gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Preview Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties – Remake dengan Ekstra Konten Original Jempolan!

Fadhil by Fadhil
January 16, 2026
in Konsol, Nintendo Switch 2, PC, PlayStation 4, PlayStation 5, Review, Xbox Series S, Xbox Series X
0
Simak impresi awal kami untuk Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties yang dikemas sebagai remake solid sekaligus bersinar di konten originalnya

Simak impresi awal kami untuk Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties yang dikemas sebagai remake solid sekaligus bersinar di konten originalnya

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Melalui sesi hands-on terbaru, kami berkesempatan mencoba lebih dalam Yakuza Kiwami 3 dan cerita perspektif baru dari Yakuza 3 Gaiden: Dark Ties, yang sebelumnya juga sempat kami preview di Tokyo Game Show 2025. Kali ini, pengalaman yang kami dapatkan terasa jauh lebih menyeluruh. Bukan sekadar mencicipi singkat, hands-on ini memberi gambaran lebih utuh soal kualitas presentasi, struktur gameplay, hingga sejauh mana kedua game ini terasa siap menuju rilis. Dari sini, semakin terlihat jelas bahwa pendekatan yang diambil RGG Studio bukan hanya soal memoles ulang konten lama, tetapi membangun dua pengalaman berbeda dengan identitas masing-masing. 

Visual yang Matang, dengan Catatan Kecil

Dari sisi visual, build yang kami mainkan menunjukkan kualitas yang sudah mendekati final. Detail tekstur lingkungan terlihat konsisten, baik di siang maupun malam hari, dengan transisi antara gameplay dan cutscene yang terasa mulus tanpa kesan janggal. Ekspresi karakter memang masih terasa familiar seperti seri Yakuza lainnya, tetapi peningkatan visual kali ini memberi detail yang lebih kuat dan mampu membawa bobot emosional yang lebih terasa di beberapa momen cerita.

Area terbuka mendapat pencahayaan yang solid. Kamurocho tampil hidup dan padat tanpa kehilangan kejelasan visual saat eksplorasi, sementara Okinawa terasa lebih segar dengan nuansa area pesisir yang cerah dan cantik. Namun, di beberapa area outdoor yang tertutup seperti Public Market, minimnya sumber cahaya langsung membuat tampilan lingkungan terasa sedikit datar dibandingkan area lain. Jika dibandingkan dengan malam hari, di mana kontras antara gelap dan cahaya kehidupan malam Kamurocho terlihat sangat memukau, bagian ini terasa paling membutuhkan sentuhan polish tambahan agar kualitas visualnya lebih merata.

Perbedaan Gameplay Kiryu dan Mine Semakin Terasa

Perbedaan gaya bertarung antara Kiryu dan Mine langsung terasa jelas dari sesi hands-on ini. Kiryu tetap mengandalkan kekuatan dan impact khas Dragon of Dojima, dengan serangan yang berat dan solid. Gaya bertarungnya memberi kesan petarung yang siap menerima serangan demi membuka peluang membalas dengan damage besar. Namun, dengan tambahan Ryukyu Style yang terinspirasi dari Okinawa, Kiryu juga kini punya opsi gaya bertarung yang lebih lincah dan fleksibel.

Yoshitaka Mine, di sisi lain, menawarkan pendekatan yang jauh lebih cepat, presisi, stylish, dan penuh variasi. Ritme pertarungannya mendorong pemain untuk terus bergerak aktif, memanfaatkan dodge, kombo cepat, serta perpindahan target secara agresif. Seperti yang sempat kami bahas di preview sebelumnya, mekanik kunci Mine adalah Dark Awakening, di mana setiap serangan akan mengisi meter “Shackled Hearts”. Setelah terisi penuh, Mine bisa masuk ke state khusus yang meningkatkan damage dan membuka move baru, membuat gameplay-nya terasa semakin dinamis, lebih mengalir, dan bahkan bisa dibilang jauh lebih brutal jika dibandingkan dengan gaya bertarung Mine di kondisi normal.

Yoshitaka Mine, di sisi lain, jelas tidak bisa dimainkan dengan pendekatan yang sama seperti Kiryu. Kesalahan kecil terasa lebih menghukum, baik dari AI musuh yang lebih responsif maupun dari gaya bertarung Mine sendiri yang tidak dirancang untuk menahan banyak serangan.

Jika Kiryu terasa seperti petarung yang mengandalkan ketahanan dan kekuatan mentah, Mine lebih mencerminkan karakter yang kalkulatif dan agresif dalam membaca celah lawan yang mencerminkan kepribadianya. Buat kalian yang suka bereksperimen dengan gameplay brawler yang lebih teknis, combat dari kedua karakter ini terasa cukup kontras dan sama-sama memuaskan.

Dark Ties dan Pendekatan Cerita yang Lebih Intens

Dark Ties terasa dirancang sebagai pengalaman yang bisa berdiri sendiri. Dari potongan cerita yang ditampilkan, tone yang dibawa jauh lebih serius dan intens, dengan fokus pada perjalanan Mine serta posisinya di tengah konflik dunia yakuza. Pendekatan ini membuat Dark Ties terasa lebih personal, sekaligus memberi konteks baru terhadap peristiwa yang sudah dikenal oleh penggemar lama.

Dari sini pemain akan lebih banyak berkutat dengan aktivitas khas dunia yakuza, bahkan lebih dalam dibandingkan cerita Kiryu. Salah satu contoh yang ditampilkan adalah upaya memperbaiki reputasi Kanda, yang dikenal buruk karena caranya memanjat hierarki yakuza dengan metode yang membuatnya dibenci banyak orang. Apa yang membuatnya semakin menghibur adalah dinamika antara Mine dan Kanda. Interaksi mereka sering kali terasa lucu, dengan sikap Mine yang tenang dan penuh perhitungan bertabrakan langsung dengan reputasi serta perilaku Kanda yang berani dan nyeleneh. Elemen-elemen seperti ini membuat perjalanan Mine terasa berbeda, dan memberi sudut pandang yang lebih kompleks dari karakter yang sebelumnya dikenal sebagai antagonis.

Dengan sudut pandang ini, Dark Ties bukan sekadar cerita tambahan, melainkan cara lain untuk memahami dinamika Yakuza 3 dari sisi yang sebelumnya tidak pernah benar-benar dieksplorasi.

Minigame, Mode Tambahan, dan Konten Sampingan

Dari sisi konten, hands-on ini sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda pengurangan skala. Minigame tetap hadir dalam jumlah besar, dengan tingkat keabsurdan khas Yakuza yang justru menjadi daya tarik utamanya. Ada aktivitas seperti memasak dan berkebun, memberi ruang bagi pemain yang ingin menikmati sisi lebih santai dari game ini. Bahkan, di Yakuza Kiwami 3, sebagai Kiryu kalian bisa membantu anak asuh dengan banyak mini-game baru, seperti mengerjakan PR, menjahit pakaian, atau berburu serangga bersama, game ini menghadirkan kontras ala “dad simulator” yang surprisingly hangat di tengah narasi utama yang cenderung serius.

Kehadiran Game Gear yang bisa dimainkan dalam mode satu maupun dua pemain terasa seperti bonus yang menyenangkan, sebuah konsol game di dalam game yang menambah nilai unik tanpa terasa berlebihan. Pilihan judulnya pun bukan sekadar tempelan, mulai dari Pac-Man, Sonic, Galaga, hingga Puyo Puyo, semuanya bisa benar-benar dimainkan dan memperkuat kesan nostalgia yang pas dengan atmosfer Yakuza.

Selain itu, tersedia juga mode permainan yang lebih berfokus pada combat. Untuk Yakuza Kiwami 3, ada mode Rumble, di mana kalian mengelola geng motor dan terlibat dalam perang wilayah melawan geng lain. Kalian bisa mengatur komposisi skuad, upgrade mereka, menentukan peran tiap anggota, meningkatkan perlengkapan demi stat tambahan, hingga mengubah penampilan mereka agar terlihat kocak atau badass, semua kembali ke selera pemain.

Mode ini juga dilengkapi cutscene sebelum perang geng dimulai, membuat konflik terasa seperti bagian dari perang besar antar faksi. Gameplay-nya sendiri mengingatkan pada Musou, di mana kalian merebut area dengan mengalahkan pemimpin skuad musuh sambil mempertahankan wilayah sendiri dari puluhan hingga ratusan lawan. Kalian bisa berpindah area menggunakan motor untuk membantu tekanan dari berbagai sisi. Setelah pemimpin musuh dikalahkan, akan ada pertarungan final melawan boss utama geng lawan.

Musuh tentu tidak bermain fair, tetapi kalian juga dibekali berbagai cara absurd untuk mengimbanginya, mulai dari rocket launcher, meriam, hingga menggunakan hewan seperti ayam, babi, dan banteng sebagai senjata. Terdengar tidak masuk akal, tapi justru itulah Yakuza. Selain sekedar upgrade dan berprogress sederhana, mode ini juga punya elemen cerita dan sistem meeting untuk memotivasi anggota geng, menambah rasa progress dan flavor pemimpin geng tersendiri.

Sementara itu, Survival Hell Battle di Dark Ties menawarkan gameplay berbasis stage seperti sistem tower yang mungkin familiar. Setiap stage terdiri dari beberapa fase, dengan tingkat kesulitan yang terus meningkat. Untuk membuka stage berikutnya, pemain harus mengalahkan Master Keeper setelah menyelesaikan fase-fase sebelumnya dalam satu stage tersebut, dan gemplay ini akan terus diulangi dengan tantangan yang semakin meningkat. Ini bukan mode game yang mudah diselesaikan dalam satu kali jalan, kalian bisa mundur untuk memperkuat diri sebelum mencoba kembali kalau dirasa sulit. Ada bantuan berupa Mercenaries yang bisa kalian buka, tetapi pada akhirnya, Mine-lah yang harus bertahan hidup mengandalkan skill dan penguasaan combat.

Dan tentu saja, rasanya tidak lengkap membicarakan Yakuza tanpa karaoke. Yakuza Gaiden: Dark Ties memungkinkan pemain naik ke panggung sebagai Mine, lengkap dengan deretan lagu baru yang memberikan keseruan tak terduga diatas kisahnya yang intens.

Impresi Sejauh Ini

Secara keseluruhan, build yang kami lihat menunjukkan kondisi yang solid dan nyaris siap rilis. Masih ada ruang untuk penyempurnaan kecil, terutama pada pencahayaan di beberapa area tertutup, tetapi dari sisi gameplay, visual, dan struktur konten, keduanya sudah memiliki identitas yang jelas dengan konten yang sangat melimpah.

Yakuza Kiwami 3 menawarkan pengalaman remake yang matang, sementara Dark Ties hadir sebagai pengalaman paralel dengan pendekatan yang lebih serius, agresif dan membawa perspektif baru ke cerita Yakuza 3. Kombinasi keduanya membuat proyek ini terasa tidak hanya  sekadar nostalgia, melainkan perluasan dunia Yakuza yang dirancang dengan arah yang jelas.

Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties akan rilis pada 11 Februari 2026 untuk PC, Xbox Series, PS4, PS5, dan Nintendo Switch 2

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id
Tags: Nintendo Switch 2PCPreviewPS4PS5RGG StudioSEGAXbox SeriesYakuza Kiwami 3 & Dark Ties
ShareTweetShare
Previous Post

Pemeran Thor di God of War Ragnarok Dipilih Jadi Kratos di Live-Action God of War!

Next Post

Publisher Indie: “Game Gratis di Epic Justru Dorong Penjualan di Steam”

Related Posts

Call of Duty: Modern Warfare 4 bakal menggelar open beta pertamanya mulai Agustus mendatang. Open beta gratis.
Berita

Gratis, Open Beta Call of Duty: Modern Warfare 4 Dimulai Agustus

July 21, 2026
KLab telah menyiapkan selebrasi besar untuk anniversary ke-11 Bleach: Brave Souls yang siap berlangsung sebentar lagi
Android

Bleach: Brave Souls Bagi Detail Lengkap dan Ragam Kejutan Baru untuk Anniversary ke-11!

July 21, 2026
Unity Technologies resmi mengumumkan Unity 7, game engine generasi terbaru yang dijadwalkan meluncur pada kuartal pertama 2027.
Berita

Unity 7 Resmi Diumumkan, Rilis Awal 2027 dan Banyak Fitur AI

July 21, 2026
The Blood of Dawnwalker, RPG bertema vampir, dipastikan akan dirilis dalam bentuk disc yang berisi keseluruhan.
Berita

The Blood of Dawnwalker Dipastikan Punya Full Data di Disc, Tanpa Denuvo

July 21, 2026
Capcom mengumumkan perubahan besar untuk Monster Hunter Wilds yang bakal mempermudah pemain karena lebih murah.
Berita

Harga Game Monster Hunter Wilds Akan Turun Permanen

July 17, 2026
PlayStation kembali memamerkan Marvel's Wolverine lewat trailer sinematik keren dan penuh aksi berjudul 'Ain't No Hero'
Berita

Marvel’s Wolverine Pamer Trailer Sinematik Baru yang Penuh Aksi Badass

July 17, 2026
Next Post
Dave Oshry, CEO New Blood Interactive, bikin perbincangan setelah membagikan pandangannya soal Epic Games Store dan Steam.

Publisher Indie: "Game Gratis di Epic Justru Dorong Penjualan di Steam"

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Snowbreak Kembali Vakum Tanpa Kabar Soal Update Baru dan Perayaan Anniversary

Snowbreak Kembali Vakum Tanpa Kabar Soal Update Baru dan Perayaan Anniversary

by Fadhil
July 17, 2026
0

Snowbreak masih dirundungi banyak masalah sejak berakhirnya fase maintenance panjang yang membuat banyak fans khawatir soal masa depannya.

Neverness to Everness (NTE) terus mencatat performa yang luar biasa sejak dirilis pada 29 April lalu. Dapat 3 triliun Rupiah.

NTE Raup Pendapatan Lebih dari 3,3 Triliun Rupiah Hanya dalam Dua Bulan

by Taufik
July 17, 2026
0

Neverness to Everness (NTE) terus mencatat performa yang luar biasa sejak dirilis pada 29 April lalu. Setelah berhasil membukukan pendapatan...

BlackJack Studio resmi mengumumkan Langrisser: Sea of Sword untuk platform Android, iOS, PC, dan platform lain yang belum dikonfirmasi

Langrisser: Sea of Sword Diumumkan Sebagai Game Gacha RPG Baru untuk Franchisenya

by Fadhil
July 16, 2026
0

BlackJack Studio resmi mengumumkan Langrisser: Sea of Sword untuk platform Android, iOS, PC, dan platform lain yang belum dikonfirmasi.

Di artikel ini, kamu bakal nemuin panduan tier list Ragnarok The New World paling update dan terbaik untuk menjadi guide kamu.

Ragnarok The New World Tier List – Pilih Class Terbaik

by Taufik
July 16, 2026
0

Lagi cari tier list Ragnarok The New World terbaru buat tahu class paling kuat dan meta saat ini? Di artikel...

Developer Arknights Endfield menyampaikan permintaan maaf kepada komunitas pemain di Korea Selatan melalui Naver Lounge resmi.

Arknights Endfield Minta Maaf ke Pemain Korea Karena Animasi Gestur “Cubit”

by Taufik
July 16, 2026
0

Developer Arknights Endfield menyampaikan permintaan maaf kepada komunitas pemain di Korea Selatan melalui Naver resmi. Permintaan maaf ini muncul setelah...

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd