Lebih dari satu dekade sejak debut The Witcher 3: Wild Hunt, Geralt of Rivia akhirnys iap kembali dalam petualangan baru melalui expansion Songs of the Past yang akan menjadi jembatan para fans sebelum siap memasuki The Witcher 4. Melalui ajang gamescom 2026 kemarin, tim kami telah berkesempatan untuk mewawancarai langsung Karolina Kuzia-Rokosz selaku Creative Vision Director dari CD PROJEKT RED, dan Doug Cockle selaku pengisi suara Geralt of Rivia yang membahas tuntas mengenai expansion ini.
Topiknya sendiri sudah mencakup alasan di balik kembalinya Geralt, sisi baru dari karakter Dandelion, upaya mempertahankan identitas The Witcher 3, hingga kembalinya rantai sebagai senjata yang sudah digoda sejak game pertama The Witcher.

Alasan Kembalinya Geralt
Setelah Blood and Wine yang merupakan expansion kedua The Witcher 3, kisah Geralt memang terasa seperti sudah mencapai titik akhir. Dia telah pensiun dan menetap di perkebunan Corvo Bianco, kehidupan tenang yang tentu tidak mudah untuk ditinggalkan. Tapi bagi Karolina, jika seorang karakter sudah memilih untuk pensiun, dibutuhkan alasan yang sangat kuat untuk membuatnya kembali.
“Saya tahu kalau di akhir expansion kedua, Blood and Wine, rasanya Geralt sudah pensiun. Dia menetap di perkebunan Corvo Bianco yang indah, jadi siapa yang tidak menginginkannya?” ujar Karolina. “Tapi dari sudut pandang penceritaan, jika kamu memutuskan untuk pensiun, kamu membutuhkan alasan yang sangat bagus untuk keluar dari masa pensiun. Kali ini, alasan tersebut adalah sahabat terbaik Geralt.”
Sahabat yang dimaksud tentu saja adalah Dandelion. Dia membutuhkan Geralt untuk menemaninya kembali ke tanah kelahirannya karena memiliki sejumlah urusan pribadi yang harus diselesaikan. Dandelion percaya kalau keberadaan sahabatnya di sisinya akan menjadi sesuatu yang penting agar dia bisa berhasil.

Usulan mengenai expansion ini sendiri sebenarnya sudah lama berkembang di CD PROJEKT RED, tetapi berbagai proyek dan komitmen lain membuat tim belum memiliki kesempatan untuk mengerjakannya. Kesempatan itu akhirnya datang ketika Fool’s Theory diajak untuk ikut menghidupkan expansion tersebut. Banyak veteran yang sebelumnya mengerjakan The Witcher 3 juga berada di Fool’s Theory, sehingga kolaborasi ini terasa seperti reuni dengan teman dan kolega lama.
“Kesempatannya akhirnya ada, dan kami masih merasa kalau ada lebih banyak hal yang ingin dikatakan tentang Geralt. Kami ingin mengeksplorasi sisi yang sangat personal dari persahabatan dan hubungannya dengan Dandelion,” jelas Karolina. Dia juga merasa kalau Dandelion pantas mendapatkan lebih banyak waktu di layar sebagai salah satu orang terpenting dalam kehidupan Geralt.
Geralt Masih Menjadi Bagian Personal dari Doug Cockle
Bagi Doug Cockle, kembali memerankan Geralt setelah sekian lama sebenarnya bukan sesuatu yang terasa asing. Setelah mengisi suara sang Witcher selama lebih dari 20 tahun, bahkan sejak The Witcher pertama, Cockle merasa dia tidak pernah benar-benar meninggalkan karakter tersebut.
“Saya selalu senang kembali kepada Geralt. Sebenarnya, saya tidak perlu kembali kepadanya, dia adalah bagian dari diri saya,” katanya. Cockle bahkan mengatakan kalau dirinya terkadang berbicara menggunakan suara Geralt ketika sedang sendirian di rumah. “Saya benar-benar berjalan-jalan di rumah dan, kamu tahu bagaimana terkadang ketika sendirian di rumah kamu berbicara kepada diri sendiri? Saya berbicara kepada diri sendiri dengan suara Geralt. Saya akan mengatakan hal-hal seperti, ‘Oh man, aku harus mencuci piring itu.’”
Karena itu, kembali ke dunia The Witcher terasa sangat natural baginya. “Rasanya seperti masuk ke dalam bak mandi yang hangat. Saya sangat nyaman dengan dunia ini dan dengan karakternya. Geralt juga merupakan karakter yang sangat hebat, jadi saya merasa sangat diberkati mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan petualangan ini bersamanya, bersama Fool’s Theory dan CD PROJEKT RED.”

Bagi Cockle, daya tarik Songs of the Past juga terletak pada kesempatan untuk lebih mengenal Dandelion. Dia menggambarkan Dandelion sebagai sahabat terbaik Geralt yang memiliki kepribadian hampir berlawanan dengan sang Witcher. “Dandelion adalah sahabat terbaik Geralt. Mereka sudah menjadi teman dekat untuk waktu yang sangat lama, dan Dandelion adalah lawan yang luar biasa untuk sikap stoik dan sarkasme Geralt yang pendiam. Dia hampir merupakan kebalikan yang persis.”
Cockle juga kembali bekerja bersama John Schwab, pengisi suara Dandelion, yang sudah menjadi temannya selama bertahun-tahun. “Saya rasa hal yang paling saya nantikan untuk dinikmati para pemain adalah mempelajari lebih banyak tentang Dandelion dan mengalami persahabatan antara Dandelion dan Geralt dengan cara yang lebih substansial dibandingkan sebelumnya.”
Karolina sendiri melihat Dandelion sebagai salah satu dari sedikit orang yang mampu menembus pertahanan Geralt. “Dandelion adalah orang yang bisa menembus cangkang yang dibangun Geralt di sekeliling dirinya. Geralt adalah orang yang sangat stoik, tetapi mereka mengeluarkan sisi terbaik dan, terkadang, sifat paling sulit dalam diri satu sama lain. Mereka bersenang-senang bersama.”
Menggali Sisi Lain Dandelion
Meski Dandelion akan mendapatkan sorotan lebih besar, Karolina menegaskan kalau piha tim developer tidak ingin membuatnya menjadi karakter yang sepenuhnya berbeda. Dia masih merupakan sosok yang dikenal pemain dari buku maupun game sebelumnya, tetapi Songs of the Past akan menggali lebih dalam berbagai sisi kepribadiannya.
“Kami tahu Dandelion dari buku dan game, dan dalam Songs of the Past, dia masih merupakan orang yang sama yang kita kenal. Tapi kami benar-benar ingin mengeksplorasi lapisan berbeda dari kepribadiannya dan menggali lebih dalam mengenai apa yang sebenarnya dia inginkan dalam hidup, apa yang dia inginkan untuk dirinya sendiri, dan apa takdirnya.”
Dandelion juga akan menghadapi sejumlah pilihan yang selama ini perlu dia hadapi, terutama terkait keluarganya. Perubahan tersebut bahkan tercermin dalam penampilan barunya. Dia tidak lagi mengenakan warna-warna cerah yang selama ini menjadi cirinya, melainkan pakaian dengan warna yang lebih redup dan bernuansa tanah karena ingin kembali terhubung dengan keluarganya.
“Dia belum memiliki hubungan yang baik dengan mereka selama bertahun-tahun, dan sekarang dia berharap kalau kembali ke kampung halamannya akan mengubah hal tersebut. Dia juga terlihat sedikit berbeda dan mungkin lebih serius, karena dia menghadapi hal-hal yang lebih serius dalam hidupnya.”

Hubungan dengan Geralt kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan Dandelion. Melalui persahabatan mereka, dia akan menghadapi keputusan-keputusan penting mengenai hidupnya sendiri. Tim juga ingin menggunakan hubungan keduanya untuk menunjukkan kalau menjadi teman yang baik tidak selalu berarti menyetujui seseorang atau mengikuti mereka ke mana pun.
“Menjadi teman yang baik tidak selalu berarti setuju dengan seseorang atau mengikuti mereka ke mana pun mereka pergi. Terkadang, itu berarti mengatakan kebenaran yang sulit atau mencoba menyelamatkan mereka dari diri mereka sendiri, bahkan jika mereka tidak menghargainya pada saat itu.”
Menurut Karolina, hal tersebut membuat hubungan mereka menjadi lebih rumit, karena baik Geralt maupun Dandelion harus melalui situasi semacam itu. Pada akhirnya, Dandelion diharapkan menjadi karakter yang lebih manusiawi karena perkembangannya dibangun dari sifat-sifat yang memang sudah ada sejak awal.
“Kami cenderung mengatakan kalau kami sudah memiliki banyak kisah romansa. Sekarang waktunya untuk sebuah bromance,” kata Karolina. Dia menjelaskan kalau yang dimaksud adalah persahabatan matang antara dua pria dewasa yang memiliki keunikan dan perbedaan masing-masing, tetapi tetap akan melakukan apa pun demi satu sama lain. Cockle kemudian menyela dengan singkat, “Terkadang secara harfiah.”
Menjaga Jiwa The Witcher 3
Dengan The Witcher 4 yang kini menjadi masa depan franchise, Songs of the Past juga memiliki tantangan untuk mempertahankan identitas The Witcher 3 sembari memanfaatkan berbagai pengalaman yang telah diperoleh para pengembang. Karolina mengatakan kalau hal tersebut terbantu oleh banyaknya orang yang sudah memahami dunia The Witcher dari proyek-proyek sebelumnya.
“Pertama-tama, jiwanya masih ada. Orang-orang yang serupa masih mengerjakan proyek ini, dan kami mendapatkan pengawasan dari CD PROJEKT RED, termasuk orang-orang yang juga mengerjakan game original dan expansionnya.”
Menurut Karolina, semangat dan pola pikir di balik The Witcher yang menyangkut seperti apa dunia tersebut dan bagaimana seharusnya terlihat serta terasa masih dipertahankan. Tim memang memiliki sejumlah batasan, tetapi dia melihatnya sebagai batasan yang baik karena aturan dunia dan karakter-karakternya sudah terbentuk.

“Dengan expansion baru ini, kami hanya ingin mengeksplorasi lebih banyak tentang mereka dan mengatakan sesuatu yang baru dan segar, tetapi bukan sesuatu yang sepenuhnya berbeda. Itu bukan yang kami tuju. Penting untuk mempertahankan apa yang semua orang ketahui tentang franchise ini dan terus membangunnya.”
Ide dan solusi baru kemudian menjadi hasil kerja bersama seluruh tim, termasuk para lore master yang memastikan perkembangan dunia tetap sesuai dengan aturan yang sudah ada. “Kami terus membicarakan hal-hal yang sama, tetapi dari perspektif baru,” jelas Karolina. Dalam kerangka tersebut, Songs of the Past tetap merupakan petualangan The Witcher sepenuhnya, lengkap dengan monster untuk diburu, keputusan yang harus dibuat, karakter baru, serta mekanik baru.
“Kami memberikan perhatian ekstra pada berbagai tingkatan untuk mengikuti setiap detail yang penting, melanjutkan cerita dalam lore yang sama, dan memberikan perasaan kalau kamu kembali ke rumah.” Bagi pemain lama, tim ingin menciptakan perasaan kembali ke dunia yang sudah mereka kenal, sementara pemain baru tetap mendapatkan kesempatan untuk mengenal dan mempelajari game tersebut.

Cockle pun sepakat kalau pengalaman para veteran Fool’s Theory menjadi salah satu kunci untuk mempertahankan identitas tersebut. “Hal yang indah dari Fool’s Theory adalah kalau studio ini terdiri dari banyak orang yang benar-benar mengerjakan The Witcher 3. Pengetahuan dan pengalaman mereka mengenai dunia ini bersifat langsung.”
“Bagi saya, saya sudah bersama game ini sejak awal sekali. Saya merekam Geralt di The Witcher 1, jadi sekarang saya memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun dengan dunia dan karakter ini. Saya rasa itulah jawabannya, dan begitulah cara kami mempertahankannya. Ada banyak pengalaman di meja ketika membuat expansion ini.”
Menemukan Emosi Geralt
Geralt dikenal sebagai karakter yang pendiam dan cenderung menyimpan perasaannya sendiri, sehingga menggambarkan emosinya menjadi salah satu tantangan dalam membawanya kembali. Cockle sendiri tidak melihat Geralt sebagai sosok tanpa emosi.
“Dia memang tidak banyak bicara, bukan? Tapi dia merasakan sesuatu.” Memang ada anggapan kalau Geralt menjadi tidak berperasaan akibat Trial of the Grasses, dan Cockle mengakui kalau ada benarnya. Tapi menurutnya, Geralt tetap merupakan sosok yang emosional karena pekerjaannya mengharuskannya untuk tidak membiarkan emosi mengendalikan dirinya.
“Dia melakukan pekerjaan di mana dia tidak bisa membiarkan emosinya menguasai dirinya. Jika dia dipimpin oleh emosinya, dia akan mati. Pekerjaannya terlalu berbahaya.” Geralt juga sangat protektif terhadap dirinya sendiri dan sebisa mungkin menghindari politik. “Dia tidak ingin terlibat dalam aspek dunia tersebut. Dia hanya ingin menjalankan pekerjaannya, memiliki kehidupan yang menyenangkan, dan berkumpul dengan teman-temannya. Sebenarnya, itulah yang ingin dia lakukan.”

Sebagai aktor, Cockle merasa Geralt tetap harus memiliki kehidupan emosional agar pemain bisa terhubung dengannya. “Jika tidak, apa yang akan kita, sebagai manusia, hubungkan dengan dia?” Tantangannya adalah menemukan emosi tersebut pada karakter yang jarang menunjukkannya, tetapi Cockle mengatakan kalau semuanya bisa terlihat melalui momen-momen kecil.
Dalam demo, misalnya, Geralt dapat terlihat marah, sedih, bingung, dan khawatir. “Itulah alasan kita bisa berhubungan dengannya. Ketika kita bermain sebagai Geralt, kita bisa memahami apa yang dia rasakan.” Cockle sendiri tidak mencoba sekadar memasang emosi tertentu ketika berakting. “Sebagai aktor, cara saya mendekati emosi adalah melalui tindakan. Saya tidak mencoba memasang sebuah emosi. Saya mencoba mencapai apa yang ingin dicapai karakter secara vokal.”
Dengan berusaha mencapai tujuan karakter tersebut, emosi akan muncul secara alami. “Jadi dalam beberapa hal, kamu bisa mengatakan kalau ketika Geralt mengungkapkan suatu perasaan, itu karena saya merasakannya. Emosi Geralt adalah emosi saya sendiri, dan itu sangat memuaskan.”
Kembalinya Rantai Sebagai Senjata Geralt
Salah satu tambahan baru yang paling menarik adalah rantai Geralt, senjata yang memiliki sejarah sejak The Witcher pertama. Karolina memiliki alasan yang sangat sederhana ketika menjelaskan mengapa senjata tersebut kembali. “Pertama dan terutama, alasannya adalah karena ini keren. Sangat, sangat keren.”
Tapi rantai tersebut bukan hanya soal gaya. Senjata itu memang pernah digunakan Geralt, dikenal dari buku, dan muncul dalam intro The Witcher 1. Rantai tersebut kemudian dihancurkan oleh Striga, sehingga expansion ini memberikan kesempatan untuk memperkenalkannya kembali. “Geralt tahu cara menggunakannya. Dia tahu cara bertarung dengannya, dan sekarang kami memberikannya kepada para pemain untuk digunakan.”

Menurut Karolina, hal yang paling menarik dari rantai justru bukan sekadar finishing move atau momen sinematik yang bisa dihasilkannya. “Hal yang paling menarik bagi saya mengenai rantai adalah kalau ini tidak hanya memberikanmu finishing yang keren dan momen-momen sinematik. Rantai ini juga memungkinkanmu melakukan crowd control terhadap musuh.”
Ketika Geralt dikelilingi kelompok musuh yang lebih besar, rantai tersebut dapat digunakan untuk mengendalikan mereka dengan cepat. Senjata ini juga berpotensi berguna menghadapi musuh yang terbang. “Ini juga mungkin berguna melawan musuh yang terbang, karena akhirnya kamu akan bisa menjangkau mereka.”
Wilayah yang Tidak Tersentuh Perang
Wilayah baru dalam Songs of the Past memiliki karakteristik yang berbeda dari banyak tempat yang telah dikunjungi Geralt sebelumnya. Tempat tersebut relatif tidak tersentuh oleh perang, sehingga masyarakatnya tumbuh dalam kondisi yang jauh lebih damai.
“Kami ingin para pemain mengalami sesuatu yang sangat spesial, yaitu dengan membawa sebuah tempat yang relatif tidak tersentuh oleh perang. Orang-orang di sana agak tertutup dalam dunia mereka sendiri. Mereka memiliki ekonomi dan sistem mereka sendiri.” Masyarakat tersebut memiliki pertanian dan beternak hewan seperti domba dalam skala besar, kemudian menggunakan produk dari domba untuk menghasilkan berbagai produk lain dalam perekonomian mereka.
“Mereka kaya, mereka damai, dan mereka sebenarnya sangat bahagia dengan tempat mereka tinggal. Ini hampir seperti tanah yang penuh kelimpahan.” Tapi kehidupan yang terlalu aman juga membuat masyarakat tersebut relatif terlindungi dari kenyataan dunia luar. “Mereka tidak tahu perang. Mereka aman di tempat mereka berada.”

Kondisi tersebut kemudian tercermin dalam bagaimana komunitas mereka dibangun, bagaimana mereka berbicara satu sama lain, serta bagaimana mereka memandang para pendatang. Seorang Witcher bagi mereka adalah sesuatu yang baru, tetapi bukan dalam bentuk penolakan seperti yang mungkin ditemui Geralt di tempat lain. “Di sini, ini lebih tentang rasa ingin tahu.”
Geralt juga bukan sesuatu yang benar-benar mereka butuhkan untuk menangani monster. Masih ada monster dan bahaya di wilayah tersebut, tetapi masyarakat setempat mampu hidup relatif damai karena monster-monster tersebut cenderung menjaga jarak. Meski begitu, tetap ada pekerjaan bagi seorang Witcher, dan alasan di balik kehidupan masyarakat yang begitu berbeda tersebut akan menjadi salah satu misteri bagi pemain.
“Orang-orang ini benar-benar berperilaku sedikit berbeda. Mereka memandang berbagai hal secara berbeda. Dalam beberapa hal, mereka hampir seperti negara otonom. Mereka tidak memiliki kekhawatiran yang sama seperti yang harus dihadapi orang-orang di tempat lain.”
Akhir Wawancara

Menutup wawancara, Karolina menyampaikan rasa terima kasihnya kepada komunitas The Witcher atas dukungan yang terus diberikan kepada franchise tersebut. “Saya sangat berterima kasih atas dukungan kalian. Sangat mengesankan melihat cinta yang kalian berikan kepada franchise dan komunitas ini. Saya sangat berterima kasih untuk itu.”
Dia juga mengaku sudah tidak sabar untuk menunjukkan lebih banyak mengenai expansion tersebut dan akhirnya menyerahkannya kepada para pemain. “Saya hanya tidak sabar untuk memberi tahu kalian lebih banyak, menunjukkan lebih banyak kepada kalian, dan akhirnya memberikan expansion ini ke tangan kalian sehingga kalian bisa bersenang-senang dengannya dan menikmatinya.” Untuk saat ini, dia hanya ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada para fans, sembari mengajak mereka yang menghadiri Gamescom untuk melihat langsung apa yang sedang dikerjakan tim.
Cockle kemudian memberikan pesan singkat kepada komunitas The Witcher: “Dan anda bisa mengatakan kepada komunitasmu mengenai pesan dari saya: Welcome back to the Path.”
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id











Discussion about this post