gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Mengungkap Alasan Girls’ Frontline Bisa Survive Meski dengan Pendapatan Rendah

Fadhil by Fadhil
July 27, 2023
in Opini
0
Meski dengan pendapatan rendah, apa sebenarnya yang membuat Girls' Frontline bisa bertahan selama ini?

Meski dengan pendapatan rendah, apa sebenarnya yang membuat Girls' Frontline bisa bertahan selama ini?

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Mengamati situasi pasar game mobile yang tidak pernah lepas dari persaingan ketat, ada banyak tantangan yang harus dihadapi developer untuk bisa membuat gamenya bertahan lama. Pendapatan rendah termasuk salah satu faktor penentu terbesar akan umur dari kebanyakan game mobile, karena tentunya harus ada keuntungan yang mengalir agar gamenya bisa tetap didukung lewat update konsisten dan memenuhi berbagai biaya produksi lain. Meski termasuk faktor yang penting, nyatanya ada satu game yang masih bisa bertahan kuat terlepas dari pendapatan yang begitu rendah, dan game tersebut tidak lain adalah Girls’ Frontline.

Melalui artikel yang sempat kami tulis mengenai Alasan Sebenarnya Kenapa Game Mobile China Jauh Lebih Awet dibanding Jepang, kami ikut menyertakan Girls’ Frontline sebagai salah satu contoh terbaik dalam kasusnya. Saat iseng mengecek laporan di platform AppMagic, pendapatan gamenya memang terbukti jauh lebih rendah dibanding kebanyakan game RPG sejenis di pasaran. Tentu saja hanya pihak developer dan publisher terlibat saja yang bisa menjawab rasa penasaran mengenai eksistensinya yang kuat ini, tapi menurut pengamatan kami, alasan kenapa Girls’ Frontline bisa bertahan hingga sekarang berhubungan dengan menjaga portofolio dan identitas dari sang kreator sendiri.

Contoh pendapatan Girls’ Frontline di 7 hari terakhir (20 – 26 Juli 2023) yang terbilang sangat rendah dari game mobile RPG lain

Pertama kali rilis di China pada 2016 lalu, Girls’ Frontline adalah game strategi RPG yang membawa unsur moefikasi unik, yang mana kebanyakan karakter / T-Doll di gamenya diangkat dari nama senjata di dunia nyata. Gamenya sendiri dikembangkan sebagai prekuel untuk Codename: Bakery Girl yang sempat rilis di 2013 lalu, dan kebetulan sudah mendapat versi remaster / remake dengan judul baru Reverse Collapse: Code Name Bakery. Sejak debutnya tersebut, pihak MICA Team lewat kerjasama dengan beberapa publisher khususnya Sunborn sudah melakukan ekspansi besar-besaran, termasuk membuatnya sebagai sebuah franchise media.

Dari yang kami ingat serinya sudah mendapat serial manga, adaptasi anime, hingga game spin-off seperti Girls’ Frontline: Neural Cloud yang juga sudah dirilis secara global. Sebenarnya sempat ada satu lagi game spin-off dengan judul Girls’ Frontline: Glitch Land, tapi proyeknya berujung dibatalkan dan bagaimana tim developer originalnya sudah tidak lagi bersama Sunborn sejak awal 2022. Dengan memanfaatkan reputasi serinya yang sudah eksis cukup lama sekaligus menarik perhatian lebih banyak fans baru, pihak developer juga sudah aktif mengembangkan sekuel Girls’ Frontline 2: Exilium yang memang terlihat sangat mengesankan dari sisi production value dan sukses mengundang hype besar di China.

Sejak debutnya, Girls’ Frontline sudah mendapat ekspansi besar layaknya sebuah franchise media

Setelah memahami sedikit perjalanan serinya tersebut, dari sini sebagian dari kamu mungkin sudah sedikit paham mengenai alasan kenapa Girls’ Frontline begitu kuat. Jawabannya ada di reputasi seri dan brandnya sendiri. MICA Team sejak debutnya sudah setia melakukan ekspansi untuk membuat Girls’ Frontline menjadi seri yang lebih besar. Terlepas dari pendapatan yang rendah, mereka di sisi lain tetap mendapat keuntungan yang setidaknya cukup untuk bisa memberi dukungan konsisten dan terus beroperasi, bahkan termasuk mendanai proyek ambisius seperti Girls’ Frontline 2: Exilium. Bagi mereka ini adalah brand yang sangat berharga dan perlu untuk dipertahankan, semua sembari menarik minat dari banyak fans lewat beragam proyek barunya.

Dengan mematikan Girls’ Frontline hanya karena alasan gamenya tidak begitu menguntungkan, maka ini otomatis akan berdampak besar ke kualitas IP / brand-nya secara menyeluruh. Sebagian fans mungkin jadi berujung khawatir akan masa depan serinya, tidak terkecuali juga untuk para calon investor. Perlu ditekankan juga kalau serinya berasal dari developer China, dan bagi yang tidak asing dengan sepak terjangnya, mereka terbilang jarang mematikan game kecuali memang terpaksa. Ini berhubungan dengan banyak faktor mulai dari dorongan biaya produksi lebih yang sudah dikeluarkan, reputasi brandnya, dan masih banyak lagi yang mungkin juga berhubungan dengan regulasi pemasaran game yang lebih ketat di wilayahnya.

Eksistensi game original Girls’ Frontline sangat penting bagi brandnya secara keseluruhan

Sangat berbeda tentunya dengan developer Jepang, yang mana kebanyakan dari mereka cenderung hanya menyisihkan budget produksi aman untuk meracik game mobile standar dan berujung mematikannya dalam waktu singkat jika tidak lagi menguntungkan. Contoh serupa memang tidak selalu berlaku ke semua developer, termasuk juga yang ada di China, jadi memprediksi umur dari suatu game mobile terkadang bisa berakhir di skenario yang jauh berbeda atau di luar dugaan. Inilah yang dirasakan oleh banyak pemain ke Girls’ Frontline dan bagaimana gamenya bisa bertahan selama ini meski dengan pendapatan rendah.

Daripada menebak-nebak kapan gamenya dimatikan, kami justru merasa kalau kehadiran Girls’ Frontline 2: Exilium hanya akan semakin memperkuat reputasi serinya untuk bisa bertahan lebih lama dan siapa tahu saja tumbuh jadi nama yang lebih mainstream. Sebelum menutup artikel ini, kami juga ingin memberi pencerahan soal desas-desus/rumor di komunitas soal bagaimana aksi money laundering dari pihak atasan adalah faktor dibalik eksistensi gamenya. Agar tidak ada kesalahpahaman bagi yang mungkin belum tahu, rumor tersebut yang jelas palsu dan lebih dibuat sebagai guyonan semata yang dibuat berdasar dari rasa heran tadi.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id
Tags: Girls' FrontlineMICA TeamSunborn
ShareTweetShare
Previous Post

Magic: The Gathering – Commander Masters Rilis Sebentar Lagi dengan Dek Multiplayer Tangguh!

Next Post

Fashion Dreamer Rilis Sebentar Lagi, Game Dress-Up dengan Segudang Variasi Gaya!

Related Posts

Genre turn-based RPG pernah dianggap ketinggalan zaman, kalah pamor sama game-game aksi, tapi kenyataan berbeda sekarang.
Berita

Opini: Kenapa Genre Turn-Based RPG Sekarang Malah Bisa Laris Manis

June 19, 2025
Dengan pengumuman Switch 2, antusiasme meningkat di seluruh dunia. Tapi di Indonesia, mendapatkan produk Nintendo tidak semudah masuk ke toko.
Konsol

Opini: Kenapa Indonesia Tidak Masuk dalam Peluncuran Nintendo Switch 2

April 4, 2025
Cari tau gimana Sistem Tiga Zaman di Civilization VII bikin gameplay lebih seru, dinamis, dan nggak bosenin. Baca ulasan lengkapnya di sini!
Konsol

Opini: Sistem Tiga Zaman di Civilization VII Bikin Gameplay Jadi Lebih Seru

February 10, 2025
Azur Lane mendapat sebutan terbanyak dari pembaca kami sebagai game yang paling ramah ke kaum pemain F2P
Android

Azur Lane Dipilih Pembaca GamerWK Sebagai Game Mobile Paling Ramah ke Pemain F2P

February 22, 2024
Kami Menanyakan Pendapat Gamer Indonesia Tentang Genshin Impact untuk 3 Tahun Terakhir
Android

Kami Menanyakan Pendapat Gamer Indonesia Tentang Genshin Impact untuk 3 Tahun Terakhir

December 28, 2023
Pengamatan kami akan kenapa game mobile keluaran China cenderung bertahan lebih lama dibanding Jepang
Opini

Alasan Sebenarnya Kenapa Game Mobile China Jauh Lebih Awet dibanding Jepang

May 16, 2023
Next Post
XSEED mengumumkan akan merilis game dress-up menawan Fashion Dreamer pada November 2023 mendatang

Fashion Dreamer Rilis Sebentar Lagi, Game Dress-Up dengan Segudang Variasi Gaya!

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Blizzard resmi mengumumkan kalau Overwatch Rush rencananya akan masuki fase soft launch di Asia Tenggara pada akhir Agustus

Overwatch Rush Akan Masuki Fase Soft Launch Sebentar Lagi, Termasuk di Indonesia!

by Fadhil
August 26, 2026
0

Blizzard resmi mengumumkan kalau Overwatch Rush rencananya akan masuki fase soft launch di Asia Tenggara pada akhir Agustus.

TiMi Studio Group melepas trailer baru Monster Hunter Outlanders di gamescom Opening Night Live yang memamerkan Elder Dragon originalnya

Monster Hunter Outlanders Perkenalkan Elder Dragon Original Bernama “Ruger Aidal”

by Fadhil
August 26, 2026
0

TiMi Studio Group melepas trailer baru Monster Hunter Outlanders di gamescom Opening Night Live yang memamerkan Elder Dragon originalnya.

NetEase dan Naked Rain kembali memamerkan ANANTA di gamescom Opening Night Live 2026 yang ikut dibarengi kepastian jadwal rilis

ANANTA Kembali Bagi Detail Baru dan Dijadwalkan Rilis Januari 2027!

by Fadhil
August 26, 2026
0

NetEase dan Naked Rain kembali memamerkan ANANTA di gamescom Opening Night Live 2026 yang ikut dibarengi kepastian jadwal rilis.

Kuro Games telah melepas preview PV untuk event kolaborasi terbaru Punishing: Gray Rave yang menggaet anime populer Date A Live V

Punishing Gray Raven x Date A Live V Konfirmasi Hadirnya Kurumi Sebagai Karakter Playable!

by Fadhil
August 24, 2026
0

Kuro Games telah melepas preview PV untuk event kolaborasi terbaru Punishing: Gray Rave yang menggaet anime populer Date A Live...

Nexon akhirnya resmi memperkenalkan FAREIDOLIA, game baru yang sebelumnya lebih dikenal dengan codename Project RX.

Project RX Resi Dinamai FAREIDOLIA Sekaligus Ungkap Detail Cerita

by Taufik
August 24, 2026
0

Nexon akhirnya resmi memperkenalkan FAREIDOLIA, game baru yang sebelumnya lebih dikenal dengan codename Project RX. Selain mendapatkan nama resmi, Nexon...

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd