Yutaka Ito, Technical Director RGG Studio, mengungkap bahwa tim developernya sering menangani hingga 3–4 game sekaligus, mulai dari game baru, port, hingga remake dengan satu tim yang sama. Hal ini membuat kaget rekan industri, namun menjadi salah satu strategi efektif studio.
新作も移植もリマスターも、龍のプログラマーはワンチームで開発をしています。一人で同時に3~4タイトルの作業をする、なんてこともウチでは全然普通のことなんですが、同業の方には結構驚かれます。Switch2版『龍が如く 極2』『龍が如く 極』は、どちらも11/13発売です。よろしくお願いします。
— 伊東 豊(セガ・龍が如くスタジオ技術責任者) (@YutakaIto_RGG) July 31, 2025
Ito menjelaskan lewat akun X bahwa “programmer RGG Studio menggarap game baru, port, dan remake dalam satu tim. Bagi kami itu hal yang biasa untuk satu orang mengerjakan 3–4 game sekaligus, namun hal ini sering mengejutkan teman dari studio lain.”

Lebih lanjut lagi, menurut studio eksekutif Masayoshi Yokoyama, sistem “one-team” memungkinkan efisiensi pelaksanaan tugas, jadi jika seseorang bertanggung jawab pada minigame atau aspek teknis tertentu, mereka mengerjakannya lintas berbagai proyek, bukan terikat pada satu judul saja.
Pendekatan khas RGG Studio ini membuat mereka tetap bisa bekerja dengan tim yang relatif kompak, dengan sekitar 70–80 anggota pada musim sibuk-sibuknya meski harus menangani beberapa franchise besar sekaligus.

RGG Studio sukses membuktikan kalau strategi mereka bisa menangani banyak waralaba besar sekaligus tanpa terjebak budaya crunch. Berkat perencanaan matang dan sistem lintas platform yang rapi, mereka tetap menjaga kualitas, mempercepat rilis, dan memastikan seri Like a Dragon serta proyek baru seperti Stranger Than Heaven dan Virtua Fighter terus berjalan mulus.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post