Dengan banyaknya hal yang sudah kita ketahui dari Persona 4 Revival termasuk dari berbagai sesi wawancara yang sempat tim kami hadiri, pihak developer ternyata masih punya beragam insight menarik untuk dibagi. Melalui kesempatan untuk terlibat dalam wawancara baru di gamescom asia x Thailand Game Show 2026, tim kami sudah sempat berbincang dengan Kazuhisa Wada selaku General Producer dibalik franchise Persona, Daisuke Yajima selaku Director Persona 4 Revival, dan Atsushi Nomura selaku Business Producer untuk Persona Team.

Masih ada beragam info menarik yang dibagi, termasuk soal penambahan Aika sebagai karakter baru di gamenya, perombakan di sisi combat dan balancing tingkat kesulitan, dan lain sebagainya yang juga mencakup soal musik.
Mempertahankan Identitas Persona 4 dengan Pembaruan Modern
Ide untuk membuat ulang Persona 4 mulai dibicarakan setelah pengembangan Persona 3 Reload selesai. Menurut Kazuhisa Wada, mereka ingin memberikan perlakuan yang layak bagi game yang dianggapnya sebagai salah satu mahakarya terbesar, sekaligus memperkuat posisi franchise sebelum Persona 6 siap dirilis.
“Persona 4 adalah game yang luar biasa dan kami selalu ingin membuat ulang game ini dengan standar Persona 3 Reload atau Persona 5 Royal. Untuk timingnya, kami ingin merilis remake Persona 4 sebelum Persona 6 agar bisa memperkuat IP Persona terlebih dahulu,” jelas Wada.
Meski Persona 4 telah berkembang melalui berbagai proyek seperti anime, game fighting, dan berbagai spin-off lainnya, prioritas utama mereka tetap membuat remake Persona 4. Yajima menjelaskan kalau berbagai adaptasi tersebut tetap menjadi referensi, terutama dalam mempertahankan karakterisasi yang telah dikenal fans.

“Kepribadian para karakter telah berkembang dan menjadi lebih jelas melalui berbagai spin-off. Sekarang, kami juga memiliki gambaran tentang kehidupan mereka setelah game originalnya. Menurut saya, elemen-elemen tersebut sudah mulai sedikit diperlihatkan dalam Persona 4 Revival,” tambah Wada.
Salah satu tantangan terbesarnya adalah membuat pemain yang sudah menamatkan Persona 4 Golden tertarik untuk kembali memainkan cerita yang sama. Mereka ingin memanfaatkan teknologi pengembangan modern untuk menghadirkan pengalaman baru tanpa mengubah alur cerita aslinya.
Jumlah adegan juga menjadi pekerjaan besar bagi tim. “Bahkan membuat perbaikan kecil pada setiap event penting membutuhkan pekerjaan yang sangat besar jika mempertimbangkan betapa banyaknya adegan dalam Persona 4,” ungkap Wada.
Animasi Karakter dan Tantangan Menyeimbangkan Combat
Peningkatan visual tidak berarti semua ciri khas game original akan diubah. Ketika ditanya tentang meme “Shrimp Chie” dari fans untuk menggambarkan postur duduk Chie yang membungkuk dalam game PS2, Director Daisuke Yajima mengaku baru pertama kali mengetahui istilah tersebut.
“Chie kini memiliki postur yang sedikit lebih tegak karena dia dibuat lebih tinggi dalam remake ini. Tapi Persona 4 memiliki banyak animasi dan pose khas yang disukai fans. Kami berusaha mempertahankannya ketika merasa elemen tersebut penting untuk menjaga kesetiaan terhadap game originalnya,” jelas Yajima.
Wada mengatakan kalau versi original menggunakan ekspresi yang dibuat “berlebihan” dengan pendekatan visual menyerupai manga, termasuk efek suara tertulis dan gerakan komikal. Meski teknik penyajiannya berubah, mereka tetap ingin mempertahankan kesan yang sama terhadap para karakter.
Dari sisi gameplay, Persona 4 Revival memperkenalkan Baton Pass, Prime Time, dan Send Flying sebagai ekspansi baru dalam combat. Tapi pihak tim developer harus menyeimbangkan ulang sistemnya agar fitur-fitur tersebut tidak membuat game terlalu mudah.

Yajima mengungkapkan kalau pengujian internal menjelang akhir pengembangan justru memperlihatkan perbedaan feedback di antara para penguji. Ada yang merasa Normal justru terlalu mudah, sementara yang lain menganggapnya terlalu sulit.
Wada juga mengingat pengalaman tim saat mengembangkan Catherine, lebih spesifiknya ketika skill bermain para developer membuat tingkat kesulitan game lebih tinggi daripada yang dimaksudkan. “Kami merilisnya dalam kondisi yang jauh lebih sulit daripada yang kami inginkan dan menerima cukup banyak keluhan,” ujarnya.
Untuk tingkat kesulitan yang lebih tinggi di Persona 4 Revival, mereka tidak hanya meningkatkan HP musuh atau mengurangi damage pemain. Yajima menjelaskan kalau pemain perlu memahami sistem permainan dengan baik.
“Kami tentu menyesuaikan hal-hal seperti weakness multiplier dan damage, serta memperketat berbagai probabilitas. Kami telah mendengar kekhawatiran mengenai tingkat kesulitan ini selama fase pengembangan dan melakukan penyesuaian lebih lanjut,” kata Yajima.
Nomura menambahkan kalau combat di gamenya akan menuntut strategi lebih matang dengan lebih sedikit ruang untuk membuat kesalahan. Wada bahkan meminta Yajima menaikkan tingkat kesulitan setelah mendengar kekhawatiran sejumlah jurnalis yang menjajal game tersebut di Gamescom.
Perubahan Baru di Dungeon

Tim mereka ternyata tidak menambahkan area dungeon yang sepenuhnya berbeda dari game original, tapi pemain tetap akan menemukan sejumlah perubahan selama eksplorasi. Yajima mengkonfirmasi kalau setiap dungeon kini memiliki lebih banyak mid-boss dibandingkan gamenya dulu.
“Kami juga menempatkan objek yang bisa dihancurkan di berbagai bagian dungeon. Objek tersebut bisa berisi item recovery, material, bahkan item langka. Saya rasa itu beberapa tambahan baru yang bisa ditemukan pemain,” jelasnya.
Ketika ditanya mengenai bagian game original yang secara pribadi ingin dia kembangkan lebih jauh, Yajima menyebut cerita setelah pemain menamatkan gamenya. Meski memiliki kebebasan tertentu selama pengembangan, dia mengakui kalau timnya tetap harus bekerja mengikuti kerangka game yang sudah ada.
“Jika boleh memilih satu hal untuk diubah, saya ingin membuat cerita yang berlangsung setelah menamatkan game original menjadi sedikit lebih substansial dan menarik,” ungkap Yajima.
Aika Nakamura Hadir dengan Daya Tarik Berbeda
Salah satu konten baru yang langsung menarik perhatian fans adalah Aika Nakamura. Dia sebelumnya muncul dalam anime Persona 4, tapi kini dibawa ke Persona 4 Revival sebagai karakter baru. Dalam game originalnya, keberadaan Aika sebenarnya sudah sempat disinggung, meskipun belum diperkenalkan dengan nama, sebelum akhirnya mereka merealisasikan karakter background ini lewat adaptasi anime Persona 4.
Ketika ditanya apakah Aika akan memiliki semacam rute romance meskipun tidak tersedia sebagai Social Link, Daisuke Yajima hanya tidak ingin berkomentar banyak untuk sekarang dan meminta fans untuk menantikannya sendiri saat main.
“Mengenai apakah dia akan memiliki rute romance, saya ingin meminta kalian untuk menantikannya, jadi saya tidak akan berkomentar lebih jauh mengenai hal tersebut untuk saat ini. Tapi Aika sendiri memiliki daya tarik yang berbeda dibanding versi dirinya yang muncul dalam anime, jadi saya harap kalian juga menantikan penggambaran baru karakternya.”

Aika juga tidak hanya muncul dalam Location Episodes. Para pemain bisa menemukannya di sejumlah tempat sepanjang jalannya game, termasuk kemunculan kecil yang mudah terlewatkan. Yajima menyebutnya sebagai “Kakure / Hidden Aika” dan mengajak pemain untuk memperhatikan lingkungan sekitar selama bermain.
“Dalam salah satu video, mungkin kalian sempat melihat adegan yang bisa disebut sebagai ‘Kakure / Hidden Aika’ di suatu tempat yang tidak terlalu mencolok, seperti di Hagakure. Dia juga muncul di berbagai tempat lainnya dalam game, jadi saya harap pemain bisa bersenang-senang saat mencari ‘Hidden Aika’,” jelas Yajima.
Pengaruh anime Persona 4 juga terlihat dalam animasi wajah para karakter. Saat menonton adaptasi tersebut, tim menemukan berbagai ekspresi yang membantu mereka memahami bagaimana karakter tersenyum atau bereaksi terhadap situasi tertentu.
“Dalam beberapa kasus, kami menggunakan penggambaran karakter dari anime sebagai referensi, lalu menerapkannya ke animasi wajah dan gerakan dalam game,” jelas Yajima.
Kenapa Location Episodes daripada Social Link?
Daripada menambahkan Social Link untuk Aika, pihak developer memilih memperkenalkannya melalui Location Episodes. Menurut Yajima, keputusan ini memungkinkan cerita menjangkau lebih banyak karakter dan mengeksplorasi Inaba tanpa terlalu berfokus pada satu karakter saja.
“Kami sebenarnya bisa saja menambahkan Social Link untuk Aika. Tapi jika melakukan itu, ceritanya akan berfokus sepenuhnya pada dirinya. Menurut saya, pendekatan tersebut terasa kurang tepat, sehingga kami memilih memperkenalkannya melalui Location Episodes,” jelas Yajima.

Dia juga melihat kalau kecintaan fans terhadap Persona 4 tidak hanya berasal dari karakter-karakternya, tapi juga dari kota Inaba itu sendiri. Mereka ingin menggali sisi kehidupan di kota tersebut lebih jauh melalui cerita-cerita tambahan.
“Melalui keterlibatan Aika, saya rasa kami bisa menampilkan berbagai sisi karakter dan kota Inaba lewat Location Episodes.” Menariknya, Wada ternyata sempat memiliki pandangan berbeda ketika ide ini pertama kali diajukan.
“Ketika pertama kali mendengar ide tersebut, saya sebenarnya mengatakan kalau menambahkan Social Link akan lebih baik. Tapi setelah melihat hasil akhirnya, saya merasa pendekatan ini jelas merupakan pilihan yang lebih tepat,” ungkap Wada.
Penggambaran Yu Narukami hingga Diskusi Soal Musik
Selain Aika, pihak tim juga meninjau berbagai penampilan Yu Narukami di luar game originalnya. Yajima menjelaskan kalau beberapa elemen dari adaptasi dan spin-off turut menjadi pertimbangan dalam menentukan karakterisasi Yu di Persona 4 Revival.
“Kami meninjau kembali berbagai penampilannya dan mengidentifikasi sifat serta momen yang menurut kami paling khas dan mudah diingat. Beberapa elemen itu kemudian kami masukkan sebagai karakteristik tersendiri bagi protagonis dalam game ini. Hasilnya, mungkin ada beberapa momen ketika Yu terlihat sedikit lebih eksentrik dibandingkan penggambarannya di game original,” jelas Yajima.
Sementara itu, battle theme baru yang terdengar dalam trailer Shadow yang belum lama ini rilis ternyata digarap oleh anggota baru Atlus Sound Team. Nomura menceritakan kalau kesempatan tersebut datang setelah Kozuka menyarankan anggota baru itu untuk mencoba membuat komposisi usai sesi rekaman “SNOWFLAKES”.
Lagu tersebut kemudian dikembangkan dengan feedback dari Kozuka dan para anggota senior Atlus Sound Team lainnya. Menariknya, lagu ini ditulis dari sudut pandang Shadow demi bisa menggambarkan emosi berbeda. Wada juga mengaku sempat mengira kalau Kozuka yang mengerjakannya.
“Awalnya, saya mengira lagu itu dikomposisikan oleh Kozuka sendiri. Jadi, saya benar-benar terkejut ketika mengetahui kalau ternyata itu merupakan karya debut anggota baru tim kami,” ungkap Wada.
Untuk vokalis baru, Shiori Sasaki dipilih setelah mereka mendengarkan berbagai rekaman dan demo. Wada mengungkap kalau mereka mencari penyanyi dengan kemampuan vokal kuat yang mampu bernyanyi dalam bahasa Inggris setara penutur asli, sekaligus memiliki karakter suara yang cocok dengan Persona 4. Nomura pun merasa Sasaki merupakan pilihan yang tepat.
“Shiori Sasaki sangat cocok. Meskipun dia penyanyi baru untuk franchise ini, tapi rasanya dia seperti sudah menyanyikan lagu-lagu Persona 4 sejak awal,” ujar Nomura. Wada menambahkan kalau Sasaki diperkenalkan kepada tim melalui koneksi dengan Lyn yang merupakan vokalis utama Persona 5. Setelah Kozuka mendengar suaranya, dia langsung merasa kalau Sasaki adalah pilihan yang tepat.
Ekspektasi Dibalik Prime Time Golden Hour Show
Prime Time Golden Hour Show mendapat respon yang sangat positif setelah muncul sejak trailer pre-order gamenya. Tapi dibalik kesuksesan lagu baru tersebut, Kozuka merasakan tekanan tersendiri karena harus menciptakan komposisi yang mampu berdiri sejajar dengan lagu-lagu ikonik seperti Reach Out to the Truth dan Time to Make History.
Nomura menjelaskan kalau reaksi fans setelah lagu tersebut diputar dalam trailer turut memberikan kepercayaan diri kepada Kozuka. Hasilnya, mereka juga kemudian memutuskan untuk menayangkan versi penuh dari lagu tersebut lewat livestream perayaan ulang tahun Persona.
“Saya juga bertanggung jawab atas kegiatan promosi Persona 30th Anniversary. Kami mengadakan siaran langsung selama 30 jam di YouTube, dengan satu hari khusus untuk mendengarkan musik Persona 4. Saya berpikir kalau memutar versi penuh dari lagu baru tersebut akan menjadi kejutan bagi penonton, jadi kami memang sudah merencanakannya sejak awal,” jelas Nomura.
Pihak tim berusaha agar fans tidak perlu mengandalkan unggahan tidak resmi untuk mendengarkan lagu tersebut dengan kualitas terbaik. Wada menjelaskan kalau perilisan resmi diupayakan secepat mungkin agar fans bisa mengaksesnya melalui saluran yang tepat.
Ketika versi penuh lagu tersebut akhirnya diputar untuk pertama kalinya dalam event 30 Hours Livestream, Nomura mengingat kalau kolom chat YouTube bergerak sangat cepat karena banyaknya reaksi terkejut dan penuh antusiasme dari para fans.

Jika tidak sabar menantikan gamenya, Persona 4 Revival akan rilis pada 18 Februari 2027 untuk PlayStation 5, Xbox Series, dan PC. Gamenya kebetulan belum lama ini dikonfirmasi akan rilis di Nintendo Switch 2, tapi ketersediannya baru akan menyusul beberapa bulan kemudian pada 20 Mei. Untuk beragam informasi terlengkap mengenai gamenya sendiri bisa kamu pantau lewat website resmi mereka DI SINI.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id
![[GCAxTHGS26] Wawancara Persona 4 Revival Bareng Atlus – Bahas Soal Aika Nakamura, Ragam Perombakan Baru, hingga Musik!](https://cdn.gamerwk.com/2026/11/P4R-Gamescom-Asia-Interview-750x375.jpg)











Discussion about this post