Obsidian Entertainment menjadi salah satu dari sedikit studio besar yang secara terbuka menolak penggunaan AI dalam penulisan game. Dalam wawancara bersama GameFile, beberapa penulis senior Obsidian (Josh Sawyer, Kate Dollarhyde, dan Leonard Boyarsky) menjelaskan bahwa hingga saat ini tim penulis mereka sama sekali tidak memakai AI untuk membantu proses kreatif.

Boyarsky bahkan menyinggung kembali komentarnya dari tahun 2019 tentang kemungkinan penggunaan AI dalam penulisan naskah. Ia mengaku kini ingin “menepuk punggung” dirinya yang dulu karena ide tersebut dinilai akan cepat menjadi tidak terkendali. Ketika ditanya apakah studionya sudah memakai AI generatif, Sawyer menegaskan “itu bukan sesuatu yang kami gunakan,” dan Boyarsky menambahkan bahwa mereka “tidak menggunakannya sama sekali.”
Sikap ini cukup menarik, mengingat Obsidian termasuk salah satu studio paling produktif di bawah Xbox Game Studios. Pada 2025 saja, mereka merilis tiga game besar: Avowed, Grounded 2 (early access), dan The Outer Worlds 2. Dengan hanya sekitar 285 karyawan, pencapaian tersebut menunjukkan efisiensi dan dedikasi tinggi tim tanpa bergantung pada AI.

Sementara banyak perusahaan game lain semakin mendorong penggunaan AI seperti EA yang mewajibkan karyawan memakai AI, Square Enix yang menargetkan 70% QA digantikan AI pada 2027, hingga Krafton yang mengadopsi AI besar-besaran. Obsidian justru memilih mempertahankan pendekatan kreatif manual. Dalam situasi industri yang kian mengandalkan otomatisasi, keputusan Obsidian dipandang sebagai langkah yang menempatkan kualitas dan sentuhan manusia di garis depan pengembangan game.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post