gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Review Farming Simulator 26 – Lebih Kasual dengan Progression Adiktif, Meski dengan Ragam Kekurangan Juga!

Fadhil by Fadhil
June 4, 2026 - Updated on June 5, 2026
in Android, iOS, Konsol, Mobile Games, Nintendo Switch 2
0
Simak review terbaru kami untuk Farming Simulator 26 yang kali ini lebih dimaksimalkan untuk sisi aksesibilitas

Simak review terbaru kami untuk Farming Simulator 26 yang kali ini lebih dimaksimalkan untuk sisi aksesibilitas

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Bertani, beternak, sampai membangun bisnis kehutanan tetap menjadi fantasi banyak gamer yang menginginkan kehidupan santai dan dekat dengan alam. Dan Farming Simulator kembali membawa suasana santai tersebut ke Handphone dan juga console portable Nintendo Switch dengan Farming Simulator 26. 

Kami sudah sempat memainkannya di console Switch 2, apakah Farming Simulator 26 memberikan pengalaman simulasi seru? Atau gamenya masih terlalu fokus ke penyederhanaan? Yuk kita bahas.

Gameplay yang Lebih Kasual

Layaknya seperti judul Farming Simulator yang memang ditargetkan untuk portabilitas, Farming Simulator 26 seperti pendahulunya Farming Simulator 23, memiliki desain gameplay yang lebih casual. Mulai dari UI yang didesain mengutamakan Touchscreen, hingga gameplay loop yang lebih disederhanakan.

Karena UI game ini jelas dirancang untuk layar sentuh, navigasinya dengan controller terasa sangat kaku dan tidak intuitif, bahkan seringkali membutuhkan kombinasi banyak tombol hanya untuk menangani tugas-tugas dasar yang tentu sangat diperlukan saat bermain secara docked. Nilai plus adalah game ini menyediakan petunjuk visual tombol di layar secara konsisten, jadi kita tidak perlu menghafal kombinasi rumit tersebut. Dan untuk mode handheld tentu sangat mudah karena tinggal disentuh saja.

Gameplay-nya sendiri sangat condong ke gaya mobile yang serba cepat dan instan, seperti adanya fitur menggunakan pekerja AI langsung dengan satu tombol dan fitur pindah kendaraan instan bahkan ke kendaraan sewa yang tentu memudahkan segalanya. Seeder dan fertilizer juga tinggal kalian gunakan saja tanpa harus micromanage yang membuat gameplay lebih nyaman untuk pemain casual. Gamenya juga menyediakan Creative Mode yang cukup seru kalau kalian ingin langsung mengakses seluruh konten dan mencoba berbagai mesin tanpa harus memikirkan progres. 

Aksesibilitas

Dari sisi accessibility, opsi yang tersedia masih cukup terbatas. Game ini menyediakan mode Colorblind serta pilihan Accelerometer Steering yang cukup menyenangkan digunakan terutama saat bermain secara handheld. Fitur motion steering ini memang bukan sesuatu yang wajib, tetapi menjadi tambahan yang cukup menarik bagi pemain yang menginginkan pengalaman mengemudi yang lebih interaktif.

Selain itu tersedia juga opsi untuk mematikan Traffic AI. Namun selama kami bermain, keberadaan lalu lintas ini nyaris tidak memberikan pengaruh berarti terhadap gameplay sehingga fitur tersebut terasa lebih seperti elemen kosmetik dibanding sesuatu yang benar-benar mengubah pengalaman bermain, dan kadang malah mengganggu.

Variasi Konten dan Gameplay Inti

Dari sisi variasi konten, Farming Simulator 26 menyediakan dua map utama dengan karakter yang cukup berbeda satu sama lain. Harbuck terasa lebih berfokus pada aktivitas pertanian tradisional dengan lahan yang lebih terbuka, sementara Dawnbridge lebih menonjolkan sisi industri dan pengolahan barang yang menjadi salah satu fitur baru utama di seri ini. Perbedaan fokus tersebut cukup membantu memberikan variasi dalam cara bermain dan tujuan progresi yang ingin dikejar pemain. 

Untungnya aktivitas inti Farming Simulator tetap berhasil mempertahankan daya tarik utamanya. Mengendarai berbagai kendaraan pertanian masih terasa menyenangkan dan proses menanam hingga memanen tanaman tetap memberikan rasa kepuasan yang kuat saat hasil kerja keras mulai terlihat. Aktivitas peternakan sendiri masih tergolong sederhana, di mana pemain cukup memberi makan hewan, mengumpulkan hasil produksinya, lalu menjualnya jika diperlukan.

Aktivitas Forestry juga menjadi alternatif yang menarik untuk mencari keuntungan. Menebang pohon, mengangkut log, hingga mengolahnya menjadi produk bernilai lebih tinggi terasa cukup memuaskan. Namun seperti aktivitas lainnya, kalian tetap membutuhkan investasi kendaraan dan peralatan yang tidak sedikit sebelum bisa benar-benar fokus membangun bisnis kehutanan. Jadi tidak bisa langsung berubah profesi. 

Meski dipromosikan sebagai pengalaman santai, skala aktivitas yang harus dikelola membuat kami lebih sering berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain tanpa henti. Farming Simulator 26 tetap nyaman dimainkan, tetapi lebih terasa seperti mengelola banyak operasional sekaligus dibanding menikmati kehidupan petani yang benar-benar rileks. 

Kehadiran AI Worker menjadi salah satu fitur yang paling membantu dalam memangkas micromanagement. Dalam sebagian besar situasi mereka bekerja dengan cukup andal dan mampu menghemat banyak waktu, terutama saat mengelola lahan yang mulai berkembang. Sayangnya AI ini masih memiliki beberapa keputusan yang kurang efisien. Mereka terkadang lebih memilih mengerjakan bagian kecil lahan yang terlewat dibanding langsung menangani area yang lebih besar, yang sesekali mengganggu alur pekerjaan terutama yang sensitif waktu.

Sistem Progression yang Ditawarkan

Secara progression, pergeseran ke arah pacing yang kasual ini sangat berdampak pada sistem ekonomi dan progresi permainan yang terasa bertolak belakang dengan desain itu sendiri. Fase awal permainan terasa sangat lambat, modal awal yang diberikan sangat mepet, bahkan uangnya hanya cukup untuk membeli maksimal satu kendaraan saja atau beberapa mesin tambahan.

Jadi kalian tidak bisa langsung berpindah dari industri Pertanian dan Peternakan ke Forestry bila di inginkan, kalian harus progress sedikit agar bisa membeli mesin yang dibutuhkan. Untuk menyiasatinya, kita harus sangat bergantung pada contract works. Untungnya, pekerjaan kontrak ini menyediakan opsi lease, sehingga kita bisa menyewa peralatan yang dibutuhkan dengan biaya kecil tanpa harus membelinya langsung.

Sayangnya, batas waktu untuk kontrak-kontrak ini sering kali tidak seimbang dengan beban kerja yang diberikan, memaksa kita untuk pintar-pintar memilih pekerjaan sambil menunggu hasil ladang sendiri. Untuk membantu mendongkrak grind yang lambat ini, game menyediakan sistem Challenge baru yang memberikan uang ekstra mingguan, serta tantangan khusus dengan batas waktu hari di dunia nyata untuk mendapatkan hadiah uang bonus. Yang tentu filosofi ini cocok untuk sebuah game mobile, tapi kami rasa kurang cocok untuk game console seperti di Switch.

Kembali ke membahas tentang waktu, game ini menyediakan fitur Timescale yang bisa diganti, mulai dari Real Time yang mengikuti waktu dunia nyata hingga 90x yang tentu sangat membantu dalam mempercepat cycle panen kita.

Sayangnya sistem ini bertabrakan dengan Contract Works karena batas waktunya ikut berjalan lebih cepat. Jika Timescale diperlambat, kontrak menjadi lebih mudah diselesaikan tetapi progres pertanian dan peternakan terasa lambat. Sebaliknya, Timescale yang tinggi mempercepat pertumbuhan tetapi membuat banyak kontrak sulit diselesaikan sebelum waktunya habis. Akibatnya kedua sistem ini terasa kurang sinkron dan memaksa pemain memilih fokus pada salah satunya. 

Selainnya di luar itu, Farming Simulator 26 menghadirkan sistem Advanced Goods yang memungkinkan hasil produksi diolah menjadi barang bernilai lebih tinggi, seperti susu menjadi keju atau log menjadi plank dan furniture. Ini membuat kebutuhan Transportasi dan Logistik bertambah dan disupport oleh kehadiran kendaraan jenis tersebut yang membantu proses advance goods ini. Yang menurut kami menambah variasi baru yang lebih berarti untuk Farming Simulator versi portable ini. 

Visual, Audio, dan Performa di Switch

Sayangnya, presentasi teknis di Switch tidak sebanding dengan kompromi desain mobile first ini. Sebagai perbandingan, buat kami Farming Simulator 23 yang juga dibangun untuk portabilitas, justru terlihat lebih bagus dan lebih realistis dengan texture dan pewarnaan yang lebih menggambarkan sebuah game simulator.

Seri baru ini malah memilih gaya visual yang sangat disederhanakan dan terkesan flat, membuat game ini terlihat kurang mengesankan, baik saat dimainkan dalam mode handheld maupun docked. Grafis di sekitarnya dipenuhi dengan efek shimmering dan pinggiran objek yang kasar seperti tidak ada anti-aliasing, tanpa adanya peningkatan visual yang berarti.

Jika visualnya terasa disederhanakan, kualitas audio juga tidak banyak membantu meningkatkan imersi. Suara kendaraan dan berbagai alat kerja terdengar cukup fungsional, tetapi kurang memiliki karakter dan bobot yang membuat mesin-mesin besar ini terasa benar-benar bertenaga saat digunakan.

Akibatnya, meskipun aktivitas bertani dan mengoperasikan alat berat masih terasa menyenangkan secara gameplay, pengalaman tersebut tidak pernah benar-benar memberikan sensasi simulator yang mendalam seperti yang diharapkan dari sebuah game Farming Simulator.

Dari sisi performa, game ini juga tidak mampu menyentuh angka 60 FPS, meskipun performanya masih terjaga secara konsisten di 30 FPS. Walaupun masih cukup lancar untuk dimainkan, kualitas visual seperti ini terasa sangat mengecewakan apalagi kalau kalian memainkannya di Switch 2 karena memang tidak ada versi Switch 2 untuk rilisan ini.

Kesimpulan

Farming Simulator 26 di Nintendo Switch adalah game yang jelas lebih diarahkan untuk pemain casual dan pengguna handheld dibanding penggemar simulasi yang menginginkan kompleksitas tinggi. Penyederhanaan gameplay membuatnya lebih mudah diakses, sementara sistem produksi barang baru memberikan tujuan progresi yang lebih menarik.

Sayangnya, progresi awal yang lambat, konflik antara Timescale dan Contract, kontrol controller yang kurang nyaman, serta kualitas visual yang justru terasa menurun dibanding Farming Simulator 23 membuat pengalaman bermainnya terasa tidak seimbang.

Bagi pemain yang hanya ingin menikmati Farming Simulator secara santai di perangkat portable, game ini masih cukup layak dimainkan. Namun bagi pemain lama yang mengharapkan simulasi yang lebih mendalam atau peningkatan berarti dari seri sebelumnya, Farming Simulator 26 terasa terlalu banyak berkompromi demi pendekatan mobile-first yang diusungnya.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id

The Review

Farming Simulator 26

7.5 Score

PROS

  • Gameplay lebih mudah diakses untuk pemain baru
  • Progress loop yang cocok untuk game portable
  • UI touchscreen nyaman saat handheld
  • AI workers sangat membantu mengurangi micromanagement
  • Sistem Advanced Goods menambah variasi progresi

CONS

  • Kontrol terasa kaku dan tidak intuitif saat navigasi menu tanpa touchscreen
  • Sistem Contract dan fitur Timescale saling bertabrakan
  • Visual terlihat lebih sederhana dan lebih kasar dibanding Farming Simulator 23
  • Audio kurang mendukung imersi simulator

Review Breakdown

  • 7.5 0
Tags: AndroidFarming Simulator 26iOSMobileNintendo Switch 2Review
ShareTweetShare
Previous Post

Wawancara Ace Combat 8 dengan Bandai Namco – Menjadi Lebih Realistis dan Dinamis Disaat yang Sama!

Next Post

Gaben Bantah Steam Monopoli, Sebut Gamer Punya Banyak Pilihan Tempat Beli Game

Related Posts

Setelah sekian lama Final Fantasy Tactics: The War of the Lions versi mobile akhirnya mendapatkan update besar dengan beragam perombakan
Android

Final Fantasy Tactics Versi Mobile Kini Dukung 60 FPS dan Gameplay Dengan Kontroler

October 20, 2026
Saros telah merilis update "Zenith" yang menambah beragam konten dengan fokus tantangan ekstra serta aksesibilitas untuk pendatang baru
Berita

Saros Rilis Update Besar yang Tambah New Game+ Hingga Mode Boss Rush

October 20, 2026
Simak review kami untuk Stupid Never Dies yang hadir sebagai game perdana solid dan penuh daya tarik dari GPTRACK50
Konsol

Review Stupid Never Dies – Roguelite Penuh Daya Tarik dengan Gameplay yang Tersandung!

Biaya RAM dan NAND storage PS6 saja kabarnya sudah lebih dari $680 per unit, atau sekitar Rp12,3 juta. Belum termasuk yang lain.
Berita

Biaya RAM dan Storage PS6 Doang Diklaim Tembus 12 Juta Rupiah

October 19, 2026
Digimon Alysion rencananya akan membuka akses pra-registrasi untuk menyambut persiapan rilisnya di platform mobile dalam waktu dekat ini
Android

Game Kartu ‘Digimon Alysion’ Akan Segera Buka Akses Pra-Registrasi Dalam Waktu Dekat!

October 16, 2026
Activision melalui wawancara dengan media The Game Business mengonfirmasi pengembangan subseri Call of Duty terbaru
Berita

Activision Konfirmasi Sedang Garap Subseri Call of Duty Terbaru

October 16, 2026
Next Post
Dalam perkembangan terbaru, bos Valve, Gabe Newell alias Gaben, akhirnya buka suara soal tuduhan bahwa Steam memonopoli pasar game PC.

Gaben Bantah Steam Monopoli, Sebut Gamer Punya Banyak Pilihan Tempat Beli Game

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Digimon Alysion rencananya akan membuka akses pra-registrasi untuk menyambut persiapan rilisnya di platform mobile dalam waktu dekat ini

Game Kartu ‘Digimon Alysion’ Akan Segera Buka Akses Pra-Registrasi Dalam Waktu Dekat!

by Fadhil
October 16, 2026
0

Digimon Alysion rencananya akan membuka akses pra-registrasi untuk menyambut persiapan rilisnya di platform mobile dalam waktu dekat ini.

Gundam Blitz Order baru saja diumumkan oleh Bandai Namco sebagai game simulasi idle terbaru franchisenya untuk platform mobile

Game Simulasi Idle ‘Gundam Blitz Order’ Resmi Diumumkan Untuk Android dan iOS

by Fadhil
October 15, 2026
0

Gundam Blitz Order baru saja diumumkan oleh Bandai Namco sebagai game simulasi idle terbaru franchisenya untuk platform mobile.

Sad Cat Studios lewat kerjasamanya dengan Atari dan The Knights of U akan merilisa REPLACED di platform Android pada 8 Desember mendatang

Game Petualangan Cyberpunk REPLACED Akan Rilis di Android Akhir Tahun Ini!

by Fadhil
October 14, 2026
0

Sad Cat Studios lewat kerjasamanya dengan Atari dan The Knights of U akan merilisa REPLACED di platform Android pada 8...

Perilisan Azur Promilia di wilayah global dalam versi bahasa Inggris terpaksa harus ditunda ke musim panas 2027

Azur Promilia Umumkan Open Beta Untuk Versi Inggris di Musim Panas 2027

by Fadhil
October 14, 2026
0

Perilisan Azur Promilia di wilayah global dalam versi bahasa Inggris terpaksa harus ditunda ke musim panas 2027.

BLEACH Mirrors High kini telah mencapai milestone 700 ribu pemain untuk akses pra-registrasi yang menjanjikan beragam reward menarik

Pra-Registrasi BLEACH Mirrors High Tembus 700 Ribu Pemain yang Ikut Unlock Beragam Reward Menarik

by Fadhil
October 13, 2026
0

BLEACH Mirrors High kini telah mencapai milestone 700 ribu pemain untuk akses pra-registrasi yang menjanjikan beragam reward menarik.

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd