Setelah sekian lama menunggu, akhirnya Silent Hill kembali dengan nuansa yang benar-benar berbeda lewat Silent Hill f. Dalam sesi hands-on selama lima jam, kita dibawa langsung ke dunia yang asing tapi memikat—Jepang era 1960-an. Ini adalah kali pertama seri Silent Hill mengambil latar jauh dari Barat, dan hasilnya bukan cuma sekadar “versi Jepang” dari template lama.
Game ini terasa seperti evolusi: mengganti karat dan mesin industri dengan bunga merah yang membusuk, mengganti jeritan keras dengan keheningan yang bikin bulu kuduk berdiri. Kita akan bahas pengalaman awal memainkan game ini, mulai dari ceritanya, sistem combat, hingga eksplorasi yang penuh atmosfer, dimana kami mendapatkan kesempatan 5 jam nyobain Silent Hill f. Mari simak!

Kisah Seorang Gadis dan Kota yang Mulai Membusuk
Cerita Silent Hill f berpusat pada Hinako Shimizu, seorang siswi SMA penyendiri yang tinggal di desa pegunungan bernama Ebisugaoka. Setelah ditinggal kakaknya menikah dan terus-menerus jadi korban bullying, Hinako menjalani hari-harinya dalam keheningan yang sunyi dan kelam. Tapi semuanya berubah ketika kabut misterius mulai menyelimuti desa. Jalanan yang familiar berubah jadi mimpi buruk, orang-orang menghilang, dan makhluk aneh mulai berkeliaran.
Perjalanan Hinako cepat berubah jadi halusinasi dan teror psikologis. Dia mulai tersesat di dunia lain yang dipenuhi tanaman menjalar, makhluk grotesk, dan simbol-simbol yang terinspirasi dari spiritualitas dan mitos Jepang. Ada satu sosok misterius yang muncul berulang kali, seolah-olah membimbing Hinako—tapi siapa dia dan apa tujuannya, tetap jadi misteri.

Ceritanya berjalan pelan, penuh atmosfer, dan hampir tanpa eksposisi panjang. Semua informasi datang lewat eksplorasi, visual, dan potongan peristiwa yang terasa seperti mimpi buruk yang tidak selesai. Ini bukan game yang mengejutkan dengan jumpscare, tapi game yang menanam rasa tidak nyaman secara perlahan, dan berhasil melakukannya dengan elegan.
Pertarungan: Brutal, Dekat, dan Butuh Fokus

Satu hal yang langsung terasa berbeda adalah sistem pertarungannya. Tidak ada senjata api. Semua pertarungan dilakukan dengan senjata melee—alat tajam, benda tumpul, atau apa pun yang bisa ditemukan. Sistem ini menuntut pemain buat punya timing yang tepat dan mengelola stamina serta sanity secara hati-hati.
Core Stats:
- Health (HP): Standard life gauge.
- Stamina: Dipakai untuk lari, menghindar, atau menyerang. Kehabisan stamina gak akan bisa ngapa-ngapain
- Sanity: Untuk dipakai Focus Mode. serangan musuh bisa mengurangi Sanity, ketika habis, HP kamu akan perlahan turun

Beberapa mekanik kuncinya termasuk:
-
Perfect Counter, di mana pemain bisa melakukan serangan balik besar jika menyerang musuh saat mereka dalam animasi lambat sesaat sebelum menyerang.
-
Focus Mode, yang memakai Sanity untuk memperlambat waktu dan memudahkan counter, tapi penggunaannya terbatas.

Ketegangan muncul bukan dari banyaknya musuh, tapi dari betapa sempitnya ruang buat salah langkah. Saat Sanity habis, pemain kehilangan akses ke Focus Mode dan jadi makin rentan. Pertarungan boss terasa sangat intens, dengan pola serangan yang menuntut pemahaman sistem secara mendalam.
Sistem Inventory yang Ketat
Manajemen item di Silent Hill f benar-benar ketat. Hinako cuma bisa bawa delapan slot barang aktif, dan senjata juga punya inventory terpisah sebanyak tiga slot. Setiap item punya ukuran dan batas stack—item penyembuh besar cuma bisa dibawa satu per slot, sementara item kecil bisa ditumpuk.
Senjata bisa rusak dan bahkan hilang kalau dipakai terus tanpa diperbaiki. Jadi, setiap keputusan membawa atau memakai sesuatu bisa berdampak besar. Apakah mau simpan senjata kuat untuk boss? Atau dipakai sekarang karena kepepet? Keputusan-keputusan kecil ini terus menambah lapisan ketegangan di luar pertarungan.
Progresi Karakter Mengenai Doa, Persembahan, dan Shrine Jalanan

Sistem progresi karakter dikaitkan dengan shrine atau hokora yang tersebar di sepanjang perjalanan. Di sini pemain bisa men-save game dan meng-upgrade Hinako menggunakan item persembahan yang dikumpulkan sepanjang permainan. Item seperti sisir kayu merah, ikan kering, atau benda budaya lain bisa dikonversi jadi Faith.
Faith ini bisa digunakan untuk dua hal:
-
Draw Omamori, semacam jimat pasif yang bisa memberikan bonus seperti HP tambahan atau damage lebih besar.
-
Pray, untuk upgrade status dasar dan menambah slot Omamori.
Sistem ini bukan cuma menarik dari sisi mekanik, tapi juga terasa sangat tematik—progresi karakter bukan lewat XP, tapi lewat ritual spiritual yang cocok dengan nuansa Jepang dan tema mistis game ini.
Eksplorasi Pelan, Sunyi, Tapi Penuh Teror

Silent Hill f tidak punya minimap, tidak ada penanda arah. Semua navigasi bergantung pada lingkungan—cahaya, bayangan, bentuk bangunan yang tidak biasa. Tapi anehnya, semua terasa alami. Tidak pernah terasa tersesat selama lima jam pertama, karena dunia didesain dengan sangat hati-hati.
Puzzle juga muncul secara berkala, dengan gaya yang terinspirasi dari budaya Jepang. Beberapa teka-teki memerlukan observasi visual, bukan brute force. Tingkat kesulitannya sedang, tapi sangat memuaskan ketika berhasil dipecahkan.
Yang paling berkesan adalah suasana. Contohnya, ada satu lorong sempit di mana sebuah boneka manusia berdiri diam menghalangi jalan. Tidak bergerak, tidak menyerang. Tapi mendekatinya saja bikin jantung berdetak kencang. Tidak perlu jumpscare—cukup suasana, dan itu sudah cukup membuat bulu kuduk berdiri.
Visual dan Suara: Indah, Busuk, dan Sangat Jepang

Secara visual, Silent Hill f sangat berbeda dari seri sebelumnya. Tidak ada karat, tidak ada kabut industrial. Yang ada adalah bunga merah yang tumbuh dari dinding daging, akar yang menyusup ke lantai tatami, dan bangunan kayu khas era Showa yang mulai rusak. Estetikanya sangat unik—indah tapi menjijikkan dalam waktu bersamaan.

Desain monster juga mengikuti tema ini. Tidak lagi logam dan mesin, tapi lebih seperti manusia yang dirasuki tanaman, atau makhluk mitologi yang salah bentuk. Suaranya juga menambah nuansa—tidak bising, tapi penuh dengan gema lembut yang bikin suasana makin mencekam. Pengisi suara versi Jepang terasa pas: tenang, pelan, dan tidak dramatis berlebihan.
Teror Baru yang Layak Ditunggu

Silent Hill f mungkin bukan Silent Hill seperti yang dulu—tapi justru itu kekuatannya. Game ini berani menyimpang, menciptakan pengalaman horor yang tidak bergantung pada kejutan keras atau darah berceceran, tapi pada rasa takut yang tumbuh perlahan. Seperti bunga merah yang mekar di tempat yang tidak seharusnya, terornya muncul pelan tapi pasti.
Dengan sistem pertarungan yang paling kompleks sejauh ini, cerita yang menyentuh psikologis, dan dunia yang benar-benar terasa asing dan memikat, Silent Hill f adalah entri yang menjanjikan buat para veteran maupun pendatang baru. Bahkan game ini punya lima ending berbeda—dengan satu ending UFO yang legendaris disiapkan sebagai easter egg khas seri ini.
Setelah lima jam bermain, satu hal jelas: Silent Hill f bukan hanya menjanjikan, tapi juga berani. Dan rasanya, ini akan jadi salah satu horor psikologis paling unik yang pernah ada. Silent Hill f akan dirilis pada 25 September mendatang untuk PlayStation 5, Xbox Series, dan juga PC. Kamu bisa kunjungi situs resminya DI SINI untuk berbagai informasi lebih lanjut.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post