Tim kami kemarin telah menghadiri pengadaan Busan Indie Wave Conference oleh Busan IT Industry Promotion Agency dan Panitia Festival Busan Indie Connect (BIC) di Korea Selatan. Ini adalah sesi pembukaan menuju Busan Indie Connect Festival 2025 yang dirancang sebagai program profesional dengan fokus pada scene game indie, baik itu yang melibatkan studio kecil hingga perwakilan platform global.

Menyusul sesi opening, konferensinya diikuti dengan panel pertama bertajuk “Designing for Replayability in StarVaders” yang dibawakan oleh Eddie Cai, seorang desainer game dari studio indie Kanada yaitu Pengonauts. Menggunakan basis game deck-building roguelike mereka yaitu StarVaders yang telah mendapat lebih dari 2.500 review “Very Positive” di Steam, Eddie membagikan strategi merancang game yang mendorong pemain untuk terus kembali memainkannya.

Eddie menjelaskan kalau replayability didorong oleh motivasi intrinsik seperti skill, tantangan, rasa ingin tahu, eksplorasi, dan kesenangan selama bermain. Dia menekankan kalau motivasi intrinsik bisa bertahan lebih lama bergantung dari pendekatan yang diambil developer dalam memaksimalkan replayability. Strategi seperti jalur permainan yang beragam, pilihan yang bermakna, konten berbasis tingkat kesulitan, serta konten yang bisa dibuka / dikoleksi (unlockables) bisa menjaga minat pemain tanpa harus meningkatkan kesulitan gamenya secara drastis.

Dia juga menyoroti tantangan dalam menjaga keseimbangan konten dengan tujuan membuat pemain merasa kalau gamenya adil secara keseluruhan. Unsur meta seperti karakter, kelas, skill khusus, atau mekanik baru bisa terus memberi pengalaman bermain yang fresh. Hanya saja tidak semua game harus memiliki replayability tanpa akhir, karena memberikan titik akhir yang jelas juga penting agar pemain merasa puas setelah menamatkan gamenya.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post