Tidak lama setelah mengumumkan rencananya untuk merilis Dragon Sword dalam format game single player berbayar tidak lama setelah debut versi gachanya yang berakhir gagal, developer Hound 13 sayangnya harus berkutat dengan masalah serius yang melibatkan pihak publisher Webzen. Dari perkembangan terbarunya, Webzen telah mengambil langkah tegas secara hukum karena menganggap adanya pelanggaran kontrak yang dilakukan Hound 13 karena mereka bertujuan untuk merilis Dragon Sword secara independen.
Ini tentu membuat rencana rilis gamenya pada Juli 2026 mendatang yang diberi judul DragonSword: Awakening jadi hampir mustahil. Bergantung dari seberapa jauh dan seriusnya langkah hukum yang diambil Webzen, ini tidak hanya berujung pada pembatalan proyeknya secara penuh, tapi juga ke kondisi finansial seluruh perusahaan Hound 13. Fakta kalau mereka mengambil keputusan untuk merilis gamenya secara independen saja sudah termasuk resiko besar, apalagi jika mereka tidak mendapat kesempatan itu sama sekali.

Harapan terbaik tentu saja jika kedua pihak mencapai semacam kesepakatan damai yang berujung pada kesuksesan manis gamenya hingga bisa menguntungkan mereka, tapi jika melihat hubungan antar keduanya yang memang tidak kondusif, sulit rasanya untuk melihat kemungkinan tersebut jadi kenyataan. Selain itu ada juga kemungkinan adanya pihak publisher third party lain yang mau mengamankan lisensi Dragon Sword dengan bantuan dana besar agar gamenya masih bisa dirilis.
Terlepas dari apa yang akan terjadi, kondisinya saat ini memang sangat memprihatinkan dan berada di ambang resiko akan dibatalkan. Jadi bagi kamu yang mungkin sudah sempat wishlist di Steam, sebaiknya jaga ekspektasi dan jangan sampai kaget semisal gamenya berujung dibatalkan.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post