Setelah mendapatkan kesempatan untuk mencoba langsung FINAL FANTASY RESONANCE, kami bisa melihat lebih jelas bagaimana Square Enix memadukan sistem turn-based klasik dengan karakter-karakter ikonik dari seri FINAL FANTASY serta visual HD-2D yang menjadi ciri utama game ini. Preview kali ini mencakup bagian Prologue dan sebagian area dungeon, sehingga meski materi cerita yang tersedia masih cukup terbatas,
Tidak hanya itu, kami juga ikut mendapat gambaran yang cukup mengenai fondasi gameplay, sistem pertarungan, hingga bagaimana FINAL FANTASY RESONANCE membawa nuansa klasik seri tersebut ke dalam presentasi yang lebih modern.
Combat Berbasis Turn-Based yang Flashy dan Strategis
FINAL FANTASY RESONANCE menggunakan sistem command battle turn-based klasik, di mana kamu bisa memilih berbagai serangan, skill, dan aksi sesuai dengan situasi di medan pertempuran. Tapi sistemnya tidak sekadar mengandalkan serangan dengan damage terbesar. Kamu perlu memperhatikan kelemahan musuh dan menentukan kemampuan yang tepat untuk digunakan pada waktu yang tepat.

Salah satu mekanik pentingnya adalah mengeksploitasi weakness musuh untuk mengisi gauge Break atau Stagger. Setelah pertahanan musuh berhasil dihancurkan, kamu bisa mendapatkan kesempatan tambahan untuk bertindak dan memanfaatkan kondisi tersebut untuk memberikan damage lebih besar. Karena itu, pertarungan terasa lebih dari sekadar membandingkan angka damage. Kamu perlu menentukan serangan yang sesuai, mencari kelemahan musuh, mengatur momentum hingga berhasil melakukan stagger, kemudian memanfaatkan celah tersebut untuk melancarkan serangan kuat.
Sistem ini juga membuat penggunaan kemampuan terasa lebih penting. Alih-alih terus menggunakan serangan terkuat setiap giliran, kamu didorong untuk mempertimbangkan kapan harus mengeksploitasi weakness, kapan harus memanfaatkan Break window, dan kapan saat yang tepat untuk mengeluarkan serangan Resonance. Dalam preview, kombinasi berbagai elemen tersebut menjadi salah satu bagian yang paling menarik dari sistem pertarungannya.
Resonance Membawa Kembali Karakter-Karakter Ikonik

Salah satu fitur utama FINAL FANTASY RESONANCE adalah sistem Resonance, yang memungkinkan kamu menggunakan Visions yang merepresentasikan gema dari karakter-karakter dalam seri FINAL FANTASY sebelumnya. Karakter-karakter tersebut bisa bertarung bersama party dan membawa skill serta kemampuan unik mereka masing-masing.
Sejumlah karakter ikonik yang telah dikonfirmasi antara lain Cloud, Warrior of Light, Cecil, Bartz, Terra, Squall, Zidane, dan Tidus, serta masih banyak lainnya. Kehadiran mereka tentu menjadi salah satu daya tarik terbesar bagi penggemar lama, terutama karena masing-masing karakter tidak sekadar hadir sebagai cameo, tetapi memiliki kemampuan yang bisa digunakan dalam pertarungan.

Selama preview, kami juga berkesempatan mencoba Ultimate milik Cloud, Warrior of Light, dan Nodius. Ketiganya menjadi salah satu highlight terbesar dari sesi hands-on, terutama karena setiap karakter memiliki presentasi yang berbeda dengan efek visual, pergerakan kamera, dan animasi yang dibuat untuk memberikan kesan kuat ketika serangan tersebut dilepaskan.
Ultimate Cloud memiliki impact yang sangat terasa, sementara presentasi Warrior of Light berhasil menangkap nuansa seorang pahlawan klasik FINAL FANTASY. Nodius juga mendapatkan animasi Ultimate yang tidak kalah mencolok dengan berbagai efek visual yang memenuhi layar. Secara keseluruhan, Ultimate menjadi salah satu bagian yang paling mudah diingat dari preview ini, terutama karena sistem tersebut memberikan kesempatan untuk melihat karakter-karakter familiar tampil dalam skala yang jauh lebih spektakuler.
HD-2D yang Lebih Sinematik

Selain gameplay, visual menjadi salah satu aspek yang paling menonjol dari FINAL FANTASY RESONANCE. Game ini merupakan judul FINAL FANTASY pertama yang menggunakan gaya visual HD-2D, memadukan karakter bergaya pixel art dengan lingkungan 3D, pencahayaan modern, depth of field, serta sudut kamera yang lebih dinamis. Square Enix menyebut pendekatan ini sebagai “Cinematic Pixel.”
Gaya tersebut terasa sangat menonjol ketika pertarungan dimulai. Karakter-karakter pixel art tetap mempertahankan tampilan klasik yang mengingatkan pada RPG era lama, tetapi lingkungan 3D dan pergerakan kamera membuat presentasinya terasa jauh lebih modern. Perpaduan tersebut semakin terlihat ketika kamu menggunakan berbagai kemampuan dengan animasi yang lebih kompleks.
Hal ini paling terasa saat Ultimate digunakan. Karakter pixel art, lingkungan 3D, pencahayaan, efek visual, dan pergerakan kamera berpadu untuk menghasilkan adegan yang jauh lebih sinematik dibandingkan tampilan pixel art tradisional. Hasilnya memberikan identitas visual yang cukup unik bagi FINAL FANTASY RESONANCE, karena game ini berhasil mempertahankan daya tarik estetika klasik tanpa sepenuhnya terikat pada presentasi RPG retro.
Sensasi Menjelajahi Dungeon

Preview kami juga mencakup sebagian area dungeon, memberikan sedikit gambaran mengenai bagaimana eksplorasi akan berjalan di luar pertarungan. Dibandingkan dengan pertarungan yang lebih spektakuler, bagian ini terasa lebih berfokus pada menjelajahi lingkungan dan menghadapi pertempuran yang ditemui sepanjang perjalanan.
Strukturnya sendiri masih terasa seperti petualangan RPG tradisional, dengan eksplorasi dan pertarungan yang berjalan beriringan. Area yang tersedia selama preview memang masih terbatas, sehingga belum cukup untuk memberikan gambaran lengkap mengenai variasi dungeon dalam game secara keseluruhan. Tapi bagian tersebut sudah memperlihatkan bagaimana lingkungan HD-2D digunakan untuk membangun atmosfer petualangan FINAL FANTASY yang cukup klasik.
Impresi Sejauh Ini

Dengan materi cerita yang tersedia masih terbatas, preview ini memang lebih tepat dilihat sebagai kesempatan untuk mengenal fondasi gameplay dan presentasi FINAL FANTASY RESONANCE daripada menilai keseluruhan ceritanya. Meski begitu, sistem pertarungannya sudah menunjukkan potensi melalui kombinasi command battle turn-based, eksploitasi weakness, Break mechanics, kesempatan mendapatkan giliran tambahan, dan serangan Resonance.
Visual HD-2D juga menjadi salah satu kekuatan terbesar game ini. Pendekatan “Cinematic Pixel” berhasil menggabungkan nostalgia karakter pixel art dengan lingkungan 3D dan presentasi yang lebih modern, terutama ketika karakter menggunakan Ultimate mereka.
Pada akhirnya, salah satu hal yang paling menarik dari FINAL FANTASY RESONANCE adalah bagaimana game ini menggunakan karakter-karakter yang sudah begitu dikenal untuk mempertemukan berbagai era FINAL FANTASY dalam satu pengalaman. Melihat Cloud, Warrior of Light, Nodius, dan karakter lainnya hadir dalam gaya HD-2D baru, kemudian menyaksikan mereka menggunakan Ultimate dengan animasi yang begitu mencolok, menjadi salah satu daya tarik terbesar dari preview ini. Bagi penggemar FINAL FANTASY, kombinasi tersebut membuat FINAL FANTASY RESONANCE menjadi game yang cukup menarik untuk terus diperhatikan menjelang perilisannya.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id







![Tanpa diduga, Studiobside telah mengumumkan lanjutan CounterSide yang EOS minggu lalu lewat game baru berjudul COUNTERSIDE:A [ANTEXILIAN]](https://cdn.gamerwk.com/2026/09/CounterSide-A-120x86.jpg)




Discussion about this post