gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

[IGDX 2025] Wawancara Eksklusif dengan Agung Chaniago dari Level Infinite – GameSeed dan Masa Depan Industri Game Indonesia

Taufik by Taufik
October 11, 2025
in Industri, Wawancara
0
Selama gelaran IGDX 2025, kami berkesempatan wawancara langsung dengan Agung Chaniago, Country Head Level Infinite Indonesia.

Selama gelaran IGDX 2025, kami berkesempatan wawancara langsung dengan Agung Chaniago, Country Head Level Infinite Indonesia.

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Selama gelaran IGDX 2025, kami berkesempatan wawancara langsung dengan Agung Chaniago, Country Head Level Infinite Indonesia. Dalam sesi santai tapi penuh insight ini, Agung banyak bercerita tentang perkembangan industri game di Indonesia, serta bagaimana program GameSeed bisa membuka jalan buat para pengembang lokal yang ingin naik kelas dan dikenal dunia.

Level Infinite sendiri saat ini menaungi empat game besar yang sangat populer di Indonesia: PUBG Mobile, Honor of Kings, NIKKE, dan Path of Exile 2. Dengan pengalaman membawa judul-judul global ke pasar lokal, Agung punya pandangan unik soal apa yang sebenarnya dibutuhkan industri game Indonesia agar bisa bersaing.

Mendukung Talenta Lokal Lewat GameSeed

Saat ditanya seberapa efektif program GameSeed dalam membantu pengembang game lokal, Agung menyebut ada tiga manfaat utama yang bisa dirasakan langsung oleh para developer Indonesia.

Pertama, eksposur global. “Program ini jadi semacam jalan resmi bagi developer lokal untuk bisa dilihat, bukan cuma di Indonesia tapi juga di dunia,” jelasnya. Lewat GameSeed, developer yang biasanya kesulitan menembus pasar internasional jadi punya kesempatan untuk tampil di radar publisher besar.

Tapi bukan cuma soal dilihat dunia, GameSeed juga menawarkan hal yang nggak kalah penting: mentorship. “Mereka punya mentor yang sangat bagus, bukan cuma dari kami, tapi juga dari developer dan publisher internasional lainnya,” tambah Agung. Menurutnya, bimbingan dari para senior industri ini bisa membantu developer memahami bagaimana cara membuat game yang lebih matang, sekaligus tahu bagaimana pasar global akan merespons karya mereka.

Pilar ketiga adalah dukungan dari pemerintah. Buat Agung, keberadaan pemerintah dalam inisiatif seperti ini bukan hanya memberi kepercayaan diri, tapi juga membuka peluang networking yang lebih luas antara developer dan publisher.

Apa yang Sebenarnya Dibutuhkan Developer Indonesia

Agung kemudian membedakan kebutuhan antara studio besar dan tim indie kecil. Menurutnya, developer yang sudah mapan perlu fokus membangun infrastruktur dan ekosistem internal.

“Kalau dibandingkan dengan developer global, mereka sudah punya ekosistem lengkap—mulai dari QOL (quality of life), publishing, sampai creative studio dan tenaga kerja yang solid,” jelas Agung. Ia menilai developer Indonesia masih perlu memperkuat fondasi lokal, seperti sistem pendukung kesejahteraan tim, infrastruktur publishing, dan sumber daya kreatif, sebelum berpikir ekspansi global.

Sementara untuk developer indie yang masih terbatas secara sumber daya, Agung menyarankan strategi berbeda: pahami tren pasar. Ia mencontohkan fenomena game viral “Need for Seat” yang sukses karena menggabungkan humor lokal dengan nostalgia. “Saya sendiri waktu kecil main Need for Speed, dan hampir semua orang di sini juga tahu game itu. Jadi waktu versi parodinya muncul, langsung nyambung,” ujarnya.

Menurut Agung, pendekatan seperti ini—mengangkat unsur budaya dan kebiasaan lokal—adalah langkah cerdas untuk developer indie yang ingin membangun basis pemain sebelum melangkah lebih jauh.

Lokalisasi Jalan Dua Arah

Salah satu topik menarik adalah soal lokalisasi—bukan hanya membawa game global ke Indonesia, tapi juga bagaimana game Indonesia bisa diterima di luar negeri.

Agung menjelaskan bagaimana Level Infinite menerapkan strategi ini lewat beberapa game-nya. Di PUBG Mobile, misalnya, mereka menghadirkan lebih dari lima skin lokal dan bahkan membuat map yang terinspirasi dari Crystal Bay, Bali. Sementara di Honor of Kings, yang berasal dari Tiongkok, mereka menambahkan karakter Garuda dan skin batik agar lebih dekat dengan pemain Indonesia.

“Hal seperti ini bisa dipelajari kalau kita mau masuk pasar global. Intinya, harus tahu cara menyesuaikan budaya dan selera pasar yang dituju,” katanya. Namun, ia juga realistis bahwa untuk studio kecil, tantangannya tetap besar karena persaingan di level global sangat ketat.

Belajar dari PUBG Mobile dan Indomie

Agung Chaniago, Country Head Level Infinite Indonesia.

Ketika membahas strategi lokalisasi PUBG Mobile, Agung membagikan contoh kolaborasi yang cukup unik dan efektif. “Kami cari hal-hal dari budaya Indonesia yang semua orang kenal, tapi tanpa harus punya hak cipta,” jelasnya.

Salah satu hasilnya adalah kerja sama dengan Indomie, merek mi instan paling terkenal di Indonesia. Mereka menciptakan item dalam game seperti tas yang desainnya mirip kardus Indomie. “Yang menarik, biaya yang dikeluarkan nol rupiah,” ungkapnya.

Kedua pihak saling mendukung secara promosi: Level Infinite merayakan ulang tahun Indomie ke-50 lewat event dalam game, sementara Indomie membantu mempromosikannya lewat kanal marketing mereka. “Kolaborasi seperti ini bisa jadi inspirasi buat developer lokal juga,” saran Agung. Menurutnya, banyak brand besar Indonesia yang bisa jadi mitra potensial untuk game lokal jika ada ide kreatif yang tepat.

Bukan Cuma Bikin Game, Tapi Paham Bisnisnya

Agung juga menekankan bahwa kemampuan teknis saja nggak cukup. Developer perlu memahami sisi bisnis dan pemasaran dari game yang mereka buat.

Selain materi edukasi, GameSeed memberikan kesempatan networking dengan publisher besar, baik lokal maupun global. “Mereka bisa terus berhubungan dengan kami, atau dengan publisher lain untuk cari peluang kolaborasi dan belajar lebih banyak,” katanya.

Ia juga membagikan contoh nyata dari pengalaman Level Infinite sendiri. Saat menimbang untuk membawa game basket NBA ke Indonesia, timnya memutuskan untuk tidak melanjutkan, karena setelah riset, ternyata minat masyarakat Indonesia lebih kuat ke sepak bola. “Identifikasi pasar itu penting banget sebelum bikin game,” tegasnya.

Visi Jangka Panjang Level Infinite

Saat ditanya apa motivasi Level Infinite mendukung GameSeed, Agung menjawab dengan sederhana tapi jelas: tumbuh bersama industri.

“Kami ingin mendukung komunitas game lokal, karena kalau industri ini tumbuh, kami juga ikut berkembang,” ujarnya. Ia juga mengaku tertarik dengan hasil karya peserta GameSeed. “Kami juga ingin belajar dari mereka, bukan cuma membimbing. Siapa tahu ada game menarik yang bisa dikembangkan lebih jauh.”

Ketika ditanya apakah Level Infinite tertarik untuk mem-publish game buatan Indonesia, Agung menjawab diplomatis, “Kemungkinannya nggak nol. Kami akan lihat dan eksplor lebih lanjut setelah melihat hasil game-nya.”

Membawa Tren Global ke Pasar Lokal

Di akhir wawancara, Agung menegaskan strategi utama Level Infinite di Indonesia: mengambil tren global dan menyesuaikannya dengan budaya lokal.

“Strategi kami adalah bagaimana membuat lokalisasi jadi nilai jual baru di Indonesia,” jelasnya. Ia mencontohkan kolaborasi PUBG Mobile dengan G-Dragon, yang jadi bukti bahwa pendekatan budaya lintas negara bisa sangat efektif.

Lewat GameSeed dan dukungan komunitas lokal, Agung percaya masa depan industri game Indonesia akan semakin cerah. Kuncinya ada pada keseimbangan: pahami pasar lokal, kuasai sisi bisnis, bangun koneksi, dan kembangkan game dengan strategi jangka panjang.


Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id
Tags: Agung ChaniagoIGDX 2025InterviewLevel InfiniteWawancara
ShareTweetShare
Previous Post

Gamecom Pastikan Troublemaker 3, Sudah Mulai Dikerjakan

Next Post

Pemerintah Akhirnya Resmi Luncurkan Indonesia Game Rating System

Related Posts

Unity Technologies resmi mengumumkan Unity 7, game engine generasi terbaru yang dijadwalkan meluncur pada kuartal pertama 2027.
Berita

Unity 7 Resmi Diumumkan, Rilis Awal 2027 dan Banyak Fitur AI

July 21, 2026
Berangkat dari kebutuhan tersebut, Elicia Lee mendirikan Indie Wavemakers, sebuah inisiatif yang fokus membantu developer indie.
Industri

[EKSKLUSIF] Wawancara dengan Elicia Lee – Keinginan Indie Wavemakers Jadi Tempat Developer Indie Berkembang, Bukan Cuma Cari Sorotan

July 17, 2026
Rangkuman wawancara eksklusif kami dengan James Barnard selaku pimpinan Springloaded di ajang Indie Wavemakers Exchange 2026
Wawancara

[EKSKLUSIF] Wawancara dengan James Barnard – Passion Luar Biasa Dalam Kreasikan Game dari Sumber Inspirasi Apapun!

July 17, 2026
Franchise Need for Speed dan Burnout kini resmi masuk masa vakum tanpa batas waktu alias mati karena Criterion fokus ke Battlefield.
Berita

EA Pastikan Need for Speed dan Burnout Mati, Criterion Fokus Penuh ke Battlefield

July 15, 2026
Rangkuman wawancara kami dengan Kento Kinoshita dan Naoto Oyama daro Capcom yang berfokus membahas Dragon's Dogma 2: Dark Arisen
Konsol

[EKSKLUSIF] Wawancara Dragon’s Dogma 2: Dark Arisen – Lebih Dalam Mengenai Region Norgan dan Konten Baru Lainnya!

July 15, 2026
Karyawan Ubisoft Barcelona menggelar aksi mogok kerja selama tiga hari untuk memprotes rencana PHK terhadap 51 pegawai di studio tersebut.
Berita

Karyawan Ubisoft Mogok Kerja, Protes PHK 51 Karyawan Setelah AC Black Flag Resynced Rilis

July 15, 2026
Next Post
Peluncuran resmi Indonesia Game Rating System (IGRS) jadi salah satu highlight terbesar dari ajang IGDX Conference 2025

Pemerintah Akhirnya Resmi Luncurkan Indonesia Game Rating System

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Snowbreak Kembali Vakum Tanpa Kabar Soal Update Baru dan Perayaan Anniversary

Snowbreak Kembali Vakum Tanpa Kabar Soal Update Baru dan Perayaan Anniversary

by Fadhil
July 17, 2026
0

Snowbreak masih dirundungi banyak masalah sejak berakhirnya fase maintenance panjang yang membuat banyak fans khawatir soal masa depannya.

Neverness to Everness (NTE) terus mencatat performa yang luar biasa sejak dirilis pada 29 April lalu. Dapat 3 triliun Rupiah.

NTE Raup Pendapatan Lebih dari 3,3 Triliun Rupiah Hanya dalam Dua Bulan

by Taufik
July 17, 2026
0

Neverness to Everness (NTE) terus mencatat performa yang luar biasa sejak dirilis pada 29 April lalu. Setelah berhasil membukukan pendapatan...

BlackJack Studio resmi mengumumkan Langrisser: Sea of Sword untuk platform Android, iOS, PC, dan platform lain yang belum dikonfirmasi

Langrisser: Sea of Sword Diumumkan Sebagai Game Gacha RPG Baru untuk Franchisenya

by Fadhil
July 16, 2026
0

BlackJack Studio resmi mengumumkan Langrisser: Sea of Sword untuk platform Android, iOS, PC, dan platform lain yang belum dikonfirmasi.

Di artikel ini, kamu bakal nemuin panduan tier list Ragnarok The New World paling update dan terbaik untuk menjadi guide kamu.

Ragnarok The New World Tier List – Pilih Class Terbaik

by Taufik
July 16, 2026
0

Lagi cari tier list Ragnarok The New World terbaru buat tahu class paling kuat dan meta saat ini? Di artikel...

Developer Arknights Endfield menyampaikan permintaan maaf kepada komunitas pemain di Korea Selatan melalui Naver Lounge resmi.

Arknights Endfield Minta Maaf ke Pemain Korea Karena Animasi Gestur “Cubit”

by Taufik
July 16, 2026
0

Developer Arknights Endfield menyampaikan permintaan maaf kepada komunitas pemain di Korea Selatan melalui Naver resmi. Permintaan maaf ini muncul setelah...

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd