Konrad Tomaszkiewicz, veteran CD Projekt sekaligus pendiri Rebel Wolves, menegaskan bahwa AI memang punya peran dalam proses pembuatan game, namun tidak seharusnya menggantikan peran manusia. Pernyataan itu ia sampaikan dalam wawancara bersama Eurogamer saat membahas penggunaan AI di proyek terbaru studionya, The Blood of Dawnwalker.

Pada proses awal pengembangan, Tomaszkiewicz menjelaskan bahwa Rebel Wolves menggunakan AI untuk mengisi suara sementara sebelum aktor voice-over direkrut. Tujuannya agar tim bisa memahami nuansa dialog lebih cepat dan melakukan iterasi cerita secara efektif. Setelah skrip selesai dibuat, barulah sesi rekaman sungguhan dilakukan. Menurutnya, penggunaan AI seperti ini masih masuk akal dan tidak merugikan pihak mana pun.
Meski begitu, Tomaszkiewicz menegaskan bahwa AI hanya menjadi alat bantu, bukan pengganti manusia. Ia mengatakan dirinya tidak menolak teknologi tersebut, namun menilai versi AI yang ada sekarang masih bermasalah, terutama ketika digunakan untuk menghasilkan animasi atau ilustrasi yang kerap mencontoh karya orang. Idealnya, AI berfungsi seperti Google Translate, yang membantu dan bukan mencuri.

Ia menutup dengan keyakinan bahwa karya yang sepenuhnya dibuat oleh AI akan kehilangan “jiwa” dan tidak dapat menggantikan kreativitas manusia. Tomaszkiewicz sendiri meninggalkan CD Projekt pada 2021 setelah 17 tahun berkarya, termasuk menjadi game director The Witcher 3: Wild Hunt dan design director Cyberpunk 2077.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post