gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

[EKSKLUSIF] Wawancara dengan Metronomik – Perkenalkan Budaya Asia Tenggara ke Dunia Lewat Ondeh Ondeh Kaya’s Tasty Tale

Taufik by Taufik
October 30, 2026
in Konsol, Nintendo Switch, Nintendo Switch 2, PC, Wawancara
0
Memperkenalkan budaya Asia Tenggara ke seluruh dunia tujuan bagi Metronomik dalam mengembangkan Ondeh Ondeh Kaya’s Tasty Tale.

Memperkenalkan budaya Asia Tenggara ke seluruh dunia tujuan bagi Metronomik dalam mengembangkan Ondeh Ondeh Kaya’s Tasty Tale.

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Memperkenalkan budaya Asia Tenggara ke seluruh dunia jadi salah satu tujuan utama, bahkan mungkin yang paling penting, bagi Metronomik dalam mengembangkan Ondeh Ondeh Kaya’s Tasty Tale.

Game action-adventure yang menggabungkan rhythm dan puzzle ini menghadirkan Kaya sebagai karakter utama, seorang gadis yang menggunakan sendok raksasa sebagai senjatanya. Sepanjang permainan, game buatan studio asal Malaysia ini bakal memperkenalkan pemain dengan berbagai cita rasa makanan, musik, dan cerita rakyat, yang menggabungkan unsur tradisional dengan gameplay yang gampang dinikmati.

Ondeh Ondeh Kaya’s Tasty Tale belum lama ini muncul di Nintendo Direct, yang membuat gamenya semakin dikenal secara internasional berkat dukungan Bandai Namco Entertainment.

Kami berkesempatan ngobrol dengan Wan Hazmer, co-founder, CEO, sekaligus game director Metronomik, bersama Kotaro Usui selaku produser dari Bandai Namco, untuk membahas pengaruh budaya dalam game ini, proses pengembangannya, sampai ambisi studio tersebut membawa game asal Asia Tenggara ke pasar global.

Dari Kiri ke Kanan: Wan Hazmer – Metronomik Game Director dan Kotaro Usui – Producer | Image Credit: Digital Braves

Karya Penuh Dedikasi dari Asia Tenggara

Sebelum mengerjakan Ondeh Ondeh Kaya’s Tasty Tale, Hazmer sebenarnya sudah sering memasukkan budaya Malaysia ke dalam karyanya, mulai dari roti canai yang muncul di Final Fantasy XV sampai pengaruh musik dalam No Straight Roads. Lewat game terbarunya ini, studio tersebut ingin membawa unsur budaya lokal lebih jauh lagi, sambil memastikan pemain internasional tetap bisa merasa dekat dengan dunia yang mereka buat.

“Saya biasanya menyebutnya ‘relevansi global’, yaitu sesuatu yang benar-benar bisa terasa dekat dengan banyak orang.”

Tim developer juga menjelaskan dua hal yang selalu mereka perhatikan ketika ingin memperkenalkan budaya Asia Tenggara. Menurut Hazmer, budaya yang ditampilkan harus punya keunikan khas daerah tersebut, tapi cara penyampaiannya juga harus bisa dipahami dan terasa relevan secara global. Dia mencontohkan berbagai tema universal yang bisa dipahami banyak pemain, seperti jatuh cinta, putus cinta, sampai hubungan keluarga.

Hazmer menggunakan congkak, permainan tradisional yang populer di berbagai negara Asia Tenggara, sebagai contohnya. Dengan memperkenalkannya sebagai permainan yang biasa dimainkan saat kecil, pemain internasional bisa menghubungkannya dengan pengalaman masa kecil mereka sendiri, meskipun permainan yang mereka kenal mungkin berbeda.

“Seberapa banyak budaya yang dimasukkan sebenarnya tidak sepenting bagaimana budaya itu ditampilkan. Kalau disampaikan dengan cara yang relevan, orang-orang akan menghargainya dan jadi penasaran.”

Hazmer merasa pemain sekarang semakin tertarik dengan setting game di luar dunia medieval dan sci-fi yang selama ini sering mendominasi industri gaming. Menurutnya, Malaysia dan kawasan Asia Tenggara secara keseluruhan, termasuk Indonesia, Thailand, dan Singapura, punya banyak hal unik yang menarik untuk dieksplorasi oleh developer.

Pelajaran Berharga dari No Straight Roads

Game pertama Metronomik, No Straight Roads, juga membantu tim memahami bagaimana pemain internasional merespons identitas budaya yang mereka tampilkan. Hazmer masih ingat ketika melihat streamer dari luar Asia Tenggara begitu antusias mendengar berbagai ekspresi dan aksen khas Malaysia dalam rap battle melawan DK West.

Melihat reaksi mereka membuat Hazmer dan timnya semakin percaya diri untuk memasukkan lebih banyak unsur budaya lokal ke proyek berikutnya.

“Sebagian orang Malaysia malu menunjukkan identitas mereka sendiri karena menganggapnya sebagai sesuatu yang berkualitas rendah. Dulu, sesuatu yang disebut ‘lokal’ memang sering dianggap punya kualitas rendah.”

No Straight Roads juga jadi batu loncatan bagi tim untuk mempelajari banyak hal penting soal pengembangan game. Contohnya, banyak boss di No Straight Roads dibuat secara khusus satu per satu, sehingga developer cukup kesulitan ketika harus memperbaiki bug dan menjaga konsistensi setiap pertarungan. Pengalaman ini akhirnya membuat mereka memikirkan ulang pendekatannya dan menggunakan desain yang lebih modular untuk Ondeh Ondeh Kaya’s Tasty Tale.

Menurut Hazmer, pendekatan tersebut membantu menekan biaya produksi sekaligus mempermudah tim untuk memperluas dunia dan gameplay gamenya.

Studio ini juga ingin menghadirkan suara-suara lokal ke dalam pengalaman bermain. Meskipun daftar pengisi suaranya belum diumumkan, Hazmer mengatakan bahwa tim ingin para aktor menggunakan aksen alami mereka sendiri, bukan mengikuti gaya bahasa Inggris Amerika yang sering digunakan dalam iklan.

Dialog dalam game nantinya bakal menggunakan berbagai kata dan ekspresi bahasa Melayu yang sudah akrab bagi masyarakat Malaysia maupun Asia Tenggara lainnya, lengkap dengan beragam aksen bahasa Inggris khas Malaysia. Hazmer juga menyinggung pengalaman yang cukup familiar bagi orang-orang yang tumbuh besar di kawasan ini, termasuk menghadapi tante-tante yang suka ribut.

“Ada orang yang cerita soal tantenya yang cerewet dan terus bertanya kapan mau menikah dan punya anak. Aksen seperti itu juga kami masukkan ke dalam game.”

Perpaduan Makanan dan Musik

Hazmer mengatakan bahwa tujuan lain dari Ondeh Ondeh Kaya’s Tasty Tale adalah menggabungkan dua hal yang paling dia sukai, yaitu makanan dan musik.

Dia menjelaskan bahwa alih-alih menggunakan kekuatan elemen seperti tanah, air, dan api yang biasa ditemukan di JRPG, game ini justru menggunakan berbagai profil rasa. Hal ini juga sempat diperlihatkan dalam trailer, ketika Kaya terlihat mengambil ondeh dari sebuah genangan air dan menggunakannya dengan berbagai cara. Hazmer menambahkan bahwa game ini bakal menghadirkan masam (asam), manis, dan berbagai rasa lainnya sebagai pengganti “elemen” dalam dunianya, tetapi dia belum bisa membocorkan lebih banyak detail untuk sekarang.

“Perpaduan antara berbagai profil rasa dan beat musik adalah mekanik utama game ini. Setiap profil rasa memberikan efek yang berbeda, tapi saya belum bisa menjelaskan secara pasti apa saja efeknya. Begitu gamenya rilis, kalian bakal tahu lebih banyak.”

Dari sisi musik, pengaruh budaya lokal juga terasa sampai ke soundtrack. Trailer gamenya menghadirkan lagu tradisional “Rasa Sayang”, tetapi para komposer juga memasukkan berbagai instrumen dan elemen melodi khas Asia Tenggara ke dalam musik yang terdengar lebih modern.

Hazmer menjelaskan bahwa musiknya harus cocok dengan setting dunia fantasi dalam game, bukan sekadar memasukkan lagu tradisional begitu saja tanpa perubahan.

Cerita rakyat Asia Tenggara juga menjadi inspirasi untuk berbagai boss dalam game, termasuk Induk Serigala dan Tarifiman. Hazmer mengatakan bahwa tim mempertimbangkan peran setiap karakter dalam cerita rakyat, pola visual, musik yang mengiringinya, sampai desain dungeon tempat pertarungan berlangsung. Dungeon tersebut bakal memperkenalkan berbagai hal yang nantinya harus diterapkan pemain ketika menghadapi boss, sehingga inspirasi budayanya benar-benar terhubung langsung dengan gameplay.

Dari Pertarungan Mecha ke Kuliner Asia Tenggara

Bagi Usui, Ondeh Ondeh Kaya’s Tasty Tale jelas sangat berbeda dari proyek-proyek sebelumnya yang banyak berhubungan dengan game mecha besar, termasuk seri Gundam Breaker. Meskipun begitu, sang produser mengatakan bahwa prinsip utamanya dalam mengembangkan game tetap sama.

“Saya tetap berkomitmen untuk mengeluarkan pesona dan daya tarik sebenarnya dari sebuah karya semaksimal mungkin, lalu memperkenalkannya kepada dunia dengan tetap menghormati kreator aslinya.”

Usui sudah tinggal di Jepang selama beberapa tahun, sehingga Ondeh Ondeh Kaya’s Tasty Tale terasa sangat menyegarkan baginya. Ketika pertama kali mengenal proyek ini, dia bahkan menyebut dirinya sebagai “penggemar pertama di Jepang yang langsung terpikat dengan karya ini.”

The reveal trailer for Ondeh Ondeh Kaya’s Tasty Tale is finally out!🥄We are deeply honored to announce our partnership with @BandaiNamcoSEA as our publishing partner✨

Thank you for all the incredible love and patience along the way. Stay tuned for more updates!

#OndehOndeh https://t.co/OS1COZPowx

— Metronomik – Wishlist Ondeh Ondeh & NSR2 now! (@MetronomikIncEN) September 10, 2026

Proyek ini juga memperkenalkan Usui dengan makanan khas Malaysia. Dia mengaku sangat menikmati kesempatan mencicipi ondeh ondeh autentik selama berada di Malaysia, termasuk berbagai makanan manis yang terinspirasi dari jajanan tradisional tersebut. Setelah proses pengembangan game selesai, dia berharap bisa merayakannya lewat sebuah pesta dengan berbagai hidangan klasik khas Malaysia.

Membawa Ondeh Ondeh Kaya’s Tasty Tale ke Nintendo Direct

Usui kemudian menjelaskan bahwa hubungan baik Bandai Namco Entertainment dengan Nintendo, ditambah koordinasi antara tim regional dan global mereka, ikut membantu Ondeh Ondeh Kaya’s Tasty Tale tampil di Nintendo Direct. Secara terpisah, Hazmer juga memberikan apresiasi kepada executive producer Idir Alexander yang sudah bekerja keras menawarkan game ini ke berbagai calon partner, sampai akhirnya Bandai Namco Entertainment Asia melihat potensinya dan membantu mengamankan kerja sama publishing.

Pihak publisher juga memberikan banyak masukan langsung selama proses pengembangan. Berbekal pengalaman mereka dalam mengerjakan rhythm game, Bandai Namco Entertainment Asia bekerja sama dengan Metronomik untuk urusan quality assurance, responsivitas rhythm, keseimbangan tingkat kesulitan, sampai feedback dari pemain. Lewat playtesting rutin, tim bisa mengetahui bagian mana yang perlu diperbaiki agar input terasa lebih memuaskan, serta petunjuk visual maupun audio yang perlu dibuat lebih jelas, sambil tetap memastikan gamenya gampang dinikmati pemain baru.

Pesan untuk Developer Asia Tenggara

Hazmer berharap Ondeh Ondeh Kaya’s Tasty Tale bukan cuma bisa memberikan pengalaman bermain yang seru, tetapi juga mendorong developer Asia Tenggara untuk lebih percaya diri menunjukkan identitas budaya mereka.

“Untuk orang-orang Asia Tenggara, saya ingin game ini jadi bukti bahwa menunjukkan game, budaya, dan identitas kalian ke dunia adalah sesuatu yang luar biasa. Jangan malu. Yang penting, pastikan identitas itu benar-benar mencerminkan siapa diri kalian, lah. Itulah yang saya harapkan dari Ondeh Ondeh Kaya’s Tasty Tale.”

Lewat Ondeh Ondeh Kaya’s Tasty Tale, Metronomik ingin memperkenalkan budaya Malaysia dan keberagaman Asia Tenggara kepada lebih banyak pemain melalui sebuah petualangan yang terinspirasi dari makanan, musik, cerita rakyat, dan berbagai pengalaman unik yang menjadi ciri khas kawasan ini.

Studio tersebut juga sudah mendapatkan banyak pengalaman sejak mengembangkan No Straight Roads, dengan para anggota tim yang saling berbagi pengetahuan, menawarkan solusi baru, dan membawa sudut pandang berbeda selama proses pengembangan. Hazmer mengatakan bahwa timnya sekarang jauh lebih siap untuk mewujudkan berbagai ide mereka, terutama karena dia ingin menunjukkan kepada pemain internasional apa yang sebenarnya bisa dicapai oleh developer Asia Tenggara.

Dari Kiri ke Kanan: Wan Hazmer dan Sean Lim – Managing Director of Digital Braves | Image Credit: Digital Braves

Sang director juga ingin pemain internasional bisa menikmati visual, musik, dan dunia dalam game ini, sekaligus jadi semakin tertarik mengenal Asia Tenggara. Ketika mengingat kembali respons terhadap penampilan game ini di Nintendo Direct, Hazmer mengaku begitu terharu sampai meneteskan air mata.

Untuk sekarang, fokus utamanya tetap membuat game yang menyenangkan untuk dimainkan, sambil terus mendorong developer lain agar berani memperkenalkan identitas mereka sendiri kepada dunia.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id
Tags: Bandai Namco EntertainmentInterviewMetronomikOndeh Ondeh Kaya's Tasty TaleWawancara
ShareTweetShare
Previous Post

Valve Akui Game Indie Makin Susah di Steam, Tapi Nggak Mau Blokir Game Buatan AI

Next Post

Petit Planet Siap Rilis Awal Desember Nanti di Mobile dan PC

Related Posts

FromSoftware resmi ngumumin kalau The Duskbloods, game action multiplayer eksklusif Nintendo Switch 2, ditunda ke 2027.
Berita

The Duskbloods Ditunda ke 2027, FromSoftware Butuh Waktu Buat Moles

October 30, 2026
HoYoverse beri konfirmasi jadwal rilis Petit Planet yang jatuh pada 4 Desember mendatang di platform Android, iOS, dan PC
Android

Petit Planet Siap Rilis Awal Desember Nanti di Mobile dan PC

October 30, 2026
Valve mengakui sekarang memang makin susah buat game baru dapat perhatian di Steam, apalagi jumlah rilisan terus bertambah karena AI.
Berita

Valve Akui Game Indie Makin Susah di Steam, Tapi Nggak Mau Blokir Game Buatan AI

October 29, 2026
Resonance of Fate: Enhanced Remaster resmi diumumkan dan akan rilis besok sebagai DLC yang membawa beragam perombakan teknis besar
Berita

Resonance of Fate Dapatkan Versi Enhanced Remaster, Bawa Upgrade Grafis hingga Dukungan 120 FPS!

October 29, 2026
CEO Epic Games Tim Sweeney kembali nyentil Steam. Kali ini dia bilang Valve sudah “menghambat industri game selama bertahun-tahun”
Berita

Kata Bos Epic Games, Steam Sudah Menghambat Industri Game PC

October 29, 2026
Tiga seleksi game utama untuk semua pelanggan PlayStation Plus di bulan November 2026 akhirnya sudah diumumkan
Berita

PlayStation Plus Umumkan Lineup Game Utama Untuk November 2026

October 29, 2026
Next Post
HoYoverse beri konfirmasi jadwal rilis Petit Planet yang jatuh pada 4 Desember mendatang di platform Android, iOS, dan PC

Petit Planet Siap Rilis Awal Desember Nanti di Mobile dan PC

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Com2uS baru saja mengumumkan game Idle RPG Destiny: Child Assemble yang rencananya akan rilis di paruh pertama 2027

Destiny Child: Assemble Diumumkan Sebagai Idle RPG Baru dengan Target Rilis 2027

by Fadhil
October 28, 2026
0

Com2uS baru saja mengumumkan game Idle RPG Destiny: Child Assemble yang rencananya akan rilis di paruh pertama 2027.

Mulai hari ini Bandai Namco sudah membuka akses pra-registrasi Digimon Alysion di Google Play dan App Store

Digimon Alysion Akhirnya Buka Pra-Registrasi, Game Kartu Digimon Terbaru untuk Mobile!

by Fadhil
October 28, 2026
0

Mulai hari ini Bandai Namco sudah membuka akses pra-registrasi Digimon Alysion di Google Play dan App Store.

Monster Hunter Outlanders berhasil mencapai target pra-registrasi di 15 juta pemain jelang perilisannya dalam beberapa hari lagi

Pra-Registrasi Monster Hunter Outlanders Kini Sudah Tembus 15 Juta Pemain

by Fadhil
October 27, 2026
0

Monster Hunter Outlanders berhasil mencapai target pra-registrasi di 15 juta pemain jelang perilisannya dalam beberapa hari lagi.

Pokémon UNITE resmi bakal menutup layanannya pada 23 Maret 2027 untuk versi mobile maupun Nintendo Switch.

Pokémon UNITE Bakal Tutup Maret 2027 Setelah Lebih dari 5 Tahun

by Taufik
October 27, 2026
0

Pokémon UNITE resmi bakal menutup layanannya pada 23 Maret 2027 untuk versi mobile maupun Nintendo Switch. Game ini pertama kali...

Produser Blue Archive ungkapkan antusiasme mereka dalam mengekspansi IP Blue Archive termasuk ke game baru dengan genre berbeda

Blue Archive Berpeluang Diekspansi ke Genre Game Third-Person Shooter Hingga Survival

by Fadhil
October 27, 2026
0

Produser Blue Archive ungkapkan antusiasme mereka dalam mengekspansi IP Blue Archive termasuk ke game baru dengan genre berbeda.

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd