgia yang lebih kuat dan terasa seperti suksesor sejati dari Legend of Mana. Selain dari desain sang protagonisnya yang sekilas memang mirip, ada beberapa makhluk dan karakter ikonik dari Legend of Mana di game ini seperti Dudbear, Niccolo, hingga Li’l Cactus. Jadi semisal masih ada fans yang mengharapkan Legend of Mana bisa mendapat remake, maka game yang satu ini menurut kami adalah representasi paling sempurna yang di saat bersamaan juga punya daya tarik uniknya sendiri.
Semesta Menakjubkan
Seperti yang sudah kami bahas di preview sebelumnya, Visions of Mana adalah game yang luar biasa indah. Square Enix lewat kerjasamanya dengan developer Ouka Studios telah berhasil merealisasikan sebuah dunia in-game yang terlihat luar biasa memukau dan tidak luput membuat kami takjub setiap kali mengunjungi area baru. Satu-satunya game dengan pemandangan dunia ala dongeng fantasi yang paling meninggalkan kesan kuat bagi kami sebelum ini adalah Final Fantasy IX, tapi rasanya Visions of Mana telah berhasil memberi pembuktian kuat.

Saking dibuat takjubnya, kami bahkan tidak ragu untuk mengakui kalau ini termasuk salah satu game dengan desain dunia paling indah yang pernah kami mainkan, dan dorongan production value lebih terutama pada kualitas grafisnya tentu memiliki peran besar dalam merealisasikan semesta yang begitu menawan ini. Kami sendiri bukan termasuk tipe pemain yang terlalu mementingkan grafis, tapi Visions of Mana telah berhasil membuatnya sebagai salah satu nilai jual terkuat yang memang punya kontribusi besar dalam keseruan bermain, baik itu dari menikmati cerita yang akan membawamu ke begitu banyak lokasi indah hingga ke sisi eksplorasinya langsung.
Combat Khas yang Masih Penuh Celah

Berbeda dari kebanyakan franchise JRPG Square Enix yang lebih didominasi dengan gameplay turn-based, Mana termasuk salah satu yang sejak debutnya masih setia mengusung gameplay action. Hanya saja terlepas dari usia franchise yang sudah tua, tidak ada banyak evolusi yang membuatnya cukup untuk dipandang sebagai salah satu keunggulan utama. Visions of Mana secara garis besar masih mempertahankan elemen gameplay khas dari seri terdahulu dengan formasi tiga party member. Setiap karakter dapat melancarkan serangan normal dan heavy serta akses ke skill unik bergantung dari Elemental Vessel, sebuah sistem khas di gamenya yang memungkinkanmu untuk menganugerahi setiap karakter dengan kekuatan dari elemen tertentu yang sekaligus juga bisa mengganti kelas utamanya.
Tapi apa yang membuat combat dalam Visions of Mana cukup seru bagi kami ada di fleksibilitas sistem skillnya. Tidak peduli elemen utama apa yang dimiliki karakter, kamu tetap bisa memberi mereka akses ke beragam skill dari elemen lain dengan mengenakan beragam Seed khusus layaknya equipment. Gamenya ikut menyediakan banyak slot shortcut yang berujung sangat berguna untuk memberi akses cepat saat ingin mengeksekusi skill atau command khusus lainnya. Jadi seperti yang sudah kami bahas juga di preview terdahulu, secara sistem dan fitur game ini menurut kami memang sudah sangat memadai. Tentu saja tidak luput dari kekurangan, karena kelemahan terbesar dari game ini menurut kami justru ada di combatnya.

Selain dari evolusi minim dari seri terdahulu, sensasi combatnya terasa masih kaku dan kurang responsif di banyak momen krusial. Sebagai contoh terkadang karaktermu harus berhenti bergerak sesaat jika ingin menggunakan item consumable, karena jika tidak maka commandnya tidak akan terekskusi, tapi di saat bersamaan terkadang kamu bisa secara tidak sengaja menggunakan item consumable sampai dua kali karena adanya delay dari eksekusi pertama yang mungkin dikira gagal. Combat dalam Visions of Mana bisa berjalan dengan tempo cepat, jadi seharusnya ada perhatian khusus pada responsivitas kontrol terutama pada saat ingin menggunakan item consumable bisa sangat krusial contohnya saat ingin menyelamatkan karakter yang hampir sekarat.
Beberapa status effect di gamenya berujung cukup membuat frustasi terutama freeze, karena karaktermu tidak dapat bergerak dalam durasi lama bahkan meski sudah spam tombol untuk membebaskan mereka. Tidak ada status build up, jadi satu serangan musuh terkadang bisa langsung memberi status freeze tersebut yang otomatis membuat karaktermu tidak bisa bergerak, dan di sepanjang momen ini kamu benar-benar hanya bisa menerima keroyokan dari musuh atau switch ke karakter lain yang mungkin belum terkena efek freeze. Ini seharusnya tidak perlu sampai jadi masalah semisal ada implementasi status build up sehingga kamu bisa mengantisipasi momen yang cukup membuat frustasi tersebut.
Serunya Sistem Kelas Karakter
Seperti yang kami jelaskan sebelumnya, sistem kelas karakter dalam Visions of Mana diatur lewat Elemental Vessel yang dikenakan tiap karakter. Gamenya memiliki lumayan banyak elemen yang bahkan mencakup beberapa pilihan unik seperti Moon dan Wood. Apa yang membuat sistemnya begitu seru ada di fakta kalau setiap karakter bisa dengan bebas menggunakan setiap Elemental Vessel, dan masing-masing dari mereka ikut mendapat akses ke kelas karakter uniknya sendiri. Sebagai contoh Val bisa menjadi Aegis saat mengenakan Moon Vessel, sementara karakter lain yang mengenakan elemen serupa seperti Mortley bisa menjadi Nightblade. Untuk itu bisa dibayangkan sendiri kalau ada begitu banyak kombinasi kelas karakter yang bisa dieksplor di game ini yang membuat setiap karakter terasa begitu spesial untuk dimainkan.

Tidak hanya itu, gaya bertarung hingga opsi senjata mereka bergantung dari tiap kelas juga akan berbeda hingga ke skill Ultimatenya. Dan jika masih kurang, penampilan mereka juga akan berubah sepenuhnya sehingga kamu juga bisa mempertimbangkan Elemental Vessel dari masing-masing karakter bergantung dari kostum mana yang paling disukai. Dan tentu saja setiap karakter akan selalu mengenakan kostumnya tersebut di semua cutscene cerita. Inilah yang membuat sistem kelas karkater dalam Visions of Mana sangat seru bagi kami, karena akses ke satu elemen baru saja cukup memberi banyak ruang untuk bereksprimen, ditambah juga kepuasan saat melihat kelas karakter unik apa saja yang didapat tiap karakter.
Nilai Jual Besar di Eksplorasi

Dibalik keindahan luar biasa dari dunia Visions of Mana, kami benar-benar sangat puas saat mendapati kalau gamenya tetap menyuguhkan sisi eksplorasi yang bisa memanfaatkan nilai jual utama tersebut. Meski tidak dikemas sebagai open-world, setiap map memiliki struktur yang cukup luas dan di saat bersamaan terasa begitu hidup saat dijelajah. Kamu akan mendapati banyak resource untuk diburu, tantangan platforming saat mengumpulkan item seperti Grizzly Syrup, hingga menjalani semacam trial menantang di berbagai Elemental Aeries yang memberi reward berharga. Jadi selain mengapresiasi keindahan dunianya, di saat bersamaan kamu bisa mendapat keseruan saat melakukan eksplorasi yang berujung bisa jadi pengalaman rewarding.
Ini bahkan belum termasuk dari ragam side quest yang bisa diikuti dan tentunya semakin memotivasimu untuk melakukan eksplorasi, ditambah lagi dengan lebih banyak elemen baru yang membuat eksplorasi di gamenya semakin menggugah. Sebagai contoh saat berhasil mencapai Fallow Steppe, kamu akan diberi mount (Pikuls) yang membuat eksplorasi jadi semakin cepat karena ini adalah map yang begitu masif serasa game open-world.

Akses ke setiap Elemental Vessel baru artinya kamu juga bisa menggunakan kekuatan elemen untuk membantu eksplorasi di beberapa momen. Sebagai contoh elemen Wind bisa membuat karaktermu terbang untuk menjangkau area yang sulit dicapai, elemen Water membuat karaktermu bisa menyelam dan bernafas dalam air, elemen Wood bisa memberi pijakan dari tanaman raksasa saat melakukan tantangan platforming, dan lain sebagainya. Daripada mengikuti formula yang rasanya sudah terlalu standar di kebanyakan RPG sejenis, Visions of Mana menurut kami sukses dalam merealisasikan dunia yang tidak hanya luar biasa indah, tapi juga begitu interaktif dan sangat seru untuk dieksplor.
Kesimpulan
Penantian panjang akan seri mainline baru untuk franchise Mana kami rasa telah terbayarkan dengan manis. Terlepas apakah kamu termasuk fans veteran maupun pendatang baru yang sudah menantikan rilisnya, apa yang ditawarkan Visions of Mana bagi kami benar-benar dipenuhi dengan kualitas jempolan. Meski kami serasa lebih dibuat takjub dengan sisi presentasinya yang memang sangat memukau, ada berbagai aspek lain yang membuat game ini tetap layak untuk diapresiasi seperti eksplorasi rewarding, sistem kelas karakter unik dan penuh kejutan, dan sensasi petualangan nyaman lewat cerita ala seri Mana klasik.

Tapi seperti yang ikut kami tekankan di beberapa poin terutama pada sisi gameplay, Visions of Mana tidak membawa evolusi yang terlalu signifikan dan masih berujung punya banyak celah. Selain dari kontrol kaku serta responsivitas combat yang bermasalah, ada beberapa momen yang cukup membuat frustasi karena sistem Status Effect yang tidak dibarengi dengan build up, sehingga kebanyakan serangan musuh akan cenderung langsung melumpuhkan karaktermu. Selain itu meski membawa cerita khas seri Mana klasik yang penuh kesan nostalgia, strukturnya terlalu mudah diprediksi dan kami jujur ingin mendapati adanya pendekatan cerita yang bisa lebih menarik lagi.
Visions of Mana akan segera dirilis untuk PlayStation 4, PlayStation 5, Xbox Series, dan PC pada 29 Agustus mendatang. Gamenya akan tersedia dalam beberapa paket penjualan mulai dari versi standar, Deluxe Edition, hingga Collector’s Edition yang sudah tersedia untuk masing-masing wilayah. Kamu bisa cek detail tambahan mengenai gamenya lewat website resmi mereka DI SINI.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id
The Review
Visions of Mana
PROS
- Salah satu dunia fantasi klasik paling indah dari kebanyakan RPG di pasaran
- Tidak hanya indah, dunianya juga sangat seru / rewarding untuk dieksplor
- Sistem kelas karakter unik dan penuh kejutan
- Sensasi petualangan yang begitu nyaman dengan kesan nostalgia kuat
CONS
- Alur cerita yang terlalu mudah diprediksi
- Combat kaku dengan responsivitas bermasalah
- Status Effect tanpa build up bisa berujung pada beberapa skenario yang membuat frustasi













Discussion about this post