Game MMO shooter terbaru dari NC, Cinder City, langsung mencuri perhatian karena spesifikasi PC yang dimintanya benar-benar tinggi. Game open-world co-op PvE berlatar Seoul futuristik ini bahkan menjadi salah satu game PC pertama yang merekomendasikan penggunaan RAM 64 GB.
Berdasarkan halaman Steam, spesifikasi minimumnya saja sudah membutuhkan RAM 32 GB, kartu grafis NVIDIA GeForce RTX 2060 6 GB, serta prosesor Intel Core i5-10400 atau AMD Ryzen 5 3600. Kalau ingin pengalaman bermain sesuai rekomendasi developer, pemain harus memakai RAM 64 GB, RTX 4060 8 GB, dan prosesor Intel Core i7-12700 atau AMD Ryzen 7 7800X3D.

Kalau dibandingkan dengan game-game AAA terbaru, kebutuhan ini jelas jauh lebih tinggi. Forza Horizon 6, 007 First Light, Death Stranding 2, Resident Evil Requiem, hingga Crimson Desert saja hanya merekomendasikan RAM 16 GB. Bahkan Microsoft Flight Simulator yang terkenal berat umumnya hanya menyarankan RAM 32 GB.
Menariknya lagi, Cinder City dikembangkan menggunakan Unreal Engine 5. Engine ini memang mampu menghasilkan visual yang sangat memukau, tetapi belakangan juga cukup sering dikeluhkan gamer karena masalah optimalisasi performa di berbagai game yang menggunakannya.
Di sisi lain, waktu pengumuman spesifikasi ini juga terasa kurang pas. Pasalnya, harga RAM sedang naik cukup tinggi akibat krisis pasokan memori dan meningkatnya permintaan dari industri AI. Beberapa laporan bahkan menyebut harga kit RAM 64 GB sempat menyentuh sekitar USD 1.000 di sejumlah wilayah.
Dampaknya juga terasa di Indonesia. Saat ini, harga RAM DDR5 berkapasitas 64 GB berada di kisaran Rp17 juta hingga Rp18 juta. Dengan spesifikasi setinggi itu, tidak heran kalau Cinder City langsung jadi bahan pembicaraan di kalangan gamer PC, bahkan sebelum game ini resmi dirilis.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id













Discussion about this post