gamerwk.com
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4
No Result
View All Result
gamerwk.com
No Result
View All Result

Review FATAL FRAME II: Crimson Butterflyv REMAKE – Horor Klasik yang Masih Menghantui Setelah Dua Dekade

Taufik by Taufik
March 10, 2026
in Konsol, Nintendo Switch 2, PC, PlayStation 5, Review, Xbox Series S, Xbox Series X
0
Dan dari semua game di seri ini, FATAL FRAME II: Crimson Butterfly mungkin adalah luka yang paling dalam. Simak review versi remake ini!

Dan dari semua game di seri ini, FATAL FRAME II: Crimson Butterfly mungkin adalah luka yang paling dalam. Simak review versi remake ini!

Share ke FacebookShare ke TwitterShare ke Telegram

Kalau pernah main game horor sendirian tengah malam dengan lampu dimatikan lalu setelah itu malah tidak bisa tidur, kemungkinan besar itu gara-gara seri Fatal Frame. Dan dari semua game di seri ini, FATAL FRAME II: Crimson Butterfly mungkin adalah luka yang paling dalam. Kabar baiknya? Ada versi remake.

Luka yang tidak pernah benar-benar sembuh. Banyak pemain mungkin tidak tahu kalau ini sebenarnya sudah kedua kalinya game ini dibuat ulang. Remake pertama rilis pada tahun 2012 di Wii, dan versi terbaru ini banyak membangun fondasinya dari versi tersebut.

Pertanyaannya, apa sebenarnya yang membuat game ini sampai pantas dibuat ulang dua kali? Dan apakah versi remake terbaru ini masih mampu berdiri kuat di zaman sekarang? Mari simak review kami selengkapnya!

Cerita Tragis di Desa yang Seharusnya Tidak Ada

Cerita FATAL FRAME II: Crimson Butterfly REMAKE berfokus pada dua saudara kembar, Mio dan Mayu Amakura, yang suatu malam berjalan ke hutan dekat rumah masa kecil mereka. Tanpa sadar, mereka terseret masuk ke sebuah desa yang seharusnya sudah tidak ada lagi.

Desa itu bernama All God’s Village, sebuah tempat yang seolah membeku dalam waktu. Desa ini sudah lama ditinggalkan oleh manusia yang hidup, tetapi jelas masih dihuni oleh sesuatu yang lain. Sejak saat Mio dan Mayu melangkah masuk ke dalamnya, jalan keluar seolah langsung menghilang.

Saat Mio mulai menjelajahi desa lebih dalam, sedikit demi sedikit ia mengungkap tragedi yang pernah terjadi di sana. Dahulu para penduduk desa menjalankan ritual kuno bernama Crimson Sacrifice, sebuah ritual di mana salah satu saudara kembar harus mencekik saudara kembarnya sendiri demi menenangkan para dewa dan menjaga kegelapan besar bernama Hellish Abyss tetap tersegel di bawah tanah.

Namun ritual itu gagal dilakukan beberapa generasi sebelumnya. Dalam satu malam, seluruh desa ditelan oleh kegelapan tersebut, menyisakan roh-roh penuh dendam dan siklus tragedi yang terus berulang.

Yang membuat cerita ini terasa begitu menghancurkan bukan hanya horornya, tetapi hubungan emosional di pusat kisahnya. Mayu perlahan semakin tertarik oleh kekuatan misterius desa tersebut, seolah ada sesuatu yang memanggilnya. Ia mulai menjauh dari Mio, bukan hanya secara fisik tetapi juga secara emosional.

Mio akhirnya tidak hanya berjuang untuk bertahan hidup dari roh-roh yang menghantui desa itu, tetapi juga berusaha mempertahankan orang yang paling ia sayangi. Masalahnya, desa itu sendiri seolah mendorong mereka menuju takdir yang sama seperti semua pasangan kembar sebelumnya.

Game ini menghadirkan beberapa ending berbeda, dan selama bermain kami berhasil membuka dua di antaranya. Yang menarik, remake ini juga menghadirkan ending baru eksklusif yang tidak pernah ada di versi sebelumnya. Semua ending meninggalkan kesan kuat, tetapi salah satunya benar-benar terasa menghantui bahkan setelah kredit selesai bergulir.

Kamera yang Menjadi Senjata

Inti gameplay Fatal Frame II Remake masih sama seperti seri aslinya, yaitu menggunakan Camera Obscura, kamera misterius yang bisa melukai roh. Alih-alih melawan hantu dengan senjata biasa, pemain harus mengangkat kamera dan memotret roh-roh tersebut. Besarnya damage tergantung seberapa baik fokus kamera mengunci target.

Jika cukup banyak damage berhasil diberikan, maka akan muncul momen bernama Fatal Time, sebuah jendela waktu yang sangat singkat di mana pemain bisa mengambil foto dengan timing sempurna untuk memicu serangan beruntun yang memberikan damage besar dalam waktu singkat.

Yang membuat remake ini terasa berbeda adalah kedalaman sistem kamera yang jauh lebih berkembang. Pemain sekarang bisa melakukan zoom untuk memotret roh dari jarak jauh tanpa terdeteksi, atau memperlebar sudut kamera untuk menangkap beberapa target sekaligus dalam satu foto.

Fokus kamera juga bisa diatur manual atau menggunakan sistem auto-lock. Pemain yang sabar dan presisi akan mendapatkan damage yang jauh lebih besar.

Sistem Filter yang Menambah Strategi

Salah satu elemen paling menarik di remake ini adalah sistem filter kamera. Ada empat filter berbeda yang masing-masing memiliki fungsi unik dalam pertarungan maupun eksplorasi.

  • Paraceptual Filter memperluas jarak tembakan dan memungkinkan pemain melihat sisa memori yang tertinggal di lingkungan sekitar, memberikan gambaran masa lalu yang membantu menyusun sejarah tragis desa.
  • Exposure Filter memungkinkan objek yang sudah hilang dari dunia fisik muncul kembali, sekaligus memperlihatkan roh tak kasat mata yang bersembunyi di tempat yang terlihat kosong.
  • Radiant Filter digunakan untuk membuka segel berdarah yang menghalangi akses ke area tertentu.

Setiap filter juga memiliki Special Shot sendiri dengan efek unik. Ada yang bisa membuat roh kehilangan penglihatan sementara, ada juga yang mengisi energi untuk melepaskan ledakan damage besar dalam satu tembakan. Keempat filter ini juga memiliki jalur upgrade masing-masing, jadi pemain bisa memilih fokus peningkatan sesuai gaya bermain.

Selain itu, film kamera juga berfungsi sebagai amunisi dan tersedia dalam beberapa jenis dengan tingkat kekuatan berbeda. Mengelola stok film dengan baik menjadi bagian penting dari ketegangan permainan, terutama saat menghadapi pertarungan yang sulit.

Mekanik Baru yang Memperkuat Hubungan Karakter

Remake ini juga memperkenalkan mekanik baru yang sederhana tetapi terasa emosional. Mio sekarang bisa menggenggam tangan Mayu untuk memulihkan HP dan willpower mereka berdua. Ini memang mekanik kecil, tetapi terasa sangat pas dengan inti cerita yang berfokus pada hubungan kedua saudara kembar tersebut.

Di sisi pertarungan, roh sekarang juga bisa masuk ke kondisi Aggravated, di mana mereka menjadi lebih agresif, memulihkan kesehatan lebih cepat, dan menyerang lebih sering. Untuk mengalahkan roh dalam kondisi ini dibutuhkan fokus dan timing yang jauh lebih baik.

Dengan keterlibatan Team Ninja dalam remake ini, pengaruh mereka terasa pada sisi aksi permainan. Walaupun tidak seintens game seperti Ninja Gaiden, pergerakan karakter sekarang terasa lebih halus.

Sistem dodge dan mekanik shake-off untuk melepaskan diri dari cengkeraman musuh memberikan pemain kontrol lebih besar saat bertarung, membuat pertemuan dengan roh terasa lebih dinamis tanpa meninggalkan akar survival horror yang menjadi identitas seri ini.

Camera Obscura tetap menjadi salah satu sistem pertarungan paling unik dalam sejarah game. Dengan tambahan mekanik fokus, zoom, filter, dan upgrade, remake ini berhasil memperdalam sistem yang sudah kuat sejak awal.

Tetapi tetap saja, siklus gameplaynya bisa terasa repetitif setelah beberapa waktu. Menjelajahi lorong gelap, bertemu roh, mengangkat kamera, lalu mengulanginya lagi. Untuk pemain yang tidak terlalu terikat dengan cerita atau atmosfernya, pola ini bisa mulai terasa melelahkan di pertengahan permainan.

Desain Map Desa yang Tidak Pernah Terasa Aman

Desain map Minakami Village benar-benar dibuat untuk menciptakan rasa tidak nyaman. Setiap area terasa seperti tempat yang pernah dihuni tetapi sekarang sudah membusuk oleh waktu. Interior rumah kayu yang runtuh, jalan desa yang tertutup kabut, dan ruang sempit yang terasa sesak membuat atmosfer selalu tegang.

Perpaduan antara ruang dalam yang sempit dan area desa yang terbuka membuat ritme ketegangan terus berubah. Remake ini juga menghadirkan dua area baru yang tidak ada di versi original.

  • Area pertama adalah Umbral Mound, sebuah tempat yang dikelilingi bambu lebat dan diikat dengan tali besar yang memberikan rasa tercekik sejak pertama kali dimasuki.
  • Area kedua adalah Eikado Temple, sebuah kuil yang diterangi cahaya lilin dan memiliki patung kembar yang terikat di tengah ruangan. Ini menjadi salah satu lokasi paling visual menarik di seluruh permainan.

Kedua area ini tidak terasa seperti tambahan yang dipaksakan. Justru mereka memperluas lore desa dengan cara yang terasa alami.

Eksplorasi juga selalu diberi hadiah. Broken Spirit Stones membuka cerita sampingan karakter tertentu, sementara Twin Dolls yang tersebar di desa bisa difoto bersama untuk mendapatkan item melalui Point Exchange.

Namun satu hal yang tidak bisa dihindari adalah backtracking. Pemain akan sering kembali ke area yang sama berkali-kali sepanjang permainan. Setelah rasa penemuan awal memudar, beberapa lokasi mulai terasa kurang menegangkan karena terlalu sering dilalui. Ukuran desa ini juga tidak terlalu besar jika dibandingkan standar game modern. Untuk pemain yang berharap map luas, keterbatasan ini akan terasa cukup cepat.

Visual dan Audio yang Lebih Hidup

Perubahan visual di remake ini langsung terasa sejak awal. Model karakter dibangun ulang dengan detail yang jauh lebih tinggi. Kulit, rambut, dan pakaian terlihat jauh lebih realistis dibandingkan versi original.

Minakami Village sendiri tampil dengan permainan cahaya dan bayangan yang sangat kuat. Api lilin berkedip perlahan, cahaya bulan masuk melalui dinding yang rusak, dan setiap permukaan tampak benar-benar lapuk oleh waktu.

Ini bukan game yang mencoba memamerkan spektakel visual besar, tetapi lebih fokus menciptakan suasana yang membuat perut terasa tidak nyaman. Sayangnya, animasi karakter tidak mendapatkan perhatian yang sama besar. Pergerakan karakter kadang terasa kaku dan agak ketinggalan zaman. Beberapa animasi cutscene juga tidak sehalus yang diharapkan dari game modern.

Di sisi audio, kualitasnya sangat mengesankan. Sistem spatial audio memungkinkan pemain merasakan kehadiran roh bahkan sebelum mereka terlihat. Ini menciptakan ketegangan konstan bahkan di saat permainan terlihat tenang. Musiknya juga tetap kuat, terutama karena seri ini memang terkenal dengan vokal melankolis yang menghantui. Lagu baru dari Tsuki Amano berjudul Utsushie, yang dibuat khusus untuk remake ini, terasa menyatu sempurna dengan atmosfer game.

Ada Sisi Replayability dan Konten Setelah Tamat

Setelah menyelesaikan game, masih ada beberapa alasan menarik untuk kembali bermain. Game ini memiliki beberapa ending, termasuk ending baru eksklusif yang hanya ada di remake ini. Untuk membuka ending yang berbeda, pemain harus memenuhi kondisi tertentu selama permainan. Ini memberikan nilai replay yang terasa wajar dan tidak dipaksakan.

Selain itu, progress tertentu juga dibawa ke playthrough berikutnya sehingga permainan terasa sedikit lebih mudah tanpa menghilangkan ketegangannya. Kostum baru juga bisa dibuka, dan sistem Point Exchange yang menggunakan Twin Dolls memberikan item tambahan yang bisa mempengaruhi cara bermain di run berikutnya.

Cerita sampingan karakter juga memberikan lore tambahan yang memperkaya cerita utama tanpa terasa wajib. Untuk game dengan durasi seperti ini, konten setelah tamat memang tidak terlalu banyak, tetapi cukup untuk membuat pemain yang benar-benar menikmati ceritanya ingin kembali.

Kesimpulan

Fatal Frame II: Crimson Butterfly tidak pernah membutuhkan teror yang berisik untuk menjadi menakutkan. Game sekarang masih keren dan memahami bahwa ketakutan paling dalam bukanlah apa yang ada di kegelapan, tetapi apa yang mungkin harus dilakukan kepada orang yang berdiri di samping kita.

Remake ini menghormati cerita tersebut dengan sangat hati-hati. Visual dan audio baru membuat desa terasa jauh lebih hidup dibandingkan versi original, sementara tambahan seperti area baru dan ending eksklusif terasa seperti dibuat oleh orang yang benar-benar mencintai kisah ini.

Ini memang bukan remake yang sempurna. Backtracking bisa terasa melelahkan, ritmenya mungkin terasa lambat bagi pemain modern, dan ukuran map menunjukkan usianya.

Tetapi bagi pemain yang mau melambat, mematikan lampu, dan benar-benar tenggelam dalam atmosfernya, ini adalah survival horror yang sangat menghantui secara emosional. Dua puluh tahun setelah pertama kali muncul, kupu-kupu merah itu masih tahu persis di mana harus menemukanmu.

FATAL FRAME II: Crimson Butterflyv REMAKE dirilis pada 12 Maret untuk PlayStation 5, Xbox Series, Switch 2 dan juga PC. Kamu bisa kunjungi situs resminya DI SINI untuk berbagai informasi lebih lanjut.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
Hi guys, kami akhirnya sudah punya akun X dan YouTube resmi! Langsung saja follow:
 
Follow @GamerwkID
 

Jangan lupa untuk cek channel TikTok kami!
@gamerwk_id
Tags: FATAL FRAME II: Crimson Butterflyv REMAKEReview
ShareTweetShare
Previous Post

Review Monster Hunter Stories 3: Twisted Reflection – Mendefinisikan Ulang Formula MH Stories

Next Post

Sony Uji Coba Harga “Dinamis” di PlayStation Store, Harga Game Bisa Beda Tiap Pemain

Related Posts

Call of Duty: Modern Warfare 4 bakal menggelar open beta pertamanya mulai Agustus mendatang. Open beta gratis.
Berita

Gratis, Open Beta Call of Duty: Modern Warfare 4 Dimulai Agustus

July 21, 2026
KLab telah menyiapkan selebrasi besar untuk anniversary ke-11 Bleach: Brave Souls yang siap berlangsung sebentar lagi
Android

Bleach: Brave Souls Bagi Detail Lengkap dan Ragam Kejutan Baru untuk Anniversary ke-11!

July 21, 2026
Unity Technologies resmi mengumumkan Unity 7, game engine generasi terbaru yang dijadwalkan meluncur pada kuartal pertama 2027.
Berita

Unity 7 Resmi Diumumkan, Rilis Awal 2027 dan Banyak Fitur AI

July 21, 2026
The Blood of Dawnwalker, RPG bertema vampir, dipastikan akan dirilis dalam bentuk disc yang berisi keseluruhan.
Berita

The Blood of Dawnwalker Dipastikan Punya Full Data di Disc, Tanpa Denuvo

July 21, 2026
Capcom mengumumkan perubahan besar untuk Monster Hunter Wilds yang bakal mempermudah pemain karena lebih murah.
Berita

Harga Game Monster Hunter Wilds Akan Turun Permanen

July 17, 2026
PlayStation kembali memamerkan Marvel's Wolverine lewat trailer sinematik keren dan penuh aksi berjudul 'Ain't No Hero'
Berita

Marvel’s Wolverine Pamer Trailer Sinematik Baru yang Penuh Aksi Badass

July 17, 2026
Next Post
Sony kabarnya sedang mencoba sistem harga baru di PlayStation Store untuk PS5. Berdasarkan laporan dari situs pelacak harga.

Sony Uji Coba Harga "Dinamis" di PlayStation Store, Harga Game Bisa Beda Tiap Pemain

Discussion about this post

FACEBOOK KAMI

YOUTUBE KAMI

TWITTER/X KAMI

Follow @GamerwkID

UPDATE MOBILE GAMES

Snowbreak Kembali Vakum Tanpa Kabar Soal Update Baru dan Perayaan Anniversary

Snowbreak Kembali Vakum Tanpa Kabar Soal Update Baru dan Perayaan Anniversary

by Fadhil
July 17, 2026
0

Snowbreak masih dirundungi banyak masalah sejak berakhirnya fase maintenance panjang yang membuat banyak fans khawatir soal masa depannya.

Neverness to Everness (NTE) terus mencatat performa yang luar biasa sejak dirilis pada 29 April lalu. Dapat 3 triliun Rupiah.

NTE Raup Pendapatan Lebih dari 3,3 Triliun Rupiah Hanya dalam Dua Bulan

by Taufik
July 17, 2026
0

Neverness to Everness (NTE) terus mencatat performa yang luar biasa sejak dirilis pada 29 April lalu. Setelah berhasil membukukan pendapatan...

BlackJack Studio resmi mengumumkan Langrisser: Sea of Sword untuk platform Android, iOS, PC, dan platform lain yang belum dikonfirmasi

Langrisser: Sea of Sword Diumumkan Sebagai Game Gacha RPG Baru untuk Franchisenya

by Fadhil
July 16, 2026
0

BlackJack Studio resmi mengumumkan Langrisser: Sea of Sword untuk platform Android, iOS, PC, dan platform lain yang belum dikonfirmasi.

Di artikel ini, kamu bakal nemuin panduan tier list Ragnarok The New World paling update dan terbaik untuk menjadi guide kamu.

Ragnarok The New World Tier List – Pilih Class Terbaik

by Taufik
July 16, 2026
0

Lagi cari tier list Ragnarok The New World terbaru buat tahu class paling kuat dan meta saat ini? Di artikel...

Developer Arknights Endfield menyampaikan permintaan maaf kepada komunitas pemain di Korea Selatan melalui Naver Lounge resmi.

Arknights Endfield Minta Maaf ke Pemain Korea Karena Animasi Gestur “Cubit”

by Taufik
July 16, 2026
0

Developer Arknights Endfield menyampaikan permintaan maaf kepada komunitas pemain di Korea Selatan melalui Naver resmi. Permintaan maaf ini muncul setelah...

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Mobile Games
    • iOS
    • Android
  • Konsol
    • PlayStation 4
    • PlayStation 5
    • Nintendo Switch
    • Xbox One
    • Xbox Series S
    • Xbox Series X
  • PC
  • Opini
  • Wawancara
  • Situs Saudara
    • Wanuxi
    • GamerBraves
    • Gamer Santai
    • Gamer555
  • Borderlands 4

© 2020 - 2025 Digital Braves Media Group Sdn Bhd