Dunia game indie penuh dengan proyek ambisius, hanya saja jarang ada yang bisa menarik perhatian sebesar Realm of Ink. Game action roguelike buatan developer asal China ini berhasil mencuri perhatian berkat style seni lukisan tinta yang memukau serta kisah filosofis mendalam. Lewat gamescom 2025 beberapa waktu lalu, tim kami mendapat kesempatan eksklusif untuk berbincang dengan Dai selaku founder sekaligus CEO Leap Studio mengenai game indie mereka yang sedang naik daunnya ini.
Berawal dari proyek kecil, kini gamenya berkembang jauh lebih besar hingga bisa menggaet dukungan dari publisher 4Divinity. Lewat wawancara berikut Dai dengan antusias menceritakan perjalanan mereka sejauh ini dan rencananya di masa depan.
Tumbuh Melampaui Ekspektasi
Saat pertama kali dirilis, Realm of Ink jauh lebih kecil dibandingkan versi yang ada sekarang. Dai menjelaskan, “Dulu kami hanya punya 4 peta, tapi akhir tahun ini pasti akan ada 10 peta. Setiap peta punya monster kecil, monster besar, dan juga boss dengan kemampuan unik yang memberi pemain kekuatan luar biasa.”
Perkembangan game ini tidak berhenti di sana. Konten game hampir dua kali lipat lebih banyak dibanding awalnya. “Dulu hanya ada sekitar 20-an ink gem, sekarang sudah hampir 50. Potret karakter juga lebih detail, jumlah karakter lebih banyak, begitu pula variasi serangannya,” tambah Dai.
Menurutnya, semua perkembangan ini berkat hubungan erat dengan komunitas pemain. “Kami punya komunitas beranggotakan ribuan orang di China, dan sekarang sedang berusaha membangun komunitas internasional juga. Kami ingin tahu apa yang pemain inginkan, dan kami terbuka dengan semua masukan.”
Inspirasi dan Inovasi
Banyak pemain menjuluki Realm of Ink sebagai “Hades versi China.” Dai menanggapi dengan bijak, “Itu hanya cara orang menggambarkan apa yang mereka lihat. Dari sudut pandang kami, Hades memang salah satu game indie terbaik sepanjang masa, terutama untuk genre action-roguelike. Bahkan bisa dibilang yang terbaik.”
Namun, Dai juga merasa ada ruang untuk pengembangan lebih lanjut. “Kami memang terinspirasi dari Hades, tapi menurut saya sisi roguelike di Hades kurang mendalam. Karena itu kami ingin membuat versi kami sendiri, sebuah game yang bisa dimainkan orang setelah lelah bekerja. Fokus kami ada di elemen roguelike,” jelasnya.

Tim Leap Studio ingin menghadirkan banyak pilihan dan variasi. “Kami punya begitu banyak kombinasi permainan. Setiap cara bermain punya tujuan yang jelas, dan pemain bisa menikmati pengalaman serang-dan-hindar yang seru. Ini adalah game yang bisa selalu dimenangkan—asal pemain memahami sistemnya,” kata Dai.
Dari sisi visual, pendekatannya juga berbeda. “Realm of Ink punya estetika tradisional China dengan sentuhan komik Barat. Goresan tintanya memberi kesan respons instan saat bertarung—pukulan terasa jelas, bersih, dan berenergi,” jelasnya.
Filosofi di Balik Tinta
Judul game ini terinspirasi dari sastra China klasik Liaozhai Zhiyi, di mana setiap bab menghadirkan tokoh utama yang berbeda.
“Alasan kami menamainya Realm of Ink sebenarnya bersifat filosofis. Setiap karakter dalam buku itu menyadari, ‘Oh, ternyata aku hanyalah tokoh dalam cerita.’ Lalu mereka mempertanyakan bagaimana seharusnya hidup atau menghadapi masa depan. Itu seperti versi China dari Matrix. Apakah kau ingin keluar dari buku, atau tetap jadi pahlawan dalam kisahmu sendiri?” ungkap Dai.
Karakter utama yang digambarkan sebagai seorang pendekar wanita pun mengalami hal serupa. “Dia sadar dirinya ada di dalam buku. Tapi begitu juga semua boss dalam game. Bedanya, mereka memilih untuk tetap tinggal. Misalnya Baiyuan, Raja Kera, berkata: ‘Aku tak peduli kenyataan. Aku hanya ingin bertarung.’ Itu pilihannya untuk tetap menjadi penjaga,” kata Dai.
Siklus Roguelike yang Bermakna
Siklus permainan roguelike di Realm of Ink punya alasan kuat, baik secara naratif maupun mekanis. “Ceritanya masuk akal karena karakter sedang berusaha keluar dari siklus untuk mencari makna hidup. Kalau gagal, ia kembali ke awal dan mencoba lagi. Sama seperti hidup, gugur, bangkit lagi, lalu lanjut,” jelas Dai.

Dari sisi gameplay, tim berfokus memberi banyak opsi. “Setiap kali bermain, pemain bisa mengganti ink gem yang mengubah gaya bertarung. Setiap karakter punya cara bermain unik. Selain itu ada sistem kuas (brush) yang bisa menulis ulang skill, memberi variasi baru dan kekuatan tambahan,” tambahnya.
Saat ini ada 9 karakter, masing-masing dengan 15 variasi gaya serangan. Ditambah lagi ada ink gem legendaris yang bisa mengubah jalannya permainan sepenuhnya. “Kalau beruntung, pemain bisa mendapatkannya sejak level 1, dan itu benar-benar menyenangkan,” kata Dai.
Menyatukan Seni dan Aksi
Menggabungkan gaya seni lukisan tinta tradisional dengan aksi cepat bukan hal mudah. Butuh waktu lebih dari setahun bagi tim Leap Studio untuk menemukan cara menyesuaikan garis, warna, dan efek agar tetap terasa bersih namun tetap setia pada gaya tradisional China.

Inspirasi datang saat mereka bertemu dengan seorang seniman bernama Jade di sebuah game jam. “Seperti Van Gogh, mungkin tekniknya tidak sempurna, tapi karyanya punya sesuatu yang spesial. Itulah yang membuat game ini punya identitas visual yang unik,” kenang Dai.
Tim Muda dengan Mimpi Besar
Leap Studio bukan hanya tempat kerja, tapi komunitas kreator muda. “80% anggota tim berusia di bawah 25 tahun. Saya sendiri belum 30. Kami tim muda yang benar-benar ingin membuat game bagus,” ujar Dai. Pertumbuhan mereka berlangsung sangat cepat. “Kalau melihat hasil kerja 10 bulan lalu, kami sering berpikir, ‘Astaga, kok bisa jelek begini?’ Itu karena kami berkembang sangat cepat. Bahkan level pertama akan kami buat ulang untuk versi 1.0 nanti,” jelasnya.
Lebih dari itu, mereka sangat terbuka dengan pemain. “Kalau ada komentar di komunitas Steam kami, kami pasti baca dan balas dengan akun resmi. Kami benar-benar menghargai masukan pemain,” kata Dai. Dia kemudian menutup dengan penuh semangat: “Saya ingin berterima kasih kepada komunitas kami. Kalau belum pernah mendengar tentang Realm of Ink, coba lihat dan beri tahu pendapatmu. Selama kamu tertarik dan memberi saran, kami pasti akan merespons. Kami ingin game ini benar-benar melekat di hati para pemain.”

Jika tertarik dengan gamenya, Realm of Ink sudah tersedia di PC sejak September tahun lalu dalam versi Early Access di Steam. Sejak saat itu gamenya telah mendapat beragam perombakan dan ekspansi konten dalam persiapan meracik versi finalnya di masa depan.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id













Discussion about this post