Siapa yang tidak kenal dengan Leon S. Kennedy? Terlepas apakah kamu adalah fans Resident Evil atau tidak, dia sudah termasuk dalam jajaran karakter game paling ikonik sepanjang masa yang ikut mengangkat franchisenya ke tingkat kesuksesan mainstream. Spotlight yang seharusnya dimiliki Chris Redfield atau karakter ikonik lainnya ini memang sulit didapat saat berhadapan dengan popularitas Leon, dan bagaimana dia bahkan telah kembali mengisi peran sebagai protagonis di seri mainline terbaru Resident Evil Requiem.
Sebelum terjun ke petualangan baru tersebut, lewat artikel ini kami telah merangkum kisah lengkap Leon S. Kennedy dari masa kecil hingga saat di mana dia menjadi agen DSO berpengalaman yang sudah bertarung menghadapi bioterorisme tanpa henti selama beberapa dekade. Bagi fans lama yang ingin kembali merefresh memori atau pendatang baru yang ingin mengenal Leon lebih dalam, artikel ini bisa jadi bacaan yang pas untuk persiapan memainkan Resident Evil Requiem.
Sebelum Menjadi Rookie Cop
Saat mengulik sejarah kemunculan pertama Leon di franchisenya, banyak fans tentu akan langsung menaruh perhatian ke Resident Evil 2. Tapi Capcom sering memberi semacam “supplementary” terutama untuk fandom mereka di Jepang mengenai inspirasi desain hingga fakta menarik dibalik karakter game-game mereka. Tidak terkecuali dengan Leon, di mana ada latar belakang konsisten mengenai bagaimana dia memiliki masa kecil kelam karena keterikatan keluarganya dengan dunia kriminal, sebelum dia kemudian mengejar mimpi sebagai polisi yang menyeretnya ke Raccoon City.

Ada juga bahasan soal bagaimana dia sempat mabuk sebelum menjalani hari pertamanya di R.P.D. karena rasa sakit hati setelah putus dengan sang pacar, hingga bagaimana dia sengaja memilih Raccoon City sebagai tempat kerja karena mendengar kasus “serangan kanibal” yang dia rasa terdengar menarik untuk diselidiki. Tentu saja semua ini hanya sebatas konten supplementary daripada apa yang disajikan langsung lewat gamenya, apalagi bagaimana Resident Evil 2 Remake merubah bagian intro di mana Leon terlihat masih santai dengan pakaian normal daripada terburu-buru datang ke hari pertamanya di R.P.D. sembari langsung mengenakan seragam.
Awal Mimpi Buruk Panjang – Resident Evil 2 (Umur 21)
Leon termasuk salah satu protagonis di Resident Evil 2 bersama Claire Redfield yang efektif menjadikan seri ini sebagai debut keduanya. Khusus untuk Leon, dia adalah lulusan akademi kepolisian yang baru saja akan menjalani hari pertamanya di R.P.D., tapi kedatangannya di Raccoon City berujung menyeretnya dalam mimpi buruk di mana dia harus bisa bertahan hidup di tengah wabah T-Virus mematikan yang hampir menyapu bersih seluruh penduduk dan merubah mereka jadi zombie kanibal.

Pada titik ini, Leon hanyalah satu dari beberapa survivor apes yang seharusnya tidak selamat. Tapi karena faktor keberuntungan, adaptasinya pada situasi genting, hingga mengoptimalkan kemampuannya dalam menggunakan senjata api berhasil membawanya jauh hingga bisa keluar dari Raccoon City. Kamu bahkan bisa melihat rasa percaya dirinya semakin naik seiring jalannya cerita, di mana dia bertemu dengan Ada Wong yang juga terkejut bagaimana dia bisa selamat, hingga bagaimana Ada melihat Leon sebagai sosok yang bisa diandalkan untuk membantunya dalam mengamankan sample G-Virus di markas Umbrella.

Tapi dibalik perjuangan hebatnya dalam bertahan hidup di insiden Raccoon City, kondisi mental Leon benar-benar diuji hingga meninggalkan trauma jangka panjang yang tidak bisa dia lupakan, termasuk rasa bersalahnya karena gagal menyelamatkan banyak orang. Bahkan dia sempat berpikir untuk mengakhiri semuanya, tapi saat melihat Sherry Birkin yang saat itu masih berusia 10 tahun dan sudah ditempatkan pada situasi berbahaya setelah kehilangan kedua orang tuanya, itu seolah jadi motivasi Leon untuk bangkit.
Takdir Baru Sebagai Agen Pemerintah – Resident Evil: The Darkside Chronicles (Umur 25)
Empat tahun setelah insiden Raccoon City, kini Leon telah mengemban tugas baru sebagai agen pemerintah Amerika Serikat setelah menjalani program khusus untuk mengasah lebih jauh kapabilitasnya. Pada saat inilah Leon dipertemukan dengan Jack Krauser, seorang prajurit Special Forces veteran yang menjadi sosok mentor baginya dan jadi alasan utama Leon bisa tumbuh menjadi petarung handal, apalagi bagaimana Krauser memang bisa melihat potensi emasnya.

Leon kemudian ditugaskan untuk menjalani misi rahasia pertamanya ke pedalaman Amerika Utara di mana dia ikut ditemani Krauser. Tugas mereka adalah mencari sosok bernama Javier Hidalgo yang memiliki ikatan kuat dengan Umbrella Corporation, tapi misi ini berujung menempatkan mereka dalam bahaya lebih besar karena desa tujuannya telah dilanda wabah virus mematikan. Meski di akhir mereka berhasil menyelesaikan misi dengan selamat apalagi dengan bantuan Manuela yang merupakan putri Javier, Krauser menderita luka berat di tangannya dan bagaimana dia mungkin tidak bisa lagi melanjutkan karir sebagai prajurit.

Meski game ini lebih memberi latar belakang cerita yang mendalam dari Krauser, tapi ini juga jadi momen di mana kita bisa melihat langsung transisi Leon sebagai agen pemerintah untuk pertama kalinya yang tidak kalah dramatis, dan bagaimana Krauser memang digambarkan sebagai sosok yang punya kontribusi kuat dalam pertumbuhan karakternya.
One Man Army yang Ingin Berubah – Resident Evil 4 (Umur 27)
Inilah game yang menempatkan Leon sebagai wajah baru Resident Evil, dan bahkan hingga sekarang apalagi sejak rilis versi remakenya, Resident Evil 4 masih mendapat pengakuan sebagai game terbaik di franchisenya. Pada seri ini Leon sudah tumbuh menjadi agen berpengalaman yang memiliki hubungan persahabatan dekat dengan sang presiden, dan karena itulah dia dipercayakan dalam sebuah misi rahasia untuk menyelamatkan putrinya yaitu Ashley Graham yang diculik sebuah sekte misterius hingga ke desa pedalaman di Spanyol.

Berbeda dari misi terdahulu apalagi saat dia masih ditemani Krauser, kali ini Leon harus menjalaninya seorang diri sembari mendapat bantuan komunikasi dari Hunnigan sebagai agen pendukung lapangan (FOS). Apa yang menantinya ternyata adalah sebuah desa dengan dominasi sekte yang memuja parasit Las Plagas, di mana Leon bahkan ikut terinfeksi agar bisa diseret menjadi bagian dari mereka. Meski ditempatkan pada situasi yang bahkan lebih ekstrim dibanding insiden Raccoon City ditambah lagi bagaimana dia harus menyelamatkan Ashley, tapi Leon pada titik ini sudah memiliki kapabilitas tempur serta kegigihan luar biasa.

Seperti yang dikatakannya lewat kalimat,”This time, it has to be different,” dia melihat misi ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki kegagalannya di masa lalu saat dirinya masih dirasa lemah. Terlepas apakah dia akan kehilangan nyawanya atau tidak, Leon tidak pernah menempatkan dirinya sebagai prioritas dan memang berusaha mati-matian agar Ashley bisa selamat. Pada saat inilah juga dia dipertemukan kembali pada dua sosok yang memiliki dampak kuat pada masa lalunya yaitu Ada Wong dan Jack Krauser, tapi kali ini dengan peran yang saling berselisihan.
Reuni Dramatis dengan Claire – Resident Evil: Degeneration (Umur 28)
Sebagai film animasi mocap penuh pertama yang Capcom produksi untuk Resident Evil, mereka memilih untuk kembali menempatkan Leon sebagai sang protagonis bersama dengan Claire Redfield. Film yang seolah dibuat sebagai bentuk reuni dari kedua karakternya sejak Resident Evil 2 ini membawa cerita dengan bumbu konspirasi berat, yang semua berawal dari terjadinya penyebaran wabah T-Virus di Harvardville Airport.

Dalam upaya untuk menyelamatkan warga yang terjebak di sana sebagai bagian dari SRT (Special Response Team), Leon berpapasan dengan Claire yang kini bekerja di bawah perusahaan TerraSave di mana dia juga punya kontribusi penting dalam memecahkan misteri penyebaran virus tersebut. Sumber masalah ternyata datang dari seorang pria bernama Curtis Miller dari perusahaan farmasi besar WilPharma, meski ternyata dia sendiri adalah korban yang dimanipulasi dari dalang sesungguhnya di perusahaan serupa.

Lebih dari sekedar reuni, kali ini Leon dan Claire dibuat saling membantu satu sama lain daripada harus menyelesaikan masalah atau bertahan hidup seorang diri seperti di insiden Raccoon City. Pada saat inilah juga kemampuan Leon sebagai sosok agen andalan pemerintah sudah nampak bersinar dan mendapat kepercayaan tinggi dalam upaya berkelanjutan dalam melawan bioterorisme.
Konflik Kepercayaan – Resident Evil: Infinite Darkness (Umur 29)
Pertemuan Leon dan Claire selanjutnya tidak terpaut lama, karena di tahun berikutnya yang menjadi latar film animasi seri Resident Evil: Infinite Darkness, keduanya kembali berpapasan di mana masing-masing kebetulan sedang mengemban misi yang punya keterikatan dengan insiden wabah virus mematikan di Penamstan. Meski insiden tersebut sudah terjadi cukup lama di masa lalu, tapi rahasianya mulai terkuak kembali apalagi setelah White House terkena sabotase virus yang seolah dibuat sebagai upaya invasi dari negara lain, meski sejatinya ini adalah konspirasi dari salah satu penguasa pemerintahan Amerika yang berusaha memanipulasi sang presiden.

Leon yang dipilih sebagai salah satu agen utama untuk menyelidiki sumber kasus ini mendapati kalau dua agen lain dalam timnya yaitu Jason dan Shen May adalah korban dari konspirasi pemerintah saat menjalani suatu operasi di Penamstan. Jason telah jadi kelinci percobaan yang merubah wujudnya sebagai “super-soldier” dan harus mengandalkan semacam obat khusus dari sang konspirator agar bisa bertahan hidup, sedangkan Shen May kehilangan saudara laki-lakinya yang sudah jadi mayat hidup karena terinfeksi virus yang merenggut banyak nyawa di operasi khusus tersebut.

Setelah mengetahui kebenaran yang ada, Leon berupaya menghentikan insiden ini yang semakin bercabang mulai dari ancaman deklarasi perang Amerika hingga Jason yang bermutasi jadi monster untuk menguak konspirasi besar pemerintah ke mata dunia. Meski berhasil membereskan semua masalah yang ada serta memegang bukti kuat akan konspirasi besar pemerintah dibalik insiden Penamstan, Leon menolak untuk menyerahkan bukti tersebut ke Claire yang ingin menyebar kebenaran. Ini jadi pertama kali keduanya memiliki sudut pandang yang saling berselisihan, tapi di akhir Leon menyadari kalau dia tidak ingin menyebar rasa takut tersebut ke publik karena itu adalah tujuan yang ingin dicapai Jason sebagai upaya balas dendamnya.
Memasuki Tanah Perang – Resident Evil: Damnation (Umur 34)
Leon kini sudah menembus usia 30 tahun yang juga mulai memasuki fase transisinya sebagai agen di bawah organisasi DSO. Tapi sebelum itu, dia sempat menjalani misi untuk menyelidiki sumber konflik senjata biologis di Eastern Slav Republic yang benar-benar menguji tekad serta keberaniannya. Saat mendapat perintah untuk mundur karena potensi bahaya yang ada, Leon yang tidak ingin tinggal diam membangkang perintah tersebut untuk terjun langsung ke wilayah perang.

Dia kemudian mendapati adanya penggunaan Las Plagas di kelompok pemberontak yang bisa dimanfaatkan untuk mengontrol jenis BWO Licker, meski di akhir ini berujung pada infeksi berkelanjutan yang membuat sang host sulit untuk diselamatkan, sebuah situasi memprihatinkan di mana Leon seolah tidak bisa berbuat banyak untuk menyelamatkan orang-orang di dekatnya. Tapi pada misi yang sama, perhatian Leon juga tertuju pada kemunculan Ada Wong yang menyamar sebagai anggota BSAA demi menjalin komunikasi dengan Svetlana Belikova selaku pimpinan Eastern Slav Republic. Dan seperti yang bisa diduga, Ada punya agenda terselubung untuk mengamankan sebuah sample virus Las Plagas untuk clientnya.

Selain interaksi di sana-sini, kemunculan Ada kali ini lebih sebatas distraksi, karena kunci keberhasilan Leon dalam misinya ada di kolaborasi dengan Alexander “Sasha” Kozachenko / Buddy dari kelompok pemberontak. Setelah berjuang mati-matian menghadapi pasukan Tyrant yang dikontrol Svetlana, pertarungan panjang dan melelahkan tersebut berakhir dengan kemenangan Leon berkat bala bantuan dari kelompok militer Amerika dan Rusia. Buddy yang sudah menjadi rekan terdekatnya sepanjang misi ini di akhir juga hampir bermutasi karena infeksi Las Plagas, tapi Leon berhasil menyelamatkannya setelah menembak parasit tersebut dari tubuhnya dan memintanya untuk terus berjuang demi rekan-rekannya yang sudah gugur karena korban manipulasi Svetlana.
Jeratan Insiden Skala Global – Resident Evil 6 (Umur 36)
Tidak begitu lama setelah resmi menjadi agen DSO yang memiliki yurisdiksi lebih kuat apalagi karena berada di bawah naungan perintah presiden Amerika langsung, Leon dihadapkan pada awal dari sebuah insiden terbesar di sepanjang karirnya. Selain fakta kalau dia harus membunuh presiden Adam Benford sekaligus teman dekatnya yang sudah tidak lagi tertolong karena terinfeksi C-Virus, penyebaran virus ini ternyata sudah menyebar luas secara global hingga wilayah China.

Setelah mendapati identitas dari dalang sesungguhnya yang ternyata adalah Derek C. Simmons selaku National Security Advisor di negerinya, Leon dengan bantuan agen Helena Harper menjalani misi panjang di mana dia ikut mendapati kebenaran dibalik nasib Helena yang ternyata adalah korban blackmail Simmons hingga berpapasan dengan karakter ikonik lain di franchisenya. Perjuangan panjang mereka untuk menjatuhkan Simmons yang ikut dikhianati organisasinya di “The Family” akhirnya terbayarkan di akhir, yang mana Ada Wong bahkan ikut menolong Leon lagi seperti di masa lalu.

Tapi berbeda dibanding setelah menyelesaikan misi-misi terdahulu, apa yang dirasakan Leon setelah Resident Evil 6 justru terasa lebih pahit. Ini karena secara emosional dia sangat lelah apalagi karena dampak besar yang sudah terjadi dari penyebaran C-Virus hingga bagaimana dia terpaksa harus membunuh presiden Adam Benford. Bisa dibilang ini adalah titik di mana kondisi mentalnya sudah kembali goyah, karena Leon merasa segala perjuangan yang sudah dia lakukan selama ini hanya berujung pada insiden lebih buruk di masa depan.
Fase Jatuh dan Bangkit – Resident Evil: Vendetta (Umur 37)
Meski termasuk salah satu protagonis bersama dengan Chris Redfield dan Rebecca Chambers di film ini, Leon sempat diperlihatkan berada dalam kondisi mental lemah sambil mabuk-mabukan karena tekanan tiada henti yang dirasakannya, apalagi setelah menjalani misi di mana dia harus membunuh tim SWAT yang terinfeksi virus karena jebakan dari ancaman bom palsu. Meski sempat menolak ajakan Chris dan Rebecca untuk mencegah penyebaran A-Virus oleh seorang mantan anggota CIA bernama Glenn Arias, situasi yang semakin tidak terkontrol hingga mengancam nyawa Rebecca yang terculik mendorong Leon untuk ikut bergabung.

Setelah berjuang meredam penyebaran virus di kota New York, Leon dan Chris menginfiltrasi markas Arias hingga mereka berhasil menyelamatkan Rebecca serta mengalahkan Arias yang bermutasi menjadi monster Tyrant bersama sekongkolannya yaitu Diego Gomez. Antidote dari virus mematikan yang kebal vaksin tersebut juga berhasil diamankan untuk kemudian disebar ke seluruh kota demi menyembuhkan mereka yang sudah terinfeksi.

Saat berada dalam momen refleksinya, Leon sempat bertanya ke Chris, “How much longer can we keep going on like this?”, di mana dia mendapat respon kalau Chris tidak pernah membuat rencana sampai sejauh itu. Jawaban sarkastik dari Chris itu berhasil membuat Leon tersenyum, sebuah momen di mana derita emosional Leon setidaknya sedikit terobati dan mendorongnya untuk terus menatap masa depan tanpa rasa bimbang.
Avangers Assemble! – Resident Evil: Death Island (Umur 38)
Berbeda dari kebanyakan seri terdahulu, Death Island memiliki tone cerita lebih ringan dengan nilai jual kuat di sisi fanservice lewat kemunculan banyak karakter ikonik franchisenya. Sensasinya sampai-sampai memang terasa seperti percobaan Capcom untuk membuat film “Avengers” versi Resident Evil. Lalu bagaimana peran Leon di cerita barunya ini? Dia masih mendapat spotlight utama, yang lebih spesialnya lagi di mana dia ikut dipertemukan dengan Jill Valentine untuk pertama kali secara langsung daripada sekedar pertemuan di balik layar yang selalu jadi bahan spekulasi oleh fans.

Dalam seri ini dia kembali dilibatkan dengan potensi ancaman T-Virus baru di San Fransisco yang ikut membawanya dan para karakter lain ke pulau Alcatraz. Leon tidak mendapat banyak momen yang begitu signifikan karena pembagian spotlight dengan karakter ikonik lain, tapi dia sempat berhadapan kembali dengan María Gómez, salah satu antagonis utama yang selamat di seri Resident Evil: Vendetta dan kembali terlibat sebagai dalang insiden baru ini karena terbawa rasa dendam akan kematian ayahnya.

Meski berhadapan dengan Maria yang merupakan petarung handal dan sudah mendapat modifikasi fisik sebagai superhuman, Leon masih mampu mengalahkannya dalam pertarungan tangan kosong yang jelas jadi pembuktian akan kekuatannya di luar batas manusia biasa. Selebihnya Death Island juga jadi satu-satunya seri di mana Leon sempat terinfeksi virus, tapi kali ini nasibnya tertolong berkat vaksin dari Rebecca.
Menghadapi Masa Lalu – Resident Evil Requiem (Umur 49)

Lompat jauh sampai 11 tahun kemudian, Leon sudah hampir menyentuh kepala lima dan masih menjalani tugas sebagai agen senior DSO. Investigasinya akan kasus kematian berantai di Midwest berakhir menjerat Leon dalam insiden baru yang siap menguji kemampuannya di ambang batas, apalagi setelah dia nampak terinfeksi virus hingga harus kembali menghadapi masa lalu dengan pergi ke Raccoon City yang sudah jadi kota mati. Soal apa yang sebenarnya menanti Leon di seri ini, tentu saja akan lebih baik untuk menguak jawabannya langsung dengan memainkan Resident Evil Requiem.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id













Discussion about this post