gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Wawancara Eksklusif Realm of Ink dengan Leap Studio – Memberi Kedalaman Identitas Pada Sebuah Roguelike!

Fadhil by Fadhil
August 29, 2025
in PC, Wawancara
0
Wawancara Eksklusif Realm of Ink dengan Leap Studio – Memberi Kedalaman Identitas Pada Sebuah Roguelike!

Rangkuman wawancara eksklusif kami dengan Dai selaku founder dan CEO Leap Studio yang merupakan developer dibalik Realm of Ink

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Dunia game indie penuh dengan proyek ambisius, hanya saja jarang ada yang bisa menarik perhatian sebesar Realm of Ink. Game action roguelike buatan developer asal China ini berhasil mencuri perhatian berkat style seni lukisan tinta yang memukau serta kisah filosofis mendalam. Lewat gamescom 2025 beberapa waktu lalu, tim kami mendapat kesempatan eksklusif untuk berbincang dengan Dai selaku founder sekaligus CEO Leap Studio mengenai game indie mereka yang sedang naik daunnya ini.

Berawal dari proyek kecil, kini gamenya berkembang jauh lebih besar hingga bisa menggaet dukungan dari publisher 4Divinity. Lewat wawancara berikut Dai dengan antusias menceritakan perjalanan mereka sejauh ini dan rencananya di masa depan.

Tumbuh Melampaui Ekspektasi

Saat pertama kali dirilis, Realm of Ink jauh lebih kecil dibandingkan versi yang ada sekarang. Dai menjelaskan, “Dulu kami hanya punya 4 peta, tapi akhir tahun ini pasti akan ada 10 peta. Setiap peta punya monster kecil, monster besar, dan juga boss dengan kemampuan unik yang memberi pemain kekuatan luar biasa.”

Perkembangan game ini tidak berhenti di sana. Konten game hampir dua kali lipat lebih banyak dibanding awalnya. “Dulu hanya ada sekitar 20-an ink gem, sekarang sudah hampir 50. Potret karakter juga lebih detail, jumlah karakter lebih banyak, begitu pula variasi serangannya,” tambah Dai.

Menurutnya, semua perkembangan ini berkat hubungan erat dengan komunitas pemain. “Kami punya komunitas beranggotakan ribuan orang di China, dan sekarang sedang berusaha membangun komunitas internasional juga. Kami ingin tahu apa yang pemain inginkan, dan kami terbuka dengan semua masukan.”

Inspirasi dan Inovasi

Banyak pemain menjuluki Realm of Ink sebagai “Hades versi China.” Dai menanggapi dengan bijak, “Itu hanya cara orang menggambarkan apa yang mereka lihat. Dari sudut pandang kami, Hades memang salah satu game indie terbaik sepanjang masa, terutama untuk genre action-roguelike. Bahkan bisa dibilang yang terbaik.”

Namun, Dai juga merasa ada ruang untuk pengembangan lebih lanjut. “Kami memang terinspirasi dari Hades, tapi menurut saya sisi roguelike di Hades kurang mendalam. Karena itu kami ingin membuat versi kami sendiri, sebuah game yang bisa dimainkan orang setelah lelah bekerja. Fokus kami ada di elemen roguelike,” jelasnya.

Tim Leap Studio ingin menghadirkan banyak pilihan dan variasi. “Kami punya begitu banyak kombinasi permainan. Setiap cara bermain punya tujuan yang jelas, dan pemain bisa menikmati pengalaman serang-dan-hindar yang seru. Ini adalah game yang bisa selalu dimenangkan—asal pemain memahami sistemnya,” kata Dai.

Dari sisi visual, pendekatannya juga berbeda. “Realm of Ink punya estetika tradisional China dengan sentuhan komik Barat. Goresan tintanya memberi kesan respons instan saat bertarung—pukulan terasa jelas, bersih, dan berenergi,” jelasnya.

Filosofi di Balik Tinta

Judul game ini terinspirasi dari sastra China klasik Liaozhai Zhiyi, di mana setiap bab menghadirkan tokoh utama yang berbeda.

“Alasan kami menamainya Realm of Ink sebenarnya bersifat filosofis. Setiap karakter dalam buku itu menyadari, ‘Oh, ternyata aku hanyalah tokoh dalam cerita.’ Lalu mereka mempertanyakan bagaimana seharusnya hidup atau menghadapi masa depan. Itu seperti versi China dari Matrix. Apakah kau ingin keluar dari buku, atau tetap jadi pahlawan dalam kisahmu sendiri?” ungkap Dai.

Karakter utama yang digambarkan sebagai seorang pendekar wanita pun mengalami hal serupa. “Dia sadar dirinya ada di dalam buku. Tapi begitu juga semua boss dalam game. Bedanya, mereka memilih untuk tetap tinggal. Misalnya Baiyuan, Raja Kera, berkata: ‘Aku tak peduli kenyataan. Aku hanya ingin bertarung.’ Itu pilihannya untuk tetap menjadi penjaga,” kata Dai.

Siklus Roguelike yang Bermakna

Siklus permainan roguelike di Realm of Ink punya alasan kuat, baik secara naratif maupun mekanis. “Ceritanya masuk akal karena karakter sedang berusaha keluar dari siklus untuk mencari makna hidup. Kalau gagal, ia kembali ke awal dan mencoba lagi. Sama seperti hidup, gugur, bangkit lagi, lalu lanjut,” jelas Dai.

Dari sisi gameplay, tim berfokus memberi banyak opsi. “Setiap kali bermain, pemain bisa mengganti ink gem yang mengubah gaya bertarung. Setiap karakter punya cara bermain unik. Selain itu ada sistem kuas (brush) yang bisa menulis ulang skill, memberi variasi baru dan kekuatan tambahan,” tambahnya.

Saat ini ada 9 karakter, masing-masing dengan 15 variasi gaya serangan. Ditambah lagi ada ink gem legendaris yang bisa mengubah jalannya permainan sepenuhnya. “Kalau beruntung, pemain bisa mendapatkannya sejak level 1, dan itu benar-benar menyenangkan,” kata Dai.

Menyatukan Seni dan Aksi

Menggabungkan gaya seni lukisan tinta tradisional dengan aksi cepat bukan hal mudah. Butuh waktu lebih dari setahun bagi tim Leap Studio untuk menemukan cara menyesuaikan garis, warna, dan efek agar tetap terasa bersih namun tetap setia pada gaya tradisional China.

Inspirasi datang saat mereka bertemu dengan seorang seniman bernama Jade di sebuah game jam. “Seperti Van Gogh, mungkin tekniknya tidak sempurna, tapi karyanya punya sesuatu yang spesial. Itulah yang membuat game ini punya identitas visual yang unik,” kenang Dai.

Tim Muda dengan Mimpi Besar

Leap Studio bukan hanya tempat kerja, tapi komunitas kreator muda. “80% anggota tim berusia di bawah 25 tahun. Saya sendiri belum 30. Kami tim muda yang benar-benar ingin membuat game bagus,” ujar Dai. Pertumbuhan mereka berlangsung sangat cepat. “Kalau melihat hasil kerja 10 bulan lalu, kami sering berpikir, ‘Astaga, kok bisa jelek begini?’ Itu karena kami berkembang sangat cepat. Bahkan level pertama akan kami buat ulang untuk versi 1.0 nanti,” jelasnya.

Lebih dari itu, mereka sangat terbuka dengan pemain. “Kalau ada komentar di komunitas Steam kami, kami pasti baca dan balas dengan akun resmi. Kami benar-benar menghargai masukan pemain,” kata Dai. Dia kemudian menutup dengan penuh semangat: “Saya ingin berterima kasih kepada komunitas kami. Kalau belum pernah mendengar tentang Realm of Ink, coba lihat dan beri tahu pendapatmu. Selama kamu tertarik dan memberi saran, kami pasti akan merespons. Kami ingin game ini benar-benar melekat di hati para pemain.”

Jika tertarik dengan gamenya, Realm of Ink sudah tersedia di PC sejak September tahun lalu dalam versi Early Access di Steam. Sejak saat itu gamenya telah mendapat beragam perombakan dan ekspansi konten dalam persiapan meracik versi finalnya di masa depan.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id
Tags: 4DivinityGamescom 2025InterviewLeap StudioRealm of InkWawancara
ShareTweetShare
Previous Post

75% Penjualan Cyberpunk 2077 di Switch 2 Adalah Versi Fisik

Next Post

ACECRAFT Redeem Code – Banyak Reward Lucu

Related Posts

Xbox bakal mulai membatasi waktu main lewat cloud gaming buat pelanggan Game Pass. Katanya karena hardware makin naik.
Android

Xbox Cloud Gaming Bakal Dibatasi Maksimal 15 Jam per Bulan

September 4, 2026
Pearl Abyss resmi ngumumin Charting the Unknown, DLC cerita pertama buat Crimson Desert yang ternyata nggak perlu ditunggu lama.
Berita

Crimson Desert Dapatkan DLC Eksplorasi Bawah Laut dan Naval Combat

September 4, 2026
Wawancara Final Fantasy Resonance – Pentingnya Membangkitkan Pesona Klasik yang Dirindukan Fans!
Konsol

Wawancara Final Fantasy Resonance – Pentingnya Membangkitkan Pesona Klasik yang Dirindukan Fans!

September 4, 2026
Konami kemarin malam resmi mengumumkan proyek game original barunya yang dikemas sebagai action adventure berjudul Rhapsody in Scarlet
Berita

Rhapsody in Scarlet Diumumkan, Game Action Adventure Original Terbaru dari Konami

September 4, 2026
Rev. NOiR bagi segudang detail baru yang dibagikan lewat ajang presentatiPlayStation State of Play serta Konami Press Start kemarin malam
Berita

Rev. NOiR Kembali Dipamerkan dengan Banyak Detail Baru!

September 4, 2026
Capcom akhirnya memamerkan trailer perdana Monster Hunter Wilds: Ascendance yang terlihat epik dan penuh beragam detail menarik
Berita

Monster Hunter Wilds: Ascendance Pamer Trailer Perdana yang Ungkap Beragam Konten Menarik

September 4, 2026
Next Post
Artikel ini akan memberikan panduan sangat lengkap paling update dan mudah dipahami tentang cara redeem code ACECRAFT.

ACECRAFT Redeem Code - Banyak Reward Lucu

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Blizzard kini sudah memulai fase soft launch untuk game mobile Overwatch Rush di beberapa wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia

Overwatch Rush Sudah Memasuki Fase Soft Launch di Indonesia

by Fadhil
September 4, 2026
0

Blizzard kini sudah memulai fase soft launch untuk game mobile Overwatch Rush di beberapa wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Xbox bakal mulai membatasi waktu main lewat cloud gaming buat pelanggan Game Pass. Katanya karena hardware makin naik.

Xbox Cloud Gaming Bakal Dibatasi Maksimal 15 Jam per Bulan

by Taufik
September 4, 2026
0

Xbox bakal mulai membatasi waktu main lewat cloud gaming buat pelanggan Game Pass. Mulai November, setiap paket Game Pass cuma...

Tanpa diduga, Studiobside telah mengumumkan lanjutan CounterSide yang EOS minggu lalu lewat game baru berjudul COUNTERSIDE:A [ANTEXILIAN]

CounterSide Umumkan Game Barunya yang Diberi Judul COUNTERSIDE:A [ANTEXILIAN]

by Fadhil
September 2, 2026
0

Tanpa diduga, Studiobside telah mengumumkan lanjutan CounterSide yang EOS minggu lalu lewat game baru berjudul COUNTERSIDE:A .

Akses pra-registrasi untuk BLEACH Mirrors High kini sudah tersedia via platform Google Play dan App Store

Pra-Registrasi BLEACH Mirrors High Sudah Dibuka yang Janjikan Banyak Reward Menarik!

by Fadhil
September 2, 2026
0

Akses pra-registrasi untuk BLEACH Mirrors High kini sudah tersedia via platform Google Play dan App Store.

Baru sebulan sejak rilis, Suikoden STAR LEAP sudah siap mendapatkan update besar yang langsung dipuji pemain Jepang.

Baru Sebulan Rilis, Update Besar Suikoden STAR LEAP Dipuji Pemain Jepang

by Taufik
September 2, 2026
0

Baru sebulan sejak rilis, Suikoden STAR LEAP sudah siap mendapatkan update besar yang langsung dipuji pemain Jepang. Game free-to-play yang...

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd