Dalam Rapat Umum Pemegang Saham ke-46 yang digelar pada 24 Juni lalu, Square Enix mendapat pertanyaan soal nasib game-game live service yang sudah tutup server dan bagaimana rencana perusahaan untuk menjaga game-game tersebut tetap bisa dinikmati di masa depan. Salah satu yang ikut disorot adalah NieR Re[in]carnation, yang layanan resminya sudah berakhir.
Game live service memang bisa menghasilkan keuntungan besar, tetapi risikonya juga tidak kecil. Biaya operasional yang tinggi ditambah persaingan yang semakin ketat membuat umur game seperti ini rata-rata hanya bertahan sekitar dua sampai tiga tahun. Dalam satu dekade terakhir, Square Enix sendiri sudah menutup cukup banyak game mobile, termasuk Dragon Quest of the Stars, Final Fantasy Brave Exvius, dan NieR Re[in]carnation.

Salah satu pemegang saham juga menyinggung kontroversi versi offline NieR Re[in]carnation yang dibuat oleh komunitas tanpa izin dari pemegang hak cipta. Menurutnya, Square Enix seharusnya menjadi pihak yang memimpin upaya pelestarian game dan IP mereka sendiri, bukan justru para penggemar.
Menanggapi hal tersebut, Square Enix menjelaskan bahwa cara mereka menjaga sebuah game setelah server ditutup akan berbeda-beda tergantung judulnya. Untuk seri NieR, misalnya, mereka masih membagikan berbagai informasi melalui siaran resmi. Sementara untuk game lain, mereka menyimpan berbagai adegan cerita di platform video agar pemain tetap bisa mengikuti kisahnya meski gamenya sudah tidak bisa dimainkan.

Meski jawabannya masih cukup umum, Square Enix memastikan akan terus mencari cara yang paling cocok untuk setiap game agar pemain tetap bisa menikmati ceritanya walaupun layanannya sudah berakhir. Sayangnya, sampai sekarang belum ada informasi apakah perusahaan sedang menyiapkan cara resmi untuk menghadirkan kembali cerita NieR Re[in]carnation.
Di sisi lain, Final Fantasy Resonance menjadi salah satu contoh bagaimana Square Enix mencoba menjaga warisan game live service mereka. Produser Keisuke Nakashima sebelumnya mengungkapkan bahwa ia merasa sayang jika Final Fantasy Brave Exvius benar-benar hilang setelah versi mobilenya ditutup. Karena itu, Resonance dibuat sebagai game konsol yang mengambil dasar dari FFBE, meski dengan banyak perubahan pada visual, gameplay, dan berbagai elemennya.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post