Jika kamu termasuk penikmat manhwa yang aktif mengikuti berbagai perkembangan seri terbaru, maka besar kemungkinan kalau kamu sudah mendengar kabar soal Wind Breaker. Manhwa populer asal Korea Selatan garapan Yongseok Jo tersebut mirisnya resmi dibatalkan pada 11 Juli 2025 lalu karena tuduhan plagiarisme yang terbukti memang benar.
Webtoon bertema olahraga ini telah menjadi salah satu seri unggulan di Naver Webtoon sejak debutnya pada Desember 2013, sehingga pemberhentiannya secara mendadak setelah 12 tahun benar-benar masih sulit diterima oleh sebagian fans hingga memicu perdebatan. Wind Breaker sendiri bercerita tentang Jo “Jay” Ja-hyeon, seorang siswa teladan yang menemukan minatnya di dunia balap sepeda setelah bergabung dengan kelompok Hummingbird Crew dan ikut serta dalam turnamen berbahaya bernama League of Streets.
Tersedia lewat layanan Naver Webtoon, seri ini telah menembus lebih dari 500 chapter dan diterbitkan dalam 26 volume, serta meraih hampir 1 miliar view. Selama lebih dari satu dekade, Wind Breaker berhasil memikat pembaca dengan visual yang dinamis dan karakter-karakter memorable, bahkan kerap dipuji sebagai salah satu cerita olahraga terbaik di platform tersebut. Popularitasnya juga berkontribusi dalam memperluas minat publik terhadap manhwa secara keseluruhan, dan belum lagi ada potensi kalau serinya ini masih bisa diekspansi ke berbagai proyek bahkan hingga anime seperti contoh dari seri-seri lain.
Sayangnya pembatalan seri ini terjadi setelah munculnya bukti kuat kalau Yongseok Jo meniru karya seniman lain dan menyajikannya seolah-olah itu hasil ciptaan sendiri. Para user forum dan media sosial di Korea membagikan perbandingan visual antara chapter terbaru Wind Breaker dengan karya lain yang sudah ada, menunjukkan kesamaan mencolok dari segi tata letak dan gaya. Meski praktik meniru pose ikonik terkadang memang normal, tapi biasanya ada beberapa pengecualian khusus seperti adegan gag / komedi, tapi penyajiannya di Wind Breaker memang lebih mengarah ke konten yang seolah dibuat secara original meski kenayatannya memang tidak.

Pihak Naver Webtoon melakukan investigasi internal dan menemukan bahwa tingkat kemiripannya cukup serius untuk menghentikan publikasi seri tersebut. Dalam pernyataan yang disampaikan bersama chapter terakhir, Jo menanggapi tuduhan tersebut dan mengakui ada beberapa adegan yang “sangat mirip atau hampir sama” dengan karya lain karena penggunaan referensi. Dia juga menyalahkan tekanan deadline mingguan selama lebih dari 10 tahun yang telah mengganggu sisi kreatifnya.
Naver Webtoon turut merilis pernyataan resmi, menegaskan adanya kesamaan dalam aspek komposisi dan pengarahan, serta mengumumkan penghentian produksi Wind Breaker beserta seluruh layanan terkait secara langsung. Mereka juga menekankan komitmen untuk menegakkan hak cipta. Seri ini akhirnya resmi dihentikan pada Chapter 556 tanpa penutup bagi cerita yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Sebagai upaya terakhir untuk menjelaskan alur cerita yang direncanakan, Jo membagika chapter-chapter yang belum diterbitkan beserta cuplikan akhir cerita melalui blog pribadinya, memberikan sedikit gambaran tentang apa yang seharusnya terjadi di akhir kisah Wind Breaker.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id
















Discussion about this post