gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Wawancara Ace Combat 8 dengan Bandai Namco – Menjadi Lebih Realistis dan Dinamis Disaat yang Sama!

Taufik by Taufik
June 4, 2026
in Konsol, PC, PlayStation 5, Wawancara, Xbox Series S, Xbox Series X
0
Ace Combat 8 menjadi salah satu proyek terbesar yang sedang digarap Project Aces setelah tujuh tahun sejak perilisan Ace Combat 7.

Ace Combat 8 menjadi salah satu proyek terbesar yang sedang digarap Project Aces setelah tujuh tahun sejak perilisan Ace Combat 7.

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Ace Combat 8 menjadi salah satu proyek terbesar yang sedang digarap Project Aces setelah tujuh tahun sejak perilisan Ace Combat 7. Dalam sesi wawancara bersama Brand Director – Kazuto Kono dan Producer – Manabu Shimomoto, tim pengembang akhirnya mulai membahas lebih dalam soal arah baru seri ini. Menariknya, mereka tidak menyebut Ace Combat 8 sebagai evolusi besar-besaran, melainkan sebagai sebuah “pendalaman” dari formula yang sudah dibangun selama puluhan tahun.

Menurut sang developer, fokus mereka kali ini bukan sekadar membuat game yang lebih cantik atau lebih besar, tetapi membuat setiap aspek yang selama ini menjadi identitas Ace Combat terasa jauh lebih dalam, lebih hidup, dan lebih berpengaruh terhadap pengalaman bermain.

Unreal Engine 5 dan Detail Pesawat Tempur yang Makin Gila

Ketika membahas visual dan teknologi, Kono memang masih cukup tertutup soal detail teknis yang digunakan timnya. Namun satu hal yang ia tekankan adalah betapa besar usaha yang dicurahkan untuk menciptakan setiap pesawat tempur di dalam game.

Menurut Kono, membuat model pesawat tempur adalah salah satu pekerjaan paling sulit dan memakan waktu dalam pengembangan Ace Combat. Tim harus menghabiskan waktu yang sangat panjang hanya untuk memastikan setiap detail terlihat akurat. Meski begitu, para artist dan desainer justru menikmati proses tersebut karena mereka bisa mereplikasi pesawat asli dengan tingkat detail yang sangat tinggi.

Ia bahkan menyebut salah satu bagian favorit tim adalah proses yang dalam istilah Jepang disebut “yogore”, yaitu menambahkan noda, bekas pemakaian, kotoran, dan berbagai detail kecil yang membuat pesawat terlihat lebih realistis. Bagi tim pengembang, detail-detail seperti inilah yang membuat sebuah pesawat terasa hidup dan memiliki karakter.

Walaupun belum banyak informasi yang dibagikan mengenai implementasi Unreal Engine 5 secara spesifik, jelas bahwa teknologi baru ini memberikan ruang bagi tim untuk membawa kualitas visual pesawat ke level yang jauh lebih tinggi dibandingkan game sebelumnya.

Bukan Evolusi, Tapi Pendalaman Formula Ace Combat

Salah satu istilah yang terus muncul selama wawancara adalah kata “deepening” atau pendalaman. Bagi banyak pemain, istilah ini mungkin terdengar aneh karena biasanya game baru selalu dipasarkan sebagai evolusi dari seri sebelumnya.

Namun menurut sang developer, Ace Combat 8 bukan hanya soal memperbesar skala atau meningkatkan kualitas grafis. Mereka ingin memperdalam pengalaman inti yang selama ini menjadi fondasi seri tersebut. Contoh paling jelas ada pada sistem damage baru. Di game-game sebelumnya termasuk Ace Combat 7, target hanya menerima damage ketika misil atau peluru benar-benar mengenai sasaran. Jika tembakan meleset sedikit, tidak ada efek apa pun.

Di Ace Combat 8, sistem itu berubah total. Ledakan yang terjadi di sekitar target tetap akan memberikan akumulasi kerusakan. Ketika akumulasi tersebut mencapai batas tertentu, objek bisa runtuh atau meledak meskipun tidak terkena secara langsung.

Yang menarik, efeknya tidak berhenti di sana. Puing-puing hasil ledakan bisa menghantam objek lain di sekitarnya dan memicu ledakan berantai. Artinya, pertempuran kini bukan hanya soal akurasi menembak, tetapi juga memanfaatkan lingkungan dan memahami konsekuensi dari setiap serangan. Menurut sang developer, perubahan ini membuat pemain harus berpikir lebih taktis dibandingkan sebelumnya karena satu ledakan kini bisa menghasilkan berbagai efek lanjutan yang mengubah jalannya pertempuran.

Langit Kini Menjadi Bagian dari Gameplay

Selain sistem damage baru, perubahan besar lainnya hadir melalui cara Ace Combat 8 memperlakukan langit dan cuaca. Project Aces ingin menciptakan area udara raksasa dengan ukuran sekitar 100 kilometer kali 100 kilometer. Untuk mewujudkannya, mereka mengembangkan sistem awan baru yang mampu menampilkan lapisan awan berbeda berdasarkan ketinggian pemain.

Saat terbang di ketinggian rendah, pemain bisa melihat awan hujan yang tebal dan gelap. Ketika naik lebih tinggi, formasi awan yang ditemui akan berubah menjadi awan tipis yang berbeda secara visual maupun atmosfer.

Namun yang paling penting, awan kali ini bukan sekadar pemanis visual. Pemain bisa menggunakan jejak yang tertinggal di dalam awan untuk melacak posisi lawan. Bahkan pantulan cahaya matahari dari kanopi pesawat musuh bisa digunakan untuk mengidentifikasi lokasi target dari kejauhan.

Menurut tim pengembang, mereka ingin lingkungan menjadi bagian aktif dari pertempuran udara, bukan sekadar latar belakang yang indah untuk dilihat. Karena itulah mereka merasa istilah “pendalaman” jauh lebih tepat dibandingkan “evolusi”.

Menjaga Formula Sim Cade yang Sudah Bertahan 30 Tahun

Selama puluhan tahun, Ace Combat dikenal sebagai seri yang berada tepat di tengah antara simulator dan arcade. Banyak pemain menyebutnya sebagai sim cade, yaitu simulasi yang tetap mudah dimainkan. Ketika ditanya bagaimana mereka menjaga keseimbangan tersebut selama tiga dekade, Kono menjelaskan bahwa semua itu merupakan hasil akumulasi pengalaman panjang seri Ace Combat.

Menurutnya, tujuan utama seri ini selalu sederhana. Pertama, pemain harus bisa merasakan kebebasan terbang di langit luas tanpa batas. Kedua, pemain harus mendapatkan kepuasan setelah berhasil memenangkan dogfight dan menjatuhkan lawan.

Menariknya, tim ternyata tidak pernah secara khusus berkata bahwa mereka ingin menyeimbangkan unsur arcade dan simulasi. Mereka justru berfokus pada pengalaman yang ingin dirasakan pemain. Dari situlah keseimbangan tersebut muncul secara alami. Kono menjelaskan bahwa kontrol yang terasa arcade sebenarnya dipilih agar pemain tetap merasakan sensasi mengendalikan pesawat tempur tanpa harus terbebani kompleksitas simulator murni.

Kenapa Pesawat Terasa Lebih Berat?

Banyak media yang mencoba versi preview Ace Combat 8 merasakan sesuatu yang berbeda dibandingkan Ace Combat 7. Pesawat terasa memiliki bobot lebih besar dan pergerakannya tidak lagi sepenuhnya mengikuti input pemain secara instan. Menanggapi hal tersebut, tim menjelaskan bahwa build preview memang sudah mengalami sejumlah penyesuaian khusus. Mereka tidak ingin pemain langsung diberikan konfigurasi paling agresif karena bisa terasa sulit dimainkan saat pertama kali mencoba.

Selain itu, Project Aces juga ingin memberikan sedikit karakteristik unik pada setiap pesawat. Namun mereka menegaskan bahwa tujuan mereka bukan mengubah Ace Combat menjadi simulator. Menurut Shimomoto, mereka hanya ingin menghadirkan sedikit individualitas pada masing-masing pesawat sehingga pemain bisa merasakan perbedaan karakter saat menggunakannya.

Akhirnya FCU Menjadi Pusat Cerita

Dari sisi cerita, Ace Combat 8 akhirnya membawa Federated Commonwealth of Usea atau FCU menjadi fokus utama. Padahal wilayah ini sebenarnya sudah lama ada dalam lore Ace Combat. Hanya saja selama ini keberadaannya lebih sering menjadi latar belakang tanpa banyak penjelasan mendalam.

Menurut Kono, salah satu alasan utama pemilihan FCU adalah keinginan tim untuk mengeksplorasi budaya dan negara baru yang belum pernah benar-benar dibahas sebelumnya. Selama bertahun-tahun pemain mengenal berbagai wilayah seperti Usea dan Sotoa, tetapi tidak pernah mengetahui secara rinci siapa masyarakat yang tinggal di sana, bagaimana budaya mereka berkembang, atau keyakinan apa yang mereka anut.

Karena itulah tim merasa sekarang adalah waktu yang tepat untuk menjadikan wilayah tersebut sebagai panggung utama cerita. Dengan cara ini, dunia Strangereal bisa terasa lebih hidup dan lebih kaya dibandingkan sebelumnya.

Tiga Pilar Utama Ace Combat 8

Saat ditanya apa fokus terbesar pengembangan game ini, Kono menjelaskan bahwa seluruh desain Ace Combat 8 dibangun di atas tiga pilar utama.

  • Pilar pertama adalah kebebasan terbang di langit luas.
  • Pilar kedua adalah kepuasan saat berhasil mengalahkan musuh dalam pertempuran udara.
  • Sedangkan pilar ketiga adalah membuat pemain benar-benar merasa dirinya adalah seorang ace pilot.

Menurut Kono, mereka ingin pengalaman bermain terasa melampaui layar monitor. Pemain diharapkan bisa merasa hadir di dunia tersebut, berdiri di tempat yang sama dengan karakter lain, melihat pemandangan yang sama, dan mengalami perjalanan yang sama sebagai seorang pilot elit. Karena itulah tim banyak menggunakan pendekatan perspektif tunggal agar rasa keterlibatan pemain terhadap cerita bisa menjadi lebih kuat.

Menggabungkan Perspektif Orang Pertama dan Ketiga

Pendekatan sinematik Ace Combat 8 juga mengalami perubahan menarik. Dalam beberapa adegan, pemain akan melihat dunia dari perspektif orang pertama. Namun di adegan lain, kamera bisa berpindah ke sudut pandang orang ketiga. Menurut tim pengembang, keputusan ini sepenuhnya didasarkan pada efektivitas adegan yang sedang ditampilkan.

Saat pemain berada di sekoci penyelamat atau sedang duduk berhadapan dengan karakter lain, perspektif orang pertama dianggap jauh lebih efektif untuk membangun kedekatan emosional. Sebaliknya, ketika adegan melibatkan interaksi yang lebih luas seperti perjalanan menggunakan kapal atau perpindahan lokasi, perspektif orang ketiga dinilai lebih cocok.

Kono menegaskan bahwa mereka tidak ingin perspektif orang pertama terasa dipaksakan. Karena itu mereka memilih mengombinasikan kedua pendekatan tersebut demi menjaga tempo cerita tetap nyaman diikuti.

Voice Command Bisa Jadi Kenyataan di Masa Depan

Salah satu pertanyaan menarik dalam wawancara adalah kemungkinan penggunaan voice command. Saat ini Ace Combat 8 memang belum memiliki fitur tersebut. Kono bahkan mengingat kembali bagaimana di masa lalu pernah ada usulan agar pemain bisa menembakkan misil atau senapan mesin menggunakan perintah suara, namun ide tersebut ditolak.

Meski begitu, ia justru tertarik dengan gagasan menggunakan voice command untuk meminta bantuan rekan satu tim. Menurutnya, memerintahkan wingman untuk melindungi pemain atau meminta dukungan melalui radio terdengar jauh lebih masuk akal dibandingkan menggunakan suara untuk menembakkan senjata.

Bahkan setelah mendengar pertanyaan tersebut, Kono langsung bercanda dengan mengatakan bahwa ide itu mungkin perlu dipertimbangkan oleh Shimomoto sebagai produser. Ia juga mengakui bahwa generasi pemain saat ini jauh lebih terbiasa berbicara saat bermain game dibandingkan generasi sebelumnya. Karena itu, menurutnya, implementasi voice command di masa depan mungkin hanya tinggal menunggu waktu yang tepat.

Bagaimana Nasib Remaster Ace Combat Lama?

Tahun 2025 menandai ulang tahun ke-30 Ace Combat, sehingga banyak penggemar mulai berharap Bandai Namco menghadirkan remaster game-game lawas. Sayangnya, saat ini belum ada rencana konkret mengenai hal tersebut.

Menurut Kono, salah satu kendala terbesar adalah penggunaan lisensi pesawat tempur nyata yang menjadi ciri khas seri Ace Combat. Ketika ingin merilis ulang game lama, berbagai aspek terkait lisensi tersebut bisa menjadi hambatan yang cukup besar. Meski begitu, ia menegaskan bahwa tim sangat memahami keinginan para penggemar yang ingin kembali memainkan seri-seri klasik.

“Kami memahami perasaan para penggemar dan kebutuhan itu memang ada,” kurang lebih itulah pesan yang disampaikan Kono selama wawancara.

Walaupun belum ada pengumuman resmi mengenai remaster atau re-release, Project Aces mengaku terus mencari cara untuk memenuhi harapan komunitas. Jadi meskipun belum ada janji pasti, peluang untuk melihat game-game Ace Combat lama kembali hadir di platform modern masih tetap terbuka di masa mendatang.


Ace Combat 8: Wings of Theve akan dirilis pada 2 Oktober untuk PlayStation 5, Xbox Series dan juga PC. Kamu bisa kunjungi situs resminya DI SINI untuk berbagai informasi lebih lanjut.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.

Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id
Tags: Ace Combat 8: Wings of TheveBandai Namco EntertainmentInterviewWawancara
ShareTweetShare
Previous Post

Nyobain Ace Combat 8: Wings of Theve – Keseruan Baru Dibalik Wajah Familiar!

Next Post

Review Farming Simulator 26 – Lebih Kasual dengan Progression Adiktif, Meski dengan Ragam Kekurangan Juga!

Related Posts

Simak review terbaru kami untuk Farming Simulator 26 yang kali ini lebih dimaksimalkan untuk sisi aksesibilitas
Android

Review Farming Simulator 26 – Lebih Kasual dengan Progression Adiktif, Meski dengan Ragam Kekurangan Juga!

Berikut ini adalah impresi kami setelah memainkan versi preview awal dari Ace Combat 8: Wings of Theve
Konsol

Nyobain Ace Combat 8: Wings of Theve – Keseruan Baru Dibalik Wajah Familiar!

June 4, 2026
Jadwal rilis Avatar Legends: The Fighting Game kini sudah diundur hingga mendekati akhir bulan Juli nanti
Berita

Avatar Legends: The Fighting Game Ditunda Rilisnya ke Juli 2026

June 4, 2026
Halaman resmi Persona 4 Revival di Xbox Store telah mencantumkan rating ESRB jelang beberapa hari sebelum pengadaan Xbox Games Showcase
Berita

Persona 4 Revival Resmi Dapatkan Rating Mature 17+

June 4, 2026
Pengumuman God of War Laufey di State of Play kemarin memang langsung jadi bahan perbincangan dan belom ada jadwal rilis.
Berita

Jadwal Rilis God of War Laufey Dikabarkan Tidak Akan Lama

June 4, 2026
ILL akhirnya mendapat jadwal rilis resmi. Developer Team Clout mengonfirmasi bahwa game survival horror ini akan meluncur pada tahun 2027.
Berita

ILL Dipastikan Rilis 2027, Horor Sadis dengan Monster yang Ngeri

June 3, 2026
Next Post
Simak review terbaru kami untuk Farming Simulator 26 yang kali ini lebih dimaksimalkan untuk sisi aksesibilitas

Review Farming Simulator 26 - Lebih Kasual dengan Progression Adiktif, Meski dengan Ragam Kekurangan Juga!

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Pendiri Zynga, Mark Pincus, punya pendapat yang mungkin bakal memancing perdebatan di kalangan developer game.

Pendiri Zynga Sebut Developer Jangan Takut Meniru Game Lain yang Sudah Terbukti Sukses

by Taufik
June 4, 2026
0

Pendiri Zynga, Mark Pincus, punya pendapat yang mungkin bakal memancing perdebatan di kalangan developer game. Menurutnya, developer seharusnya tidak terlalu...

Menyusul rilisnya di Nintendo Switch, kini Pokémon Champions sudah dalam tahap persiapan untuk tiba di platform mobile

Pokémon Champions Tetapkan Jadwal Rilis untuk Versi Android dan iOS

by Fadhil
June 4, 2026
0

Menyusul rilisnya di Nintendo Switch, kini Pokémon Champions sudah dalam tahap persiapan untuk tiba di platform mobile.

Game mobile DIGIMON UP berhasil mencapai milestone pra-registrasi baru yang diikuti campaign susulan dengan lebih banyak reward menarik

DIGIMON UP Kembali Dipamerkan, Pra-Registrasi Sudah Tembus 500 Ribu Pemain!

by Fadhil
June 2, 2026
0

Game mobile DIGIMON UP berhasil mencapai milestone pra-registrasi baru yang diikuti campaign susulan dengan lebih banyak reward menarik.

TV TOKYO Holdings mulai memberi sinyal kalau franchise Naruto kemungkinan bakal mendapatkan beberapa game baru.

TV Tokyo Tegaskan Naruto Bakal Dapat Game yang Lebih Niat

by Taufik
June 2, 2026
0

Ada kabar menarik buat fans Naruto. TV TOKYO Holdings mulai memberi sinyal kalau franchise Naruto kemungkinan bakal mendapatkan beberapa game...

Akhirnya kami dapat kesempatan buat nyobain langsung Alpha Test global Honor of Kings versi global. Mari simak detailnya!

Preview Honor of Kings: World Global versi Alpha Test — Terasa Menjanjikan dan Penuh Potensi

by Taufik
May 26, 2026
0

Akhirnya kami dapat kesempatan buat nyobain langsung Alpha Test global Honor of Kings: World, game open-world terbaru dari TiMi Studio...

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd