Memasuki hampir sembilan bulan sejak rilisnya Death Stranding 2: On The Beach di PlayStation 5, Kojima Productions telah bekerja sama dengan Nixxes Software untuk ikut membawa gamenya ke platform PC. Kami sudah berkesempatan untuk hands-on gamenya langsung, dan review ini ditujukan terutama bagi pemain yang melewatkan rilis PS5 dan ingin tahu apakah versi PC layak untuk dimainkan.
Apakah port-nya berkualitas? Apakah pengalaman bermainnya sepadan dengan waktu tunggu? Semua itu akan dibahas di sini. Selain itu, bagi pemain yang sudah menamatkan versi PS5 dan penasaran apakah ada cukup konten baru untuk replay, jawabannya juga akan ditemukan. Fokus utama review ini lebih mengarah ke performa teknis, konten baru, dan opsi kontrol. Pembahasan gameplay dasar tidak akan terlalu mendalam karena sudah dibahas sebelumnya.
Gambaran Cerita

Setelah peristiwa Death Stranding, dunia mulai menemukan ketenangan yang rapuh. Namun, batas antara dunia orang hidup dan mati masih belum stabil. Sam Porter Bridges kembali berpetualang, kali ini dalam perjalanan lintas negara yang lebih kompleks: membawa harapan koneksi keluar dari Amerika dan menjangkau dunia yang lebih luas.
Cerita berlangsung sebelas bulan setelah game pertama. Sam kini tidak lagi sendirian. Bersama Fragile, dia bergabung dengan organisasi baru bernama Drawbridge serta bekerja sama dengan karakter-karakter baru untuk membangun jaringan koneksi global. Namun, kedamaian itu tidak bertahan lama. Higgs kembali muncul, menghancurkan ketenangan dan mengguncang keyakinan Sam tentang arti koneksi itu sendiri.
Sementara itu di sisi lain, Lou yang kini tumbuh menjadi anak kecil yang aktif menjadi pusat cerita. Nasibnya menjadi salah satu pendorong utama narasi, sambil mengungkap misteri lebih dalam tentang Beach. Dibandingkan game pertama, Death Stranding 2 terasa lebih percaya diri dalam penyampaian cerita. Alurnya lebih mudah diikuti, dan integrasi antara cerita dan gameplay terasa lebih menyatu.
PC vs PS5: Apa yang Baru?

Versi PC bukan sekedar port biasa. Kali ini gamenya hadir dengan sejumlah konten baru yang signifikan, beberapa di antaranya juga tersedia di PS5 melalui update. Tambahan terbesar adalah mode To The Wilder, tingkat kesulitan baru yang membuat traversal dan pengantaran jauh lebih menantang. Perencanaan rute, manajemen cuaca, dan pengelolaan sumber daya menjadi jauh lebih krusial. Mode ini sangat menarik bagi pemain yang ingin tantangan ekstra.
Selain itu, cutscene live-action yang sebelumnya dipotong kini dikembalikan. Adegan-adegan ini membantu mengisi celah cerita dan memberi kedalaman tambahan bagi narasi. Dari sisi kosmetik, pemain yang menghubungkan akun PlayStation ke versi PC akan mendapatkan kostum delivery eksklusif dan aksesoris tambahan.
Performa dan Visual PC

Berikut ini adalah spesifikasi pengujian kami:
- CPU: Intel Core i9-13900HX
- GPU: NVIDIA RTX 4080 Laptop
- RAM: 32GB
- Resolusi: 2560 × 1440
Versi PC menghapus batasan 60fps dari PS5, memberikan fleksibilitas lebih pada hardware high-end. Secara keseluruhan, performa sangat stabil tanpa stutter, drop frame signifikan, atau crash selama pengujian.
- Very High: 50–60 fps stabil
- High: 60 fps+ konsisten
- Medium: ~70 fps
Untuk kualitas visual maksimal, Very High tetap solid. Namun, preset High adalah sweet spot terbaik antara performa dan visual. Game ini mendukung DLSS dan PICO. DLSS menjadi pilihan terbaik untuk pengguna GPU NVIDIA karena memberikan peningkatan performa tanpa mengorbankan kualitas gambar secara signifikan.
Selebihnya Dukungan rasio 21:9 dan 32:9 hadir dengan sangat baik, termasuk cutscene tanpa black bar. Field of view yang lebih luas memberikan nuansa sinematik yang sangat cocok dengan gaya penyutradaraan Kojima. Bagi pengguna monitor ultrawide, ini adalah cara terbaik memainkan game ini.
Kontrol

Kontrol keyboard dan mouse terasa jauh lebih baik dari ekspektasi. Keybinding default intuitif dan dapat disesuaikan sepenuhnya. Dalam combat, kontrol ini benar-benar unggul. Aim, shooting, dan lempar granat terasa lebih presisi dibandingkan controller. Bahkan mekanik kompleks seperti menjaga keseimbangan kargo tetap terasa natural.
Untuk pemain yang terbiasa dengan PS5, pengalaman DualSense di PC tetap luar biasa. Adaptive trigger dan haptic feedback diimplementasikan dengan sangat baik. Sensasi berjalan di pasir, getaran saat BT mendekat, hingga efek getaran semuanya terasa identik dengan versi PS5. Tidak ada kesan “downgrade” sama sekali.
Kesimpulan

Death Stranding 2: On The Beach versi PC adalah port yang solid dan dieksekusi dengan sangat baik. Nixxes Software kembali menunjukkan kualitasnya: performa stabil, visual tajam, kontrol optimal, dan dukungan ultrawide yang meningkatkan imersi secara signifikan. Baik bagi pemain baru maupun veteran dari PS5, versi PC ini memberikan pengalaman yang sangat layak untuk dimainkan, di mana kami bahkan bisa mengakuinya sebagai versi definitif dari game ini.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id
The Review
Death Stranding 2: On The Beach - PC Version
PROS
- Kualitas port yang sangat solid tanpa masalah performa dan teknis sejenisnya
- Dukungan ultrawide sempurna yang juga diadaptasi penuh dengan cutscene
- Implementasi kontrol gameplay dengan keyboard dan mouse yang pas
- Dukungan DualSense penuh yang tidak berbeda dari versi PS5
- Versi dengan konten paling komplit termasuk adanya mode To The Wilder
- Tidak adanya batasan frame untuk pengalaman gameplay paling mulus












Discussion about this post