Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa ada begitu banyak gamer yang doyan memainkan game-game RPG, terutama untuk PC dan konsol yang memang menawarkan pengalaman bermain yang sangat imersif. Namun, terkadang tidak semuanya berhasil memuaskan hasrat para gamer. THQ Nordic bersama Piranha Bytes baru-baru ini telah resmi merilis Elex II.
Menawarkan dunia open-world yang lebih masif dengan latar belakang sci-fi sebagai basis utamanya, Elex II digadang-gadang menawarkan pengalaman bermain game RPG yang lebih baik dari seri pertamanya. Apakah benar akan seperti itu? Kebetulan kami mendapatkan untuk review game tersebut. Mari simak!
Presentasi RPG yang Sebenarnya Bagus
Kamu akan berperan sebagai karakter bernama Jax, pasukan yang terlihat biasa saja namun ingin menyelamatkan dunia namun sayangnya tidak ada yang mengenal dan mempercayai dia. Ia mendapatkan infeksi dari gigitan alien dan memiliki kekuatan khusus. Tujuan utamanya untuk menyatukan semua faksi dan mengusir alien jahat tersebut dari buminya.
Objektif utama pemain adalah untuk “menaklukan” semua pemimpin berbagai faksi yang ada. Menaklukan disini bukan berantem, tapi mengambil hatinya untuk percaya kepada karaktermu. Jadi, kamu bakal menghabiskan banyak waktu untuk menyanggupi berbagai permintaan mereka.

Saya sendiri cukup menyukai game-game yang memberikanmu kebebasan untuk menjelajahi dunia dan kebebasan untuk menyelesaikan sebuah misi. Contohnya misalnya ada salah satu faksi- Berserkers, mereka tidak akan membiarkanmu masuk ke kotanya dengan alasan apapun. Jadi kamu harus mencari cara apapun untuk bisa menyelinap kesana. Bisa menggunakan jetpack dan terbang, atau diam-diam masuk lewat tempat tersembunyi.
Ada berbagai sentuhan menarik digamenya, misalnya ada NPC yang bisa marah ke karaktermu karana mengajak bicara ketika mereka sedang ngobrol dengan orang lain. Hal tersebut bisa menghancurkan hubunganmu dengannya, menurut saya hal tersebut cukup menarik.


Berbicara mengenai NPC dan doalognya. Game ini memiliki presentasi yang mirip yang dengan Mass Effect. Saya sendiri tidak selalu menyukainya karena arah orang berbicara ketika sebuah dialog muncul maka kamera akan langsung bergerak ke karakter tersebut, terkadang pergerakan kameranya membuat pusing karena terlalu cepat dan aneh bahkan terkesan membosankan.
Mekanisme Gameplay yang Ditawarkan
Jika presentasinya menurut saya sudah lumayan bagus. Namun sayangnya untuk gameplaynya sendiri kurang memuaskan bahkan terkesan sangat buruk untuk sebuah game RPG.
Jika dilihat dari trailer dan deskripsi gamenya sendiri, ELEX II memiliki gameplay dengan tingkat kesulitan yang tinggi layaknya Dark Souls. Namun, sulit jika tanpa keseruan dalam bertarung tentu saja sangat percuma dan malah bikin sekedar frustasi.
Gamenya sendiri memiliki mekanisme yang cukup menyulitkan dan menyebalkan. Kamu memiliki sebuah “bar stamina” yang akan berkurang seiring kamu menghempaskan serangan layaknya game souls-like. Namun, hampir setiap musuh yang kamu lawan membutuhkan semua stamina yang dimiliki untuk bisa mengalahkannya. Artinya, segala jenis pertarungan sangat berat dan malah terkesan bikin cape tanpa keseruan.

ELEX II sepertinya ingin memiliki mekanisme game yang sulit seperti seri Dark Souls namun gagal dalam menirunya. Kamu memiliki serangan besar dengan senjata dan juga serangan ringan dengan tendangan kaki. serangan biasa menggunakan senjata terasa sangat lambat dan serangan ringan benar-benar tak berasa ke lawan. Kamu bisa melakukan “Charge Heave AttacK” namun animasinya terlalu panjang, tidak enak diliat dan tak bisa menikmatinya.
Selain itu, presentasi dunia open-world yang ditawarkan juga terbilang tidak bagus, khususnya pada skala level pemain. Ketika baru mulai main, saya sering banget nemu lawan yang diatas level yang tentunya tidak mungkin untuk dikalahkan karena musuh yang selevel saja menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk bisa mengalahkannya.

Para pemain bisa memperkuat dirinya dengan berbagai equip. Namun, kebanyakan equip yang kamu temukan di tempat baru selalu membutuhkan level atau stats yang lebih tinggi. Bahkan saya ketika awal pemain telah menemukan beberapa senjata dan hampir semuanya tidak bisa langsung dipakai karena kurangnya persyaratan level atau stats.
Visual yang Terlalu Generik
Kami tidak akan mengatakan kualitas visual sekedar bagus. Karena memang zaman sekarang sudah banyak game yang menawarkan kualtias grafis fantastis. Namun untuk ELEX II, kualitas visualnya benar-benar parah dan tanpa arah yang jelas. Kamu akan melihat banyak asset visual seperti NPC dan objek yang terlihat sangat generik dan tidak unik.

Bahkan si Jax sang protagonis terlihat biasa aja tanpa bentuk fisik yang istimewa. Bahkan berbagai alien atau monster mutant yang ada disekitar dunianya juga tak terlalu menarik, kebanyakan dari mereka cuma bermodal suara teriak saja. Ngeselinnya lagi, pada PS5 terdapat masalah performa, terkadang terdapat screen tearing yang cukup menganggu.
Kesimpulan
Saya tidak bilang kalau setiap game harus memiliki mekanisme gameplay atau presentasi yang sempurna. Namun, ELEX II harus menyadari bahwa gamenya benar-benar buruk untuk sebagian besar porsi yang mereka tawarkan dan malah terkesan game yang “sekedar jadi” saja.
Presentasi open-world yang tidak terlalu istimewa, hingga mekanisme bertarung yang benar-benar membuat frustasi tanpa keseruan. Ada berbagai hal untuk mengerjakan sesuatu yang sebenarnya bisa dibuat simpel namun jadi terlihat rumit. Bahkan mereka menambahkan fitur baru Jetpack yang sebenarnya tak terlalu berguna dibanding mereka harus memoles gamenya menjadi lebih baik.
Menurut saya setidaknya daripada menambahkan berbagai fitur yang, sebaiknya sang developer bisa memoles gamenya menjadi lebih baik lagi dengan membuat solid konten mereka untuk mekanisme bertarung atau dunia open-world yang lebih variatif.
Elex II sendiri resmi dirilis untuk PlayStation 4, PlayStation 5, Xbox One, Xbox Series X/S, dan juga PC
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id
The Review
Elex II
PROS
- Sistem quest dan interaksi yang cukup bagus
CONS
- Mekanisme bertarung yang membosankan
- Kualitas visual yang terlihat generik












Discussion about this post