Dalam ajang Comic Fiesta 2025 yang diadakan akhir pekan kemarin, tim kami mendapat kesempatan eksklusif untuk berbincang langsung dengan Melani Sie, kreator MilkMochaBear sekaligus penulis dibalik Milk & Mocha. Dibalik visualnya yang sederhana dan minim dialog, Milk & Mocha telah berkembang menjadi salah satu serial komik paling dikenal di internet.
Berawal sebagai stiker LINE, Milk & Mocha kini menjelma menjadi fenomena storytelling tanpa kata yang melampaui batas bahasa, budaya, bahkan media komik tradisional. Dalam wawancara kali ini, Melani telah berbagi kisah tentang pertumbuhan tidak terduga dari Milk & Mocha, inspirasinya sebagai pencerita visual, serta alasan mengapa sesuatu yang relatable selalu menjadi inti dari karyanya.

Dari Stiker LINE ke Komik yang Mendunia
Kami membuka percakapan dengan menanyakan apakah Melani pernah membayangkan MilkMochaBear akan berkembang melampaui bentuk awalnya sebagai stiker LINE hingga menjadi komik dengan audiens global. Melani mengakui kalau pada awalnya dia sama sekali tidak memiliki bayangan sejauh itu. Fokusnya MilkMochaBear bisa dirilis sebagai stiker LINE pada 2016 murni bersifat praktis.
“Tidak, jadi jujur saja aku sama sekali tidak menyangka. Aku bahkan tidak terpikir untuk membawanya lebih jauh dari stiker. Karena saat itu aku adalah kreator stiker LINE secara full time.”
Perjalanan menuju komik pun tidak terjadi secara instan. Meski karakter MilkMochaBear sudah diciptakan sejak 2016, akun Instagram yang kemudian menjadi rumah bagi komik Milk & Mocha baru dibuka pada 2018. Selama dua tahun tersebut, Melani sepenuhnya mencurahkan perhatiannya pada pembuatan stiker dan belum memikirkan format komik sama sekali.
Menemukan Inspirasi dalam Keheningan
Perubahan arah kreatif Melani mulai terjadi ketika dia menemukan inspirasi dari Silent Manga Competition yang diselenggarakan di Jepang. Kompetisi ini menampilkan komik-komik tanpa dialog, tapi tetap mampu menyampaikan pesan emosional yang kuat.
“Komik-komik awal saya terinspirasi dari Silent Manga Competition di Jepang. Kalau melihat karya para pemenang dan peserta, mereka membuat komik tanpa kata sama sekali, tapi pesannya tetap sangat indah.”

Pengalaman tersebut membuat Melani menyadari kalau cerita tidak selalu membutuhkan teks.
“Dari situ aku merasa, ternyata pesan bisa disampaikan hanya lewat gambar. Kata-kata tidak selalu diperlukan.”
Pendekatan inilah yang kemudian membentuk identitas awal Milk & Mocha sejak Melani mulai bereksperimen dengan format komik sekitar tahun 2018, dan sejak saat itu relevansi serinya semakin naik hingga jauh lebih dikenal luas seperti sekarang.
Kenapa Milk & Mocha Begitu Mudah Dicerna
Meski tampil sederhana, Milk & Mocha mampu membangun kedekatan emosional dengan pembaca dari berbagai latar belakang budaya. Menurut Melani, hal ini karena karakter-karakter tersebut dibangun berdasarkan kepribadian, dan bukannya konteks budaya atau lokasi tertentu.
“Milk & Mocha lebih berfokus pada kepribadian. Karena yang ditonjolkan adalah sifatnya, mereka tidak terikat pada negara atau wilayah tertentu.”
Pendekatan ini memungkinkan pembaca untuk memproyeksikan diri mereka ke dalam karakter Milk atau Mocha. Ada yang merasa lebih dekat dengan sifat Milk yang ceria dan ekspresif, sementara yang lain justru merasa terwakili oleh Mocha yang lebih pendiam dan reflektif.
“Orang-orang bisa memilih sendiri, merasa lebih seperti Milk atau Mocha. Dari situlah koneksi itu muncul.”
Kesan relatable yang dibawa Milk & Mocha pun tidak harus dipahami secara romantis, karena keduanya juga bisa dibaca sebagai sahabat atau rekan pendamping dalam kehidupan sehari-hari.
Cara Bercerita Lewat Bahasa Tubuh
Karena Milk & Mocha sering berkomunikasi tanpa dialog, bahasa tubuh menjadi elemen terpenting dalam proses bercerita. Gestur, gerakan, dan ekspresi visual digunakan untuk menggantikan kata-kata.
“Kalau komiknya tanpa kata, aku benar-benar bergantung pada gestur dan gerakan. Karena mereka tidak berbicara, semuanya harus terlihat dari bahasa tubuhnya.”

Seiring waktu, Melani merasa pendekatan ini membuatnya semakin peka terhadap detail paling kecil.
“Aku jadi belajar banyak soal bagaimana gerakan kecil bisa membawa emosi.”
Meski kini dia sesekali menambahkan teks untuk menyampaikan ide yang lebih kompleks, pendekatan visual tetap menjadi pondasi utama Milk & Mocha yang memang sudah lebih sering dinikmati oleh para fans.
Melampaui Gender dan Label Hubungan
Selain itu Milk & Mocha sering dipersepsikan sebagai pasangan yang terjalin hubungan romansa, tapi Melani sengaja tidak memberi mereka peran gender atau label hubungan yang kaku. Karakter-karakter ini dibiarkan terbuka untuk dibayangkan sendiri oleh pembaca.
“Mereka dibuat berdasarkan kepribadian, jadi pembaca bebas merasa lebih dekat dengan yang mana.”
Dengan pendekatan ini, Milk & Mocha bisa merepresentasikan berbagai jenis hubungan, baik sebagai pasangan, sahabat, maupun sekedar teman yang saling menemani. Semuanya akan tetap terasa natural di bayangan para fans.
Memperluas Semesta Milk & Mocha Bear
Karakter tambahan seperti Matcha dan Mustard hadir sebagai bagian dari ekspansi semesta MilkMochaBear. Matcha pertama kali muncul pada 2019, yang kemudian disusul Mustard pada 2024. Menurut Melani, karakter baru biasanya diperkenalkan ketika dia merasa cerita membutuhkan elemen kejutan yang lebih fresh.
“Biasanya muncul saat aku merasa perlu sesuatu yang baru, supaya pembaca tetap merasa tertarik untuk mengikuti serinya.”

Hanya saja dia tetap memastikan kalau Milk & Mocha tidak kehilangan peran utama. Karakter-karakter tambahan tersebut lebih berfungsi sebagai pendukung yang memperkaya dunia cerita, dan bukannya untuk merebut fokus.
Momen Sehari-hari yang Terasa Nyata
Banyak komik Milk & Mocha menggambarkan momen-momen kecil yang terasa sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ide ini berasal dari kombinasi pengalaman pribadi Melani dan situasi khusus dalam imajinasi yang terasa autentik.
“Sebagian memang berdasarkan kejadian nyata, sebagian lainnya aku buat sendiri. Bukan tentang pasangan ideal, tapi tentang apa yang terasa alami bagi mereka.”
Salah satu contoh yang paling sering dibicarakan adalah komik ketika Mocha kehilangan ponsel dan menemukannya di dalam kulkas, yang mana ini memang jadi sebuah kejadian nyata yang dialami Melani sendiri. Reaksi pembaca yang mengalami hal serupa menjadi bukti kalau kelebihan Milk & Mocha terletak pada kejujurannya dalam menangkap hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari.
Ucapan Terima Kasih ke Fans

Pada akhir sesi wawancara ini, tidak ketinggalan Melani menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para fans di Malaysia yang memiliki peran penting dalam perjalanan awal MilkMochaBear.
“Proyek FMCG pertama Milk Mocha justru berasal dari Malaysia. Saat itu aku sempat berpikir mereka belum mengenal Milk Mocha, tapi sambutannya sangat hangat.”
Dukungan awal tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi Melani dan menjadi salah satu momen penting dalam perkembangan Milk & Mocha hingga dikenal luas seperti sekarang. Jika tertarik dengan serinya, kamu bisa follow akun Instagram resmi mereka DI SINI.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id













Discussion about this post