Capcom akhirnya buka suara soal penggunaan AI dalam pengembangan game mereka. Dalam sesi briefing untuk investor yang digelar Februari lalu, Capcom menegaskan bahwa mereka tidak akan menggunakan konten yang dihasilkan AI secara langsung di dalam game mereka.
Dalam pernyataannya, Capcom menjelaskan bahwa semua aset dalam game, seperti karakter, cerita, dan elemen gameplay, tetap akan dibuat oleh manusia. Jadi, kekhawatiran soal game mereka dipenuhi konten AI sepenuhnya tampaknya tidak perlu terjadi, setidaknya untuk saat ini.

Meski begitu, Capcom tidak sepenuhnya menolak teknologi AI. Mereka justru berencana memanfaatkan AI untuk membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam proses development. Saat ini, mereka sedang menguji berbagai cara penggunaan AI di beberapa divisi seperti grafis, suara, hingga programming.
Salah satu gambaran penggunaan AI ini sempat dijelaskan oleh Kazuki Abe, technical director Capcom. Ia menyebut bahwa AI bisa membantu proses pembuatan ide, terutama untuk objek-objek kecil di dalam game. Hal-hal seperti properti lingkungan ternyata membutuhkan ribuan hingga puluhan ribu ide unik, yang selama ini memakan waktu dan tenaga besar.

Dengan bantuan AI, proses brainstorming dan pembuatan konsep untuk elemen kecil ini bisa jadi lebih cepat. Tapi tetap, hasil akhirnya masih akan melalui tangan developer. Jadi AI di sini lebih berfungsi sebagai alat bantu, bukan pengganti kreator utama.
Pendekatan ini juga mulai terlihat di banyak studio lain. Beberapa developer memilih menggunakan AI untuk mengurangi pekerjaan repetitif dan teknis, tanpa menyentuh aspek kreatif utama. Dengan semakin banyaknya kontroversi soal penggunaan AI di game, langkah Capcom ini bisa jadi cara aman untuk tetap relevan secara teknologi tanpa kehilangan identitas kreatif mereka.
Sumber: GameSpark
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post