CEO OpenAI Sam Altman akhirnya menanggapi kritik soal komentarnya yang bilang RAM lebih baik dipakai di data center daripada cuma nganggur di PC pribadi. Menurut Altman, ucapannya itu “diambil di luar konteks”, dan dia bilang sebenarnya tetap pengen orang bebas pasang RAM sebanyak yang mereka mau di komputer.
Kontroversi ini bermula dari penampilannya di podcast Cheeky Pint, saat dia membahas kelangkaan RAM global. Waktu itu Altman bilang dari sisi pembagian resource dunia, cukup buruk kalau banyak orang punya DRAM dalam jumlah besar di PC tapi cuma dipakai sekitar 5% dari waktunya. Menurutnya, dalam kondisi supply yang sangat ketat, penggunaan lewat cloud bisa bikin memory dipakai jauh lebih maksimal.
Komentar itu langsung kena kritik, terutama dari komunitas gaming. Banyak gamer sekarang memang lagi kesulitan upgrade PC karena harga RAM terus naik dan pasokannya makin ketat, sementara perusahaan AI seperti OpenAI justru ikut menyedot kebutuhan memory dalam jumlah besar lewat data center mereka.
@jestermolecule @HarshithLucky3 but only because…i actually do want the world to have tons of memory and people to put as much as they want in their computers, and it is fucking annoying that this was taken out of context.
i have been arguing for the world to ramp up memory production for a long time.
— Sam Altman (@sama) November 4, 2026
Altman kemudian membalas lewat akun X miliknya. Dia bilang, “Saya sebenarnya pengen dunia punya memory dalam jumlah besar dan orang bisa memasang sebanyak yang mereka mau di komputer, dan sangat menyebalkan komentar ini diambil di luar konteks.” Dia juga menegaskan sudah lama mendorong industri buat meningkatkan produksi memory.
Kalau dilihat dari konteks pembahasannya, Altman waktu itu sebenarnya lagi ngomong soal makin banyaknya model AI open-source dan anggapan kalau data center besar sudah nggak terlalu dibutuhkan karena AI bisa dijalankan lokal. Menurutnya, data center tetap lebih efisien buat memenuhi permintaan besar. Tapi argumen itu tetap punya sisi lain, karena semakin banyak DRAM masuk ke data center, makin susah juga konsumen biasa mendapatkan memory buat PC mereka.
Krisis RAM sendiri sekarang sudah berdampak cukup besar ke industri gaming dan hardware secara umum, dengan harga berbagai komponen terus naik. Permintaan dari perusahaan AI dan data center jadi salah satu faktor utamanya, jadi nggak heran nama seperti Altman sering jadi sasaran kritik. Masalah kelangkaan memory ini juga diprediksi belum selesai dalam waktu dekat, bahkan bisa makin parah pada 2027 dan bertahan setidaknya sampai 2028.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post