gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Roguelike: Game yang Kalo Mati, Justru Bikin Nagih!

Rafif by Rafif
October 10, 2025
in Artikel, Industri, Konsol, PC, Semua
0
Roguelike: Game yang Kalo Mati, Justru Bikin Nagih!

Ada satu genre game yang justru, semakin sering mati, semakin nagih maeninnya! Roguelike ngejual dengan karakteristiknya yang simpel.

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Bayangin nih, lu udah hampir tamatin sebuah dungeon atau biome atau run, tinggal satu stage lagi. HP tinggal dikit, jantung deg-degan. Tapi satu langkah salah crot! mati, dan semua progres ilang begitu aja. Rasanya nyesek… tapi entah kenapa lu malah mencet “New Game.” Nah, di situlah keajaiban genre roguelike dimulai.

Istilah roguelike sendiri diambil dari game jadul tahun 1980 yang berjudul Rogue. Game ini cukup simpel, bahkan tampilannya cuma banyak huruf dan simbol aja. Tapi dari situ lahir dua ciri khas yang masih nempel sampai sekarang yaitu map yang random dan permadeath. Nah, dua hal ini yang jadi fondasi buat semua game roguelike modern. Sekali mati, ya udah, mulai lagi dari nol. No save and no mercy. Tapi justru di situlah letak serunya!

Sekarang, genre ini udah berevolusi jauh banget. Game kayak Hades, Dead Cells, atau The Binding of Isaac bawa konsep roguelike ke level yang lebih modern. Gameplaynya lebih cepat, visualnya keren, dan ceritanya juga gak kalah dalem. Tiap kali main, lu bakal nemuin kombinasi mekanik baru, entah musuh, senjata, atau map yang bikin tiap run kerasa beda. Dan pas akhirnya lu bisa ngelewatin tempat lu mati dan progres lebih jauh, rasanya puas banget.

Nah, yang bikin roguelike unik bukan cuma gegara susahnya, tapi gimana genre ini ngajarin lu buat belajar dari kegagalan. Karakter lu mungkin udah mati ratusan kali, tapi lu sebagai yang ngontrol karakternya jadi makin jago tiap kali main. Gamenya seakan-akan kayak ngomong, “Ayo, coba lagi. Kali ini pasti bisa.” Dan entah gimana, lu manut aja.

Pada era game modern yang serba sinematik dan penuh checkpoint, roguelike kayak udara seger buat gamer yang pengen ngadepin tantangan sekali-kali. Kadang, cerita yang paling seru bukan soal nyelamatin dunia, tapi tentang gimana lu survive dan belajar dari kesalahan. Yang pasti sih, kalau udah suka banget sama roguelike, lu bakal tau kalau kegagalan itu bukan akhir tapi justru bagian terbaiknya.

Menariknya, popularitas genre ini gak lepas dari gelombang game indie yang makin besar. Developer kecil yang gak punya dana gede justru bisa eksperimen sebebasnya lewat roguelike, karena sistemnya yang fleksibel dan gak butuh cerita panjang buat bikin pemain ketagihan. Contohnya ada Slay the Spire atau Vampire Survivors. Dua-duanya dibuat sama tim yang isinya beberapa orang doang, tapi sukses karena gameplaynya nagih parah. Filosofi roguelike yang “mati, coba lagi, dan belajar” bahkan kerasa nyatu sama semangat para developer indie sendiri.

Mungkin ke depannya, genre ini bakal terus hidup. Dengan teknologi kayak procedural generation dan bahkan AI, akan ada semakin banyak kemungkinan buat genre ini nyampur dengan mekanik unik lainnya. Bahkan di Indonesia, geliatnya udah mulai keliatan. Ada Rising Hell buatan Tahoe Games yang sukses bawa tantangan roguelike ke ranah global, atau Mini Tank Mayhem dari Algorocks Studio yang ngasih sentuhan lokal di dalam konsep gameplaynya. Developer lokal mulai berani bereksperimen, gak cuma ngikutin tren, tapi juga ngasih identitas diri di tengah lautan game unik.

Genre roguelike sendiri kayak cerminan dari perjuangan para developer gamenya. Kalo gagal, bangkit lagi, terus coba sampe ketemu formula yang pas. Bahkan dengan penjelasan roguelike di atas, bisa diartiin kalo developer game Indonesia sebetulnya lagi mainin roguelike in real-life, haha. Dan kalau terus tumbuh dengan semangat kayak gini, bukan gak mungkin suatu hari nanti game roguelike buatan Indonesia bakal masuk jajaran Top Roguelike genre di Steam.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id
Tags: ArtikelIndustriKonsolPCSemua
ShareTweetShare
Previous Post

Mark Cerny Isyaratkan PlayStation 6 Akan Hadir Beberapa Tahun Lagi

Next Post

[TGS 2025] Nyobain Phantom Blade Zero – Ternyata Bukan Cuma Soulslike Biasa

Related Posts

Call of Duty: Modern Warfare 4 bakal menggelar open beta pertamanya mulai Agustus mendatang. Open beta gratis.
Berita

Gratis, Open Beta Call of Duty: Modern Warfare 4 Dimulai Agustus

July 21, 2026
KLab telah menyiapkan selebrasi besar untuk anniversary ke-11 Bleach: Brave Souls yang siap berlangsung sebentar lagi
Android

Bleach: Brave Souls Bagi Detail Lengkap dan Ragam Kejutan Baru untuk Anniversary ke-11!

July 21, 2026
Unity Technologies resmi mengumumkan Unity 7, game engine generasi terbaru yang dijadwalkan meluncur pada kuartal pertama 2027.
Berita

Unity 7 Resmi Diumumkan, Rilis Awal 2027 dan Banyak Fitur AI

July 21, 2026
The Blood of Dawnwalker, RPG bertema vampir, dipastikan akan dirilis dalam bentuk disc yang berisi keseluruhan.
Berita

The Blood of Dawnwalker Dipastikan Punya Full Data di Disc, Tanpa Denuvo

July 21, 2026
Berangkat dari kebutuhan tersebut, Elicia Lee mendirikan Indie Wavemakers, sebuah inisiatif yang fokus membantu developer indie.
Industri

[EKSKLUSIF] Wawancara dengan Elicia Lee – Keinginan Indie Wavemakers Jadi Tempat Developer Indie Berkembang, Bukan Cuma Cari Sorotan

July 17, 2026
Capcom mengumumkan perubahan besar untuk Monster Hunter Wilds yang bakal mempermudah pemain karena lebih murah.
Berita

Harga Game Monster Hunter Wilds Akan Turun Permanen

July 17, 2026
Next Post
Pada Tokyo Game Show 2025, kami mendapatkan kesempatan nyobain Phantom Blade Zero dengan berbagai detail baru yang menarik.

[TGS 2025] Nyobain Phantom Blade Zero - Ternyata Bukan Cuma Soulslike Biasa

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Snowbreak Kembali Vakum Tanpa Kabar Soal Update Baru dan Perayaan Anniversary

Snowbreak Kembali Vakum Tanpa Kabar Soal Update Baru dan Perayaan Anniversary

by Fadhil
July 17, 2026
0

Snowbreak masih dirundungi banyak masalah sejak berakhirnya fase maintenance panjang yang membuat banyak fans khawatir soal masa depannya.

Neverness to Everness (NTE) terus mencatat performa yang luar biasa sejak dirilis pada 29 April lalu. Dapat 3 triliun Rupiah.

NTE Raup Pendapatan Lebih dari 3,3 Triliun Rupiah Hanya dalam Dua Bulan

by Taufik
July 17, 2026
0

Neverness to Everness (NTE) terus mencatat performa yang luar biasa sejak dirilis pada 29 April lalu. Setelah berhasil membukukan pendapatan...

BlackJack Studio resmi mengumumkan Langrisser: Sea of Sword untuk platform Android, iOS, PC, dan platform lain yang belum dikonfirmasi

Langrisser: Sea of Sword Diumumkan Sebagai Game Gacha RPG Baru untuk Franchisenya

by Fadhil
July 16, 2026
0

BlackJack Studio resmi mengumumkan Langrisser: Sea of Sword untuk platform Android, iOS, PC, dan platform lain yang belum dikonfirmasi.

Di artikel ini, kamu bakal nemuin panduan tier list Ragnarok The New World paling update dan terbaik untuk menjadi guide kamu.

Ragnarok The New World Tier List – Pilih Class Terbaik

by Taufik
July 16, 2026
0

Lagi cari tier list Ragnarok The New World terbaru buat tahu class paling kuat dan meta saat ini? Di artikel...

Developer Arknights Endfield menyampaikan permintaan maaf kepada komunitas pemain di Korea Selatan melalui Naver Lounge resmi.

Arknights Endfield Minta Maaf ke Pemain Korea Karena Animasi Gestur “Cubit”

by Taufik
July 16, 2026
0

Developer Arknights Endfield menyampaikan permintaan maaf kepada komunitas pemain di Korea Selatan melalui Naver resmi. Permintaan maaf ini muncul setelah...

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd