Sebagai salah satu proyek unggulan NetEase dan bukti nyata kemampuan teknis kelas atas Tiongkok, Sword of Justice berdiri sebagai wujud ambisi dan seni sang studio. Berawal dari PC hingga adaptasi ke mobile, dari kesuksesan domestik hingga ekspansi global, setiap versinya terasa seperti sebuah kelahiran kembali dan sesi closed beta global ini menjadi langkah paling berani mereka untuk mendefinisikan ulang arti sebenarnya dari “open-world wuxia”.
Kustomisasi Karakter Tanpa Batas
Dalam versi Closed Beta Test (CBT) yang kami jajal, Sword of Justice menghadirkan enam kelas yang bisa dimainkan mulai dari Nightwalker, Ironclad, Bloodstorm, Celesture, Sylph, dan Numina. Beberapa kelas memiliki gender tetap, sementara lainnya memberikan kebebasan penuh kepada pemain untuk memilih.

Tingkat kustomisasi saat membuat karakter sangat luar biasa mendetail. Pemain bisa menyesuaikan hampir semua aspek baik itu dari proporsi tubuh, struktur wajah, dan gaya rambut, hingga detail kecil seperti ekspresi wajah dan bentuk mata.

Apa yang membuatnya benar-benar unik adalah integrasi teknologi AI dalam pembuatan wajah. Pemain bisa mengunggah foto untuk menghasilkan wajah 3D yang mirip aslinya, atau cukup mengetik deskripsi teks agar sistem menafsirkannya. Baik itu nama seseorang maupun frasa abstrak, hasil yang diberikan AI sering kali mengejutkan dengan tingkat akurasi dan realisme tinggi. Perpaduan antara teknologi dan seni ini menjadikan proses pembuatan karakter bukan sekadar fitur, tetapi sebuah pengalaman kreatif tersendiri.

Lukisan Dinasti Song yang Hidup
Kecermatan NetEase terhadap detail yang sering dijuluki “sindrom pengrajin” kembali terlihat di sini. Setiap frame dalam Sword of Justice terasa seperti lukisan hidup, di mana kamu bisa melihat lipatan jubah sutra, kilau perhiasan logam, asap yang melayang di jalanan, hingga tekstur atap genteng yang tampak nyata.

Namun keindahan ini bukan sekadar hiasan, karena art direction dan sinematografi yang berpadu di game ini menciptakan visi Dinasti Song yang hidup, penuh emosi, dan bernuansa manusiawi. Berbeda dengan banyak “open-world” lain yang terasa kosong setelah dijelajahi, dunia Sword of Justice terasa benar-benar hidup. Pedagang memanggil pelanggan di pasar, langkah kaki bergema di gang sempit, dan alunan musik samar terdengar dari kedai minum. Bahkan ketika berjalan santai di kota Bianjing, pemain bisa menyaksikan pertengkaran spontan, mendengar gosip warga, atau menemukan kisah sampingan tak terduga.

AI dan Interaksi: Dunia yang Merespon Kehadiranmu
Salah satu aspek paling menonjol dalam CBT adalah interaktivitas berbasis AI. NPC di sini bukan sekadar hiasan, karena mereka bereaksi secara alami terhadap tindakan pemain. Menabrak seseorang bisa membuatmu dimarahi, dan mendengarkan obrolan bisa memicu misi sampingan atau encounter random yang tidak terduga.

Beberapa NPC bahkan mendukung percakapan bahasa alami, merespons secara cerdas terhadap dialog bebas.
Ketika kami berkata pada salah satu NPC, “Kau terlihat familiar,” dia menjawab, “Benarkah? Di mana kau pernah melihatku?” Kami membalas, “Mungkin di sebuah cerita,” dan dia berkata, “Kalau begitu, seperti apa karaktermu melihatku di cerita itu?” Pertukaran ini mengalir begitu alami hingga batas antara game dan kenyataan terasa kabur.

NPC juga mengingat perlakuan pemain: interaksi positif meningkatkan keakraban, sedangkan hinaan bisa memperburuk hubungan. Meski masa CBT singkat, mudah dibayangkan bahwa hubungan yang lebih dalam nantinya bisa membuka jalan cerita unik , bahkan kemungkinan adanya hubungan romansa. Semua sistem ini bersama-sama menjadikan dunia bela diri Sword of Justice terasa benar-benar hidup, bukan sekadar dunia permainan, tetapi juga ruang sosial dan emosional.

Eksplorasi dan Pemecahan Teka-Teki: Nikmatnya Penemuan
Eksplorasi di Sword of Justice bukan hanya tentang jalan-jalan. Dunia ini dipenuhi teka-teki, jebakan, dan mekanisme lingkungan. Beberapa membutuhkan atribut keterampilan tertentu, sementara lainnya menyembunyikan harta di balik mural atau struktur bergerak, sehingga memberi imbalan bagi pemain yang teliti dan suka bereksperimen.

Teka-tekinya memiliki keseimbangan sempurna antara mudah diakses dan menantang, yang mana ini jadi cukup menggugah tanpa membuat frustrasi. Dikombinasikan dengan hadiah yang bermakna, hal ini menciptakan siklus adiktif “jelajahi → pecahkan → dapatkan hadiah” yang menumbuhkan rasa ingin tahu. Bahkan dalam versi beta-nya, permainan ini sudah berhasil menghadirkan sensasi murni dari petualangan dan penemuan sejati.

Sistem Manor: Kedamaian di Balik Pedang
Saat berada di luar pertempuran dan petualangan, Sword of Justice juga menawarkan sisi kehidupan yang lebih tenang melalui Sistem Manor. Para pemain bisa membangun dan menyesuaikan rumah mereka sendiri untuk mengatur tata letak, mendekorasi interior, menata perabot, dan membentuk lanskap sesuai selera.

Perabotan juga memiliki fungsi nyata seperti bagaimana pemain bisa mandi, beristirahat, atau tidur di dalam rumah, menikmati kehidupan damai “di dalam dunia bela diri.” Selain itu pemain bisa menanam, memancing, atau sekedar bersantai di taman untuk menciptakan versi kedamaian mereka sendiri.

Filosofi “banyak cara untuk hidup” ini memberi kebebasan penuh kepada pemain untuk menentukan peran mereka. Kamu bisa menjadi detektif penegak hukum, pengembara bebas, atau penduduk desa sederhana yang suka memancing di tepi sungai. Setiap gaya hidup valid, dan setiap kisah layak dijalani.

Dunia Bela Diri yang Hidup Mulai Terbentuk
Meski masih dalam tahap beta tertutup, Sword of Justice sudah menunjukkan tingkat kualitas dan ambisi yang luar biasa. Dari dunia Dinasti Song yang memikat hingga AI yang responsif dan sistem kehidupan yang kaya, game ini berusaha menjadikan “open-world wuxia” bukan sekadar slogan, tetapi pengalaman yang begitu hidup dan imersif.

Daftarlah sekarang untuk mendapatkan hadiah eksklusif dalam game, update perkembangan terbaru, dan bergabung dengan komunitas petualang internasional sebelum peluncuran resminya. Dunia Sword of Justice telah menanti, jalani kisahmu sendiri di dunia bela diri yang terus berkembang ini.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id











Discussion about this post