Developer Supergiant Games membagikan pandangannya soal strategi merilis game melalui skema Steam Early Access, berdasarkan pengalaman mengembangkan Hades 2. Lewat wawancara terbaru, pendiri sekaligus creative director Greg Kasavin menegaskan bahwa menentukan waktu rilis Early Access bukan keputusan sederhana bagi studio mana pun.

Menurut Kasavin, game yang masuk Early Access harus berada di titik yang pas. Kontennya perlu cukup matang agar pemain merasa layak membeli, tetapi tidak terlalu final sehingga pengembang masih punya ruang untuk mengubah desain berdasarkan masukan pemain. Menurutnya, keseimbangan inilah yang sering menjadi tantangan terbesar dalam rilis paid alpha.
Kasavin menambahkan bahwa Hades 2 memang sejak awal dirancang untuk dikembangkan melalui Early Access, sama seperti pendahulunya. Model ini memungkinkan tim Supergiant mendengarkan feedback pemain secara aktif dan menjadikannya bagian inti dari proses pengembangan, bukan sekadar tambahan di akhir produksi.
Hades 2 sendiri diumumkan pada The Game Awards 2022 dan masuk Early Access pada Mei 2024, sebelum keluar dari fase tersebut pada September 2025. Sejak dirilis, game ini mencatat pencapaian besar, termasuk menjadi game PC dengan rating tertinggi 2025 di Metacritic dan meraih penghargaan Best Action Game di The Game Awards 2025.

Sebagai perbandingan, Hades pertama dirilis penuh pada Desember 2020 setelah 22 bulan di Early Access. Game tersebut terjual lebih dari satu juta kopi dan mencatat sejarah sebagai video game pertama yang memenangkan Hugo Award pada 2021, memperkuat reputasi Supergiant sebagai studio yang sukses memanfaatkan Early Access. Info gamenya ada DI SINI.
Pastikan untuk mengikuti perkembangan berita game lainnya di Gamerwk.
@gamerwk_id












Discussion about this post