Pekan ini, Apple mengumumkan penyesuaian iOS untuk mematuhi Mobile Software Competition Act di Jepang. Aturan ini mewajibkan Apple membuka iOS untuk marketplace pihak ketiga serta sistem pembayaran di luar In-App Purchase. Mulai iOS 26.2, developer di Jepang diklaim bisa mendistribusikan aplikasi lewat toko alternatif dan memproses pembayaran digital secara eksternal.
Namun menurut Tim Sweeney, implementasi Apple jauh dari semangat regulasi tersebut. Lewat unggahannya di X, ia menyatakan Fortnite tidak jadi kembali ke iOS Jepang pada 2025. Sweeney menuding Apple bersikap tidak jujur dan tetap menghalangi kompetisi dengan cara yang merugikan developer serta tidak menghormati pemerintah Jepang.
Sadly, Fortnite will not return to iOS in Japan in 2025 as promised. Apple was required to open up iOS to competing stores today, and instead of doing so honestly, they have launched another travesty of obstruction and lawbreaking in gross disrespect to the government and people… pic.twitter.com/7hu5eGMQX6
— Tim Sweeney (@TimSweeneyEpic) December 18, 2025
Sweeney mengungkap Apple mengenakan “junk fee” sebesar 21% untuk pembayaran pihak ketiga di dalam aplikasi, serta 15% untuk pembelian lewat web. Ia juga menyoroti layar peringatan yang dianggap antikompetitif, karena menyudutkan developer dengan menyebut keamanan dan privasi berada di luar tanggung jawab Apple saat pengguna melakukan pembayaran eksternal.
Tak hanya itu, Apple juga dituding menarik biaya tambahan 5% dari pendapatan aplikasi yang didistribusikan lewat toko pesaing, dengan sistem pelaporan wajib. Sweeney menegaskan praktik ini pernah dinyatakan ilegal oleh pengadilan AS. Konflik Epic dan Apple sendiri sudah berlangsung sejak 2020, dan Epic kini berencana membawa keluhan terbarunya ke Japanese Fair Trade Commission.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id













Discussion about this post